Laman

Rabu, 22 Desember 2010

surat cinta untuk emak





Sukarami, 22 desember 2010
Yth,
Emak tersayang
Di rumah

Assalamualaikum, mak.

Mak, bagaimana keadaan emak disana? Ananda harap emak disana baik-baik saja. Ananda di sini Alhamdulillah atas lindungan Allah baik-baik saja.

Emak tersayang..
Ananda rindu sekali dengan emak. Ananda ingin melihat senyuman di wajah emak yang dapat membuat ananda bersemangat kembali. Ananda rindu dengan belayan lembut dari tangan emak, belayan yang membuat ananda merasakan kasih saying yang tulus dari seorang emak. Ananda merindukan suara merdu yang terlontar dari mulut indah emak, suara yang dapat membuat ananda merasa begitu damai dan tenang. Mak, ananda juga sangat merindukan kehadiran emak disisi ananda yang selalu melindungi dan menjaga ananda.

Emak tercinta..
Apa emak masih ingat kejadian saat 7 tahun silam, dimana saat itu ananda berada diantara hidup atau mati? Ananda akui ananda memang salah. Waktu itu anada menangis karena ingin ikut emak ke pasar. Tetapi, emak tidak mengijinkan ananda pergi karena emak merasakan hal yang menggelisahkan perasaan bila anada tetap ikut dengan emak. Tapi, karena emak tidak ingin melihat anada sedih dan menangis, mak lalu tersenyum manis sembaring mengatakan “Nak, jangan menangis lagi ya. Ikutlah dengan emak ke pasar. Ayo sayang!” dengan suara lembut yang merdu dan tangan halus emak yang mengusap air mata yang menetes di pipi adinda yang membuat ananda begitu menyayangi emak dan tidak ingin kehilangan emak. Setelah pulang dari pasar, ananda berlari kencang dan melepaskan genggaman tangan emak yang sangat ananda rincukan pada saat ini karena ananda tertarik dengan makanan manis dengan warna pink yang memikat mata ananda atau yang sering disebut orang dengan “gulali”. Ananda pun berlari sekuat tenaga dan langsung menyebrang tanpa melihat kekiri dan kekanan. Tanpa ananda ketahui, tiba-tiba mobil berwarna mrah itu menghantam tubuh ananda sehingga ananda tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Sebelum ananda tidak sadarkan diri, ananda ingat teriakan emak yang sangat keras “ NISA!” dengan nada suara yang sepertinya bercucuran air mata. Anandapun merasa sangat menyesalinya

Emak yang sangat ananda rindukan..
Waktu itu ananda merasakan tubuh ananda sangat ringan dan melayang. Seketika itu juga emak menggendong ananda dan juga dengan segera membawa ananda ke rumah sakit. Ananda masih ingat waktu emak menceritakan kepada ananda saat emak berdoa dmi kesembuhan ananda
“ya Allah, hamba mohon kepadamu ya Allah. Hamba mohon, selamatkanlah buah hati hamba, ya Allah. Ya Allah, hanya engkau lah penyembuh yang dapat menyembuhkan. Hamba sangat menyayanginya ya Allah. Hamba ingin ia selalu ada disisi hamba. Apapun akan hamba lakukan demi kesembuhan buah hati hamba walaupun nyawa hamba sebagai penggantinya. Kabulkanlah ya Allah. AMIN.”

Ananda juga berusaha untuk bertahan hidup. Ananda tidak ingin berpisah dengan emak secepat itu. Ananda tidak ingin emak bersedih atas kepergian adinda. Ananda bertekat, sebelum ananda menutup mata, ananda ingin membahagiakan emak seperti emak membahagiakan ananda waktu kecil. Hanya “Alhamdulillah” yang dapat ananda ucapkan saat sebuah magnet besar dalam tubuh ananda seakan menarik kembali nyawa ananda kedalam tubuh ananda yang saat itu sedang terbaring lemah diranjang dengan ditemani oleh emak. Sektika ananda terjaga dari tidur lelap ananda, ananda langsung memeluk erat tubuh emak dengan dihujani beribu butir air mata yang bercucuran. Dan sekali lagi, “syukur Alhamdulillah” Allah masih sayang kepada ananda karena memberikan ananda kehidupan yang kedua kalinya srta telah mengabulkan doa emak. Allah telah memberikan emak terbaik bagi ananda, selalu ada saat ananda bersuka maupun berduka. Selalu terima ananda apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangan ananda.

Emak,
Apa emak tahu apa yang terjadi dibumi kita sekarang ini? Ananda merasa sangat kecewa, mak. Kaum-kaum yang mempunyai banyak uang tidak memperhatikan kaum yang ada dibawahnya sedikitpun.rasa tolong menolong mereka sudah hilang, mak.amarah yang cepat membara ketika melihat orang yang dianggap tidak sederajat atau tidak selevel. Para pemimpin telah melupakan janji-janji mereka pada saat pemilu silam. Sekarang yang mereka ingat adalah hanyalah mengincar rupiah-rupiah yang tak jelas asal muasalnya. Rupiah yang semula bersih, kini telah menjadi kotor atas ulah tangan-tangan mereka. Jangankan untuk membangun fasilitas umum, untuk masyarakat kurang mampu pun mereka segan untuk memberikan sebahagian rupiah yang dimilikinya. Menghabiskan uang Negara demi keluar negri untuk study banding, tapi tidak membawa hasil yang membanggakan. Sementara masyarakat, berusaha keras kerja banting tulang demi menafkahi kehidupan nya dan juga keluarganya. Tapi, hasil kerja keras mereka tidaklah sebanding dengan hasil kerja lalai para pejabat dan pemimpin negri. Jangankan untu ke luar negri, untuk pulang kampung saja mereka tidak punya dana yang cukup. Andai saja anandan telah dewasa nanti, ananda ingin sekali menjadi seorang detective yang bisa menangkap mereka-mereka yang telah mengambil uang Negara tanpa izin dan juga telah menyalah gunakannya, serta ananda juga ingin m engembalikan hak-hak masyarakat yang telah dirampas oleh para pemimpin sehingga mereka tidak dapat merasakan hak mereka tersebut. Ananda ingin membela kaum lemah yang terdindas oleh kaum yang berkuasa. Ananda harap, keinginan ananda tersbut dapat tercapai.

Emak sayang..
Ananda bersyukur karena disini tidak ada orang yang tidak bertanggung jawab dengan janji-janjinya. Sekolah ananda telah mengajarkan ananda untuk besikap amanah sehingga ananda bisa menjage kepercayaan dari orang lain yang dititipkan kepada ananda. Teman-tman yang peduli satu sama lain dan juga para guru yang mengerti dengan kadaan para siswanya dan juga peraturan sekolah yang mebuat ananda menjadi disiplin.

Emak..
Ananda ingin mengucapkan kalimat-kalimat kepada emak yang anananda harap ini bukan kali terkahir ananda ucapkan kalimat ini kepada emak
“SELAMAT HARI IBU UNTUK EMAK ANANDA YANG TERCINTA. APAPUN YANG TERJADI, ANANDA TETAP SAYANG KEPADA EMAK.”
Ananda harap, semoga Allah selalu melindungi emak kapan dan dimana saja.

Emak terkasih..
Sebentar lagi ananda terima rapor. Doakan ananda mendapatkan nilai yang terbaik yang dapat menyenangkan hari emak. Liburan semesterpun juga sebentar lagi. Ananda akan segera pulang, mak. Ananda akan bertemu emak. Emak tak udah mengkhawatirkan keadaan ananda disini. Paman dan Bibi selalu menjaga ananda dengan sepenuh hati sehingga ananda selalu aman-aman saja.

Emak sayang..
Sekian dulu surat ini ananda tulis. Ananda akan selalu menantikan balasan surat emak. “SELAMAT HARI IBU, MAK”

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam rindu
Ananda



NISA SAFIRA IMRAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar