Laman

Sabtu, 17 Desember 2011

Hariku berakhir di diary


 Minggu, 27 november 2011
Bukalah hari yang menyenang kan bagikku. Tapi mungkin malam ini akan menjadi malam yang membahagiakan untuk ku. Aku berjanji akan menjadi orang pertama yang membirikannya ucapan selamat. Malam ini dia akan menelfonku. Kami akan banyak berbincang-bincang mengenai sekolah dan Pra UN esok. Semoga dia senang dengan ucapan yang ku beri

Senin, 28 november 2011
Aku berhasil. Tepat jam 0 tadi pagi aku mengucapkan ucapan selamat padanya sebagai orang yang pertama. Dia tampak senang dan menunggu hadiah dariku. Aku hanya bisa memberikan hadiah itu saat ku berada di sampingnya dan mungkin itu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan lagi. Aku tak peduli berapa lama aku harus menunggu untuk bertemu dengannya, tapi aku akan memberikan hadiah yang sangat dia inginkan.
Ujian hari ini tidak begitu buruk. Mungkin karena dukungan darinya.

Selasa, 29 november 2011
Hari ini ujian ku sukses. Tapi aku masih seperti biasa. Selalu menangis karena tak ada satupun yang menghargai ku. Mereka selalu saja menghinaku. Tetapi pada saat ujian berlangsung, mereka begitu baik kepadaku hanya karena sebuah jawaban. Mereka tak pernah mengetahui perasaan ku. Akankah mereka seperti ini untuk selamanya? Apa aku memang tak pantas untuk dihargai? Apa karena postur tubuh ku seperti anak-anak, jadi mereka tidak menghargaiku dan menganggap ku hanyalah anak hingusan yang tak bisa apa-apa?

Kamis, 1 desember 2011
Maaaf kemarin aku tidak mencoret helain kertas mu. Aku kehilanganmu. Lagi-lagimereka menyembunyikan dan membacanya. Mereka menghinaku. Mereka menganggapku anak cengen yang hanya bisa berbicara pada lembaran kertas yang mereka ucap tak berguna. Tidakkah mereka tahu bahwa kau adalah sahabat ku yang sebenarnya? Kau tulus mendengarkan semua tentangku. Mereka? Aku hanya bisa bersabar. Aku tahu aku ini siapa. Aku memang tak selevel untuk mereka. Mengemis di hadapan meraka mungkin membuat harga diri ku semakin rendah. Kini aku akan mulai menjauhkan diri dari mereka


Sabtu, 3 desember 2011
Bahagia rasanya saat ku berada di sampingnya. Ku merasakan kehangatan dan kenyamanan yang tak pernah ku rasakan sebelumnya. Aku sangat mencintainya. Beruntung sekali rasanya ku memilikinya. Hanya dia yang mengerti aku. Meski kini dia telah berada sangat jauh, aku tak peduli. Aku akan selalu berkunjung ke tempat lama ku menuntut ilmu demi dia. Aku memberikan hadiah yang sangat ia inginkan. Bahagia sekali saat melihatnya tersenyum manis di hadapanku. Ucapan terima kasihnya saat ini masih ku kenang hingga sekarang. Tapi hari bahagia ini harus segera berakhir. Saat nya ku pergi dan meninggalkanya. Hal ini membuat butiran embun dimataku berjatuhan. Hanya bisa memandangnya melalui anganku. Apakah hari bahagia itu bisa terulang kembali?

Rabu,  7 desember 2011
Dini hari tadi, dia menelfonku dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku. Dia orang yang pertama mengucapkannya. Keluargaku memberikan ku berbagai hadiah yang sangat ku impikan. Tapi, kepalaku sangatlah pusing saat jam pelajaran. Aku tak mendapatkan kesenangan. Tapi aku sangat bahagia hari ini. Semoga aku menjadi gadis yang lebih dewasa dari sebelumnya

Senin, 12 desember 2011
Aku benci mereka. Tak ada satupun dari mereka yang memperdulikanku? Apa aku adalah anak mereka? Mengapa meraka tidak menyayangiku seperti mereka menyayangi saudara ku? Mengapa mereka tega mengucapkan kata benci kepada ku? Apa yang aku lakukan sehingga mereka tak menganggapku anaknya lagi? Aku selalu berupaya membuat mereka bahagia. Teman-teman masih saja tak mendengarkan ku. Aku sangat benci semua manusia di dunia. Tak ada yang mengerti ku. Tak ada yang mau mendengarkan ku kecuali dia. Karena dial ah aku merasa lebih baik. Aku ingin diadi sampingku dan aku ingin menangis di pundaknya.

Kamis, 15 desember 2011
Aku sudah tak tahan lagi. 3 tahun ku jalani hidup seperti ini. Aku tak tahan untuk mendengar hinaan,cacian, makian, dari mereka semua. Aku tak tahan hidup. Tekatku sudah bulat. Aku akan mengakhiri kisah yang sangat memalukan ini. Aku tahu mungkin tuhan benci kepadaku. Aku lemah, aku tak setegar mereka. Anggaplah aku anak kecil. Aku hanya kalian mengetahui, bahwa tanpa aku, kalian akan merasa hampa, kosong, dan kekosongan. terima kasih atas cinta dan sayang yang kau berikan. tak pernah ku lupa akan kehangatan itu dan semua kenangan kita. jangan tangisi aku. ku yakin kau akan lebih bahagia dengan yang lain. everything going to happen, i always love u

Itu adalah hari terakhirku menulis di buku berwarna pink itu. Itulah akhir kisahku. Kini ku dapat melihat mereka menatapi kesalahannya.
Hariku berakhir di diary

Rabu, 14 Desember 2011

maaf kan ayah nak

sutarjo hanya bisa terdiam melihat tubuh anaknya yang terkulai lemas di atas tempat tidur yang terbuat dari kapuk dan berwarna pink cantik seperti warna yang disenangi anaknya.
kini air matanya menetes satu persatu merenungi apa yang telah dikerjakannya beberapa menit yang lalu

"ayah, mau pergi lagi?" tanya mutia, anak perempuan kecil sutarjo
"iya nak, ayah mau kerja cari uang"
"nanti pas ayah pulang, aku memberikan ayah sebuah kejutan. aku yakin ayah senang" ucapnya dengan wajah yang berbinar
"wah, apa itu ia? ayah jadi penasaran ni"
"itu rahasia, ia mau ngasih kejutannya kalau ayah udah pulang"

kini sang surya telah beristirahat dan berganti dengan sinar sang rembulan yang tampak redup. jam telah menunjukkan pukul 9 malam. itu merupakan saat yang tepat untuk seorang anak kecil berumur 7 tahun untuk tidur.

ketika sutarjo memasuki rumahnya, dia tampak kagum dengan keadaan rumah yang sudah rapi dan bersih. itu semua adalah kejutan yang diberikan mutia kepadanya. ada beberapa pakaian yang sudah terstrika rapi dan ada juga yang belum. tetapi ada sesuatu hal yang membuat sutarjo merasa sangat marah.

"aduh.. sakit ayah" ujar mutia yang menangis karena kesakitan sang ayah menjewer telinganya
"kamu mau tolong ayah atau membakarbaju ayah?"
"ia mau membuat ayah bangga pada ia"
"beginikah cara mu membuat ayah bangga kepadamu? membakar semua baju ayah?"
"ia tidak membakarnya yah"

sutarjo pun tidak segan-segan melancarkan tamparan dan tinjuan ke wajah halus putrinya. putrinya hanya bisa pasrah sambil menangis sekuat tenaga.

"ayah, sakit!" ucap mutia sembari menangis
"ini hukuman buat kamu. ini baju mahal, enak saja kamu merusaknya"
"tapi ia tak sengaja ayah"
"dasar anak tak berguna"

sutarjo pun melempar anaknya kearah dinding sehingga anaknya terkulai lemah. kepala mutia mengalami pendarahan hebat yang tidak dapat diselamatkan lagi. darah bercucuran di kepalanya.

"ayah, sakit. ayah, ia sayang ayah. ia tidak mau ayah marah padaku. ia mohon ayah jangan marah ia rela kesakitan demi ayah senang" ucap bibir mungil itu hingga tak bisa bergerak lagi dan meninggalkan dunianya.

tubuh itu hanya terdiam kaku, tatapan hampa, mata tertutup. dunia hanya terdiam, mendingin, hening.

sutarjo langsung berlari dan memeluk anaknya erat-erat.

"mutia! ayah sayang kamu nak. maafkan ayah nak. maafkan ayah"

sutarjo membaringkan mutia diatas pulau kapuk pink itu. sutarjo pun menuju ke arah dapur dan melihat ada beberapa makan yang sedikit berlepotan. itu di buat mutia untuknya. dia membaca sebuah pesan yang terdapat di pintu kulkas bagian bawah.

ayah, ia sayang ayah. iya ingin ayah senang atas semua yang ia lakukan. ia mau ayah memeluk ia sebagai rasa bangga ayah kepada ia. ia sayang ayah. i love u dad

sutarjo pun membaca pesan itu dan mulai berteriak histeris dan memeluk mutia sekuat tenaga.

"sadarlah nak. ayah minta maaf nak. bangun nak. nak, bangun! ayah sudah memelukmu erat-erat nak. ayah bangga dengan mu nak, ayah cinta kamu nak"

perkataan itu selalu diaucapkan sutarjo meskipun dibalik jeruji besi. 


Jumat, 09 Desember 2011

Rose



I got it full fight
I got it for people who i love
I take it to you, mom
I want to give you when you're sad
I want to return your affection
I want to show you that I love you so much mom
although only a rose
I hope you like it
I love you mom

Rabu, 30 November 2011

Frustration


Should i frustration when you left me?
Should i cry on a problem that sometimes blinds me?
what should I do when you left?
I can only silence under the light of night
because you're me
that's why I can't let you go
because when your gone
I felt parts of my body disappeared and gone
yes .. It is my heart

accompany me to play please :(



I'm just standing here without a friend
I play a game with myself
I don't know who wannna keep me company
I wanna have friends like you 
I throw the stone by my self
i'm lonely
and hope you know what i want from you

be the star

i wanna be a star
because i wanna see what did people do from above
i wanna be moon's friend
from above, i also can see you
but it just impossible hope
i never be a star
i never be something that people wait every day
but, i can be the star in your heart

from my glasses


from my glasses
I can see you clearly
I can see my life next
like a window
look at through my glasses
and you'll see my smile every day

Minggu, 27 November 2011

helo!!

i'm a new one in this pleace
i don't have friend now
i want to introduce my self
but i'm afraid to say it directly
i just can open my hand
and write it on my hand
i say "Hello friend!"
i hope we can be close friend



Sabtu, 12 November 2011

my choice, my way

many choices we don't know
many roads that we don't realize
My choice is my way
I realize that
my freedom found

only for my life
choice determines my way

2 cats in love


i can see you from this far
i try to stand next to you
but i know you wont it
from this distance i hope you know
i always hope you are mine
even you don't realize it

me

its me.. i'm alone
like i need someone beside me
but, i'm alone
i feel lonely
i wait for u
pick me up into the sky
together with you
untill i don't feel so alone

you and me



we are together


Sabtu, 24 September 2011

SYAIR KENANGAN DAN SAHABAT

Aku tertunduk menatap bulan
Jiwa beku kenang pengalaman
Ku buka sepenggal halaman
Ku rangkai helaian kenangan


Hujan tiba dunia bersedih
Menangis, aku merintih
Berlari, aku tertatih
Melupakannya, aku berlatih


Kembali aku teriris
Tapi ku tak boleh menangis
Ku bangkit untuk berbaris
menyambung hidupku yang miris


Ingin ku ulang masa lalu
Waktu k/u dan kau bersama
Bila ku berharap sesuatu
Saat itulah ku inginkanmu


Masa lalu, masa terindah
Bersamamu hilangkan gundah
Di sampingmu tenangkan resah
Sahabatku adalah anugerah

Lamban siput, salam ku luput

Sapaan lembut tiada tersambut
Hati menyurut wajah mengkerut
Ku tak berlutut tuk merebut


Kenanganku, kenangan kita
Awan kan kenang kita di sana
Akan terpajang di dinding surga
Tuk di dengar sang kuasa


Meski ku kini tak di situ
Sajak syair murung tangisku
Harapku tak lebih satu
Jaga ku di wadah kenang  mu

Jumat, 23 September 2011

kenangann..

Mungkin bagi sebahagian orang, kenangan itu hal yang biasa. Tapi tidak dengan ku. Kengangan adalah sesuatu yang sangat berharga. Kenangan adalah segalanya. Karena aku memiliki banyak atau sangat banyak kenangan di sekolah serta rumah-rumah ku dulu. Awal ku merasa kan cinta, awal aku menjalin persahabatan, awal aku mempunyai musuh dan guru terdekat ku adalah di tempat ku dulu.

Aku selalu mengingat aku berlari, tertawa dan membicarakan masalah yang akan di selesaikan dengan sahabatku. Awal aku mendapatkan semua sahabatku dan menjadi lawan dalam peperangan. Awal aku menemukan cinta ku. Sedikit lucu, tapi itu hal yang sangat bahagia. Awal aku dekat dengan guru-guru ku, curhat dengan guru yang ku rasa dekat, baik masalah cinta ataupun keluarga.
Duduk bersama di depan kelas sambil menyanyikan lagu-lagu yang saat ini masih ku kenang. Setiap ku mendengar lagu itu ingin rasanya aku menangis dan kembali mengulang masa lalu. Tapi itu hanya sebatas kenangan ibarat bintang di langit yang sulit untuk bisa di gapai.melihat wajah mereka lagi? Aku belum tentu yakin.

Tempat aku meraih semua prestasi dan masa kejayaanku. Mengikuti ajang perlombaan, walaupun tidak menang, tapi setidaknya aku bisa menambah kengangankumemenangkan dua kali perlombaan dan mendapatkan dua piala yang dipajang di etalase sekolah ku, setidaknya aku bisa membanggaan sekolahku tercinta.

Andai kata aku bisa menglang semua lagi, mungkin aku akan menggagalkan keputusan yang telah di ambil ini. Aku tak ingin jauh dar orang-orang yang encintaiku dan yang aku cintai. Mendapatkan indpirasi untuk mencipatakan sebuah lagu, kini rasanya tak ada yang bisa dijadikan inspirasi. Hidup kelam dan hampa tanpa adanya hiasan dan warna indah kehidupan yang dulu.

Aku coba untuk tertawa dengan hidup baru ku, tapi aku merasa semuanya hanya sia-sia. Tanpa mereka, aku hanyalah sehelai benang yang tak beguna keberadaannya tanpa adanya jarum jahit. Dengan tetesan air mata, aku menjalani hidupku selanjutnya. Beribu tetes tiap harinya. Andai saja yang mengerti aku, mungkin dia akan menangis bahkan terisak-isak merasakan semuanya.

Kenangan yang ku miliki mempunyai semangat hidup dan harapan tinggi. Kenangan saat aku dan mereka menunggu angkutan umu yang akan mengantarkan kami pulang hingga pukul 6 sore, di dalam angkutan umum, kami tertawa seingga tiada sediki kekosongan yang kami rasakan. Selalu ada mereka yang dapat menghiburku, nangis di hadapan mereka sambil saling merasakan apa yang mereka rasakan.
Ku hanya dapat berharap, aku dapat mengulangnya lagi. Walaupun aku  merasa ini semua tak mungkin, tapi setidaknya aku tidak akan pernah meupakan semua kenanganku. Karena dengan kenanganku lah, aku bisa seperti ini.

the star..

I saw the single star when i’m alone
I feel it was me
I saw the star more until i found something
Its crying star

I understand what did she think
She just need a friend
That she found before
They are together

She want, her memmories back
She want found them again
Her friend, her love and everything
As i feelin now...
As i fellin now..
As i fellin now..

Look at the sky
And glamour room
I try to find
But i dont

Try to figure out now
But i cant
But i cant
How must i do...... NOWWWW!!

Sabtu, 13 Agustus 2011

penyesalanku

Tara Khaisyah Aila. Itulah nama panjang ku. Teman-teman sering mamanggilku Tara. Berasal dari keluarga super duper sibuknya, membuatku sering berpindah rumah. Aku hanya “numpang” lahir di Ausie, aku tinggal di Bandung hingga aku kelas 2 SD. Lalu aku tinggal di Makasar hingga kelas 5 SD. Sempat 1 tahun tinggal di negeri sakura hingga ku kelas 6 SD. Hidup di Yogya hingga kelas 1 SMP. Bogor hingga kelas 3 SMP, dan Jakarta dari SMA hingga ku akan memasuki bangku kuliah.

Saat aku kelas 1 SMP, teman-teman memanggilku manusia purba karena aku dan keluargaku NOMADEN atau berpindah-pindah. Tapi aku tidak merespon ejekan meraka karena aku merasa, dari segi wajah, tampilanku jauh lebih cantik dari manusia purba.

Ini adalah saat-saat aku akan memasuki bangku kuliah ku. Sejak kecil, aku mempunyai banyak pengalaman menarik yang mungkin menurutku tidak dimiliki orang lain. Mulai dari keluarga, teman, sahabat, kekasih hati dan sebagainya.

Saat aku mulai memasuki kelas 2 SMP, senangnya hati ini bias bertemu teman-teman baru. Karena sudah terbiasa pindah sekolah, aku tidak merasa canggung lagi. Kania teman pertama ku dan Hafiz pandangan pertama ku.

Ketika ku buka pintu kelas, sosok yang pertama kali ku lihat adalah Hafiz. Wajah ramah dengan senyum sapanya buat ku tersenyum kaku. Karena, baru saat ini lah aku mulai merasakan jatuh cinta. Aku dengan sedikit canggung berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri. Cukup lama rasanya aku berdiri di depan mereka.

“ada yang ingin bertanya?” Tanya Bu Nani kepada seisi kelas
“saya bu” jawab seorang anak yang duduk di sudut belakang.
“ya hafiz, silahkan. Apa yang mau kamu tanyakan??” jawab guru bahasa inggris yang juga wali kelas lokal ku.
Ha? Hafis? Dia mau Tanya apa?
“Kamu punya Fb, Twitter dan sebagainya?” Tanya dia dengan tampak berani.

Seisi kelas menertawakan pertanyaan Hafiz karena dianggap lucu.tapi hafiz sepertinya tidak mendengar celotehan mereka. Hafiz segera mengambil pena dan pensil untuk mencatatnya. Dan akupun mulai menjelaskan satu-persatu. Lalu, aku mulai duduk di sebalah Kania yang tadi pagi menyapaku.

Tak lama setelah itu, bel keluar main pun berbunyi. Aku bersama serombongan teman baru ku memenuhi kantin. Saat perjalanan menuju kantin, aku melihat Hafiz dan Farhan menuju pohon yang menjadi tempat tongkrongan mereka. Sebotol teh botol dalam genggamanya dan saat dia mulai meminum teh tersebut, aku mulai terpesona akan ketampanannya. Angin sepoi-sepoi datang menghembuskan rambut jatuhnya. Lengkaplah sudah ku lihat dia.

Bel pulang yang aku dengar membuat ku bersorak kegirangan. Ku berjalan menuju gerbang menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Walalupun aku tergolong orang yang cukup atau lebih dari mampu, tapi keluargaku tak pernah menjemputku dengan mobil mewah mereka dengan alasan sibuk.

“cewe cantik jalan sendirian aja? Hati-hati lho! Ntar ada yang gangguin” usil hafiz
“emang ada ni yang gangguin”jawabku kaget
“haha. Siapa tu? Jangan bilang aku..” ucapnya sambil tertawa
“nah, kamu hebat, udah tau jawaban tanpa di bilang” ucapku sambil mencibirinya
“haha, damai. Kita kan teman. Iya kan?” lagi-lagi dengan tersenyum
“iya-iya deh” balas ku dengan balik tersenyum

Kami bercerita banyak hingga kami pulang ke rumah masing-masing.

***
Besok pagi pun, ku mulai kelas dengan pelajaran sejarah. Pelajaran yang menurut ku cukup memeras otak setelah matematika. Setidaknya, di pelajaran ini tidak ada matematika meskipun harus mengafal angka yang berhubungan dengan tahun-tahun dan tanggal pada pelajaran ini.

Anak berwajah tampan itu ternyata sangat menyukai sejarah. Terbukti pada saat Bu Nani memulai pelajaran hingga kelas sejarah usai, hanya dia yang tampak sangat serius dan memperhatikan semua pelajaran dari A-Z dengan beribu-ribu pertanyaan yang dilontarkan kepada Bu Nani mengenai pelajaran sejarah.

“wesss!! Hafiz keren ya” ujar Kania tampak malu

Ha? Kania juga naksir hafiz? Sepertinya aku mundur saja deh, lagian kania kan cantik, pintar lagi. Kurang apa coba? Tapi sayangnya dia mempunyai agama yang berbeda dengan hafiz. Tapi aku yakin, sepertinya dia akan pindah agama ke islam seperti yang dia katakan pada saat pertama bertemu

“aku dan ibuku adalah seorang Kristen, tapi ayahku seorang muslim. Aku mengatakan kepada ayah, disaat ku nanti telah mempunyai KTP, aku ingin di KTP-ku beragamakan islam”

“hm..kania!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku yang mengagetkannya
“aa..apa tar? Maaf ya, lagi gak connect” jawabnya sambil tertawa
“gak connect ato lagi henk gara-gara mikirin dia??” tanyaku sedikit jail.
“ha? dia? Dia sapa?”
“yah, lagak linglung kamu mode on nih. Ya Hafiz lah”
“hha, hafiz? Aku sama hafiz Cuma sahabatan sejak kecil”
“sahabatan sejak kecil bukan berarti bisa menghilangkan rasa cinta kamu ke dia kan?”
“haha. Alah, ngaco kamu ni.”
“ngaku aja deh kamu. Kamu naksir dia kan??”
“sttttttt…. Tar, diem-diem aja ya. Jangan sampai ada yang tau, apalagi kalo dia sampai tau”
“hha. Betul ternyata tebakan aku. Detektif gitu lho..”
“tapi kok kamu bisa tau?”
“iya donk, aku melihatnya dari wajahmu yang mempunyai ekspresi wajah yang sama seperti yang ku rasakan”
“haha. Kamu juga naksir cowok ya? Siapa tu? Bilang-bilang donk ke aku.”
“haha. Secret.” Ucapku sambil meninggalkan kelas yang saat itu masuk jam istirahat.

Aku langsung berfikir dan membayangkan, apa yang menarik dari hafiz sehingga banyak yang naksir kepadanya? Hm.. aku mulai mengkoreksi diriku dan mencari tau jawabanku mengapa sampai mencintainya. Tak sampai bermenit-menit, aku menemukan jawabannya. Dia baik, pinter, jago olaraga, rajin, sopan, ramah, keren, ganteng, dan sholeh. Lalu aku berfikir, apa mereka menyukai hafiz dengan alasan yang sama? Kurasa begitu. Siapa saja yang bertemu dengan cowok seperfect dia, otomatis akan merasa jatuh cinta.

“waw. Ratu sekolah datang!! Jalannya kiri kanan woy, kipas anginnya gak lepas-lepas, rambutnya terbang-terbang. Apa gak takut rontok apa ya?” usil Tila di telingaku.
“haha. Iya ya. Aku juga ketawa liat dia. Hmm. Jadi dia ratu SMP MULYA 1 ya? Haha. Kok mahkotanya gak ada?”

Saat asik membicarakan sang ratu, tiba-tiba sang ratu berkata

“kak, ada teman aku yang naksir kamu nih. Dia cantik lho. Mau gak?” ujarnya sambil berdiri seseorang yang duduk di kursi kantin.
“Rat, udah berapa kali aku bilang ke kamu, aku males kamu comblangin gitu. Aku hidup buat cari cewek. Lagian sama anak kecil, nggak level kakak. Ngerti kamu!!” katanya dengan membentak
“kak Hafiz! Kenapa sih kamu marah-marah, toh niat aku baik”
“jangan gara-gara kamu artis sekolah dan aku adalah kakak mu, kamu berbuat seenaknya ke aku. Jangan gitu donk. Baru exis dikit kamu udah sombong” lalu pria itu langsung pergi.

Melihat dan mendengar kejadian itu, aku langsung bertanya kepada Tila,

“til, jangan bilang kalo mereka saudaraan!”
“ya gitu deh. Mereka 1 ibu, tapi beda ayah.”
“kok bisa beda ayah?”
“iya setelah Hafiz berumur 2 tahun, ayahnya meninggal gara-gara jantung.” Jawab Kania yang tiba-tiba datang.
“dulu saat masih kecil, Ratna tak pernah seperti itu. Dia sangat baik dan lugu. Tak seperti sekarang yang sombong, angkuh, and centil.” Ucap Kania yang melanjutkan pembicaraannya.
“lho??” kejutku dan tila
“kenapaa?” Tanya Kania heran
“kamu kapan datangnnya?” Tanya kami serentak
“hhe. Tadi” jawab kania sambil tertawa dan tersenyum

***

“ATTENTION PLEASE.. GET READY.. RESPECT.. FINISH.. SAY SALAM” ucap Khairul sembari menyiapkan lokal menjelang pelajaran di mulai.
“us..us.. tar..tar.. mana Kania?” Tanya hafiz yang tampak cemas.
“ntahlah. Kujuga nggak tau”
“dia gak ngasi kabar ke kamu?”

Aku hanya menggeleng karena aku sedikit cemburu melihat perhatian yang diberikan hafiz kepada kania. Aku tau sih mereka sahabatan sejak kecil, wajar saja mereka saling perhatian, tapi aku sangat cemburu. Sedangkan aku tak pernah mendapatkan perhatian dari Hafiz.
Kini saat nya jam istirahat di mulai. Aku yang tidak ada teman pergi ke kantin sendirian dan memesan 1 mangkok bakso dengan kecap ekstra. Tiba-tiba datang Fauzan lokal 8.C menemui ku
“apa disini kosong? Boleh aku duduk?” tanyanya

“ya, boleh, duduk aja”
“hmm.. makasi, kalo boleh Tanya, kamu Tara anak baru 8.A itu ya?
“Lho? Kok kamu tau?”
“haha. Hafiz yang certain ke aku. Aku kan dekat sama hafiz.”

Kami pun berbicara sambil tertawa bersama. Ternyata fauzan juga anak yang kocak. Haha. Ketawa aku lihat aksi dan tingkah dia. Tiba-tiba, Hafiz menyeretku dan mengajakku pergi ke tempat lain dan meninggalkan fauzan sendirian tanpa pamit.

“tar, kamu tau fauzan gak sih?”
“kan dia teman kamu?”
“teman? Nggak tuh. Aku musuhnya dia”
“terus, kok tadi dia bilang…”
“bilang teman kata kamu? Itu dulu. Bukan sekarang”
“lho? Kok gitu?”
“dulu aku dan dia sahabatan. Tapi ada sesuatu yang membuat aku membencinya dan itu tak bisa ku katakan padamu.”
“merebut kania dari kamu?” jawabku pelan
“lho??”
“betulkan?” Tanya ku sambil merunduk dan menjatuhkan air mata
“kok kamu tahu?”
“melihat kania yang sangat dekat dengan fauzan dan tampaknya dia tak mendengarkan mu. Apa kamu mencintainya? Katakan padanya kalau itu yang kamu rasakan..”
“tidak! Bukan dia.” Jawabnya pelan
“lalu siapa?”
“aku mencintai seseorang yang baru ku kenal. Tapi ku tak mengetahui perasaannya. Andai saja dia mencintaiku seperti aku mencintainya.” Jawabnya pelan
“kalau kamu memang cinta dan sayang kepadanya, lebih baik kamu ungkapkan saja. Siapa tau dia juga mempunyai perasaan yang sama kepadamu. Dia telah terlalu lama menunggu mu. Katakan agar dia mengetahui perasaanmu.” Jawabku dengan sedikit berteriak.
“aku tak berani. Aku tak ingin cinta ku bertepuk sebelah tangan. Lebih baik dia menyadari sendiri perasaanku.”

Ya tuhan, apa yang dia katakan tadi? Apa benar orannya tu aku? Apa benar dia mencintaiku?
Tapi, aku tak merasa begitu. Ku yakin dia bukan mencariku. Tapi, disisi lain aku merasakan cintanya padaku. Tapi, alangkah lebih baik kalau dia MENGETAHUI SENDIRI.

“terserahlah kalau itu mau kamu. Tapi, jangan biarkan dia menunggu terlalu lama atau bahkan dimiliki yang lain”
Aku segera meninggalkannya yang terdiam dibawah pohon yang menjadi tempat tongkrongannya.

***

“selamat ulang tahun anak mama dan papa tercinta. Semoga apa yang dicita-citakan jadi kenyatakan. Papa mama sayang tara..”

Tepat tanggal 29 januari yang merupakan hari ulang tahunku, tak lagi ku dengar ucapan itu dari kedua orang tuaku. Mereka yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing hingga melupakan tanggal yang berguna bagi ku. Tepatnya ini adalah ulang tahun yang keduaku memijaki bangku SMA

Pagi ini kulangkahkan kakiku dengan sangat tak bersemangat. Rasanya tak ada yang mengerti aku. Ku coba melangkah dengan terpaksa menuju sekolah ku. Pelajaran yang ku jalani sangat tak menyenangkan. Diawali dengan matematika, dilanjutkan sengan sejarah, disusul lagi dengan fisika, dan di akhiri dengan bahasa Indonesia. Teman-teman tampak tak ada yang tahu dengan hari ulang tahunku.

Aku benar-benar merasa tak diperdulikan. Saat ku mencoba menyapa Aista, tiba-tiba Alista berbicara dengan temannya yang lain, Galih ku cari, sedang bersama teman-temannya. Hanya aku yang sendiri.

Di rumah tak dapat perhatian, di sekolah bagai tak dianggap. Padahal aku ingin sekali berteman dengan mereka. Aku ingin sekali mereka memperdulikanku, bukan mengacuhkanku.
Lagi-lagi ku pulang dengan angkot. Angkot yang ku naiki berjalan sangat lambat sehingga membuatku tambah tak bersemangat. Ku sapa teman-teman melalui sms, tak ada satupun yang menjawab. Sungguh malang hidup menjadi Tara Khaisyah Aila.

Andai saja mereka tau aku kekurangan perhatian dan kasih sayang, mungkin ku merasa meraka
akan peduli terhadap nasibku.

Hal yang buruk terjadi padaku. Hingga jam 23.00, ku melihat handphone, belum ada pesan selamat ulang tahun masuk ke hp ku. 23.12, hp ini tetap saja tak berdering. Tak ada satupun pesan, baik dari teman maupun orang tua. Aku mulai percaya, apa mereka benar-benar telah melupakan atau telah tak menganggapku lagi? Sekarang telah menunjukkan jam 23.38, hanya beberapa menit lagi, hari ulang tahunku terlewatkan.

Aku mulai sedikit pasrah dan khawatir. Aku mulai tak bersemangat, ku coba berbaring diatas pulau kapukku yang berwarna pink sambil menatap handphone dengan sedikit penuh harapan. Sekarang telah menunjukkan jam 23.51. aku mulai tak memikirkan pesan itu lagi. Air mataku semakin deras karena tidak ada yang mau memikirkanku. Kemana hafiz yang dulu selalu menjadi orang pertama yang memberikan ku ucapan selamat ulang tahun? Aku mulai menangis, terisak. Kemana kalian semua? Saat aku membutuhkan, kalian pergi tanpa ada satupun pesan. Sudah jam 23.56 ku mulai memejamkan mata dan mulai tak memikirkan lagi.

Tok…tok… kring..kring..

Aku yang hanya sendiri di rumah mewah itupun berjalan ke bawah dan membukakan pintu. Tepat jam 23.59, ku membuka pintu yang lumayan besar. Jam 24.00 ucapan selamat ulang tahun yang pertamaku kini ku dengar. Seorang anak SD berkaca mata datang dan memelukku.

“selamat ulang tahun ya kak, semoga kakak menjadi orang yang dinanti-nantikan bagi seluruh dunia.”
Aku mulai terharu, dan ku menangis karena seorang anak kecil telah memikirkan perasaanku.
“maaf bang hafiz nggak bisa datang, karena hari ini di sana masih sekolah, jadi dia tak bisa kembali ke Jakarta dan meninggalkan sekolahnya.”
“gak apa dek. Setidaknya Hafiz masih sehat-sehat saja, ini merupakan kado terindah untuk kakak”

Aku mencoba memaklumi keadaan ini. Tepat pukul 24.00 meskipun itu bukan hari ulang tahunku lagi, setidaknya ku mendapatkan ucapan selamat ulang tahun yang dapat menenangkan ku. Terima kasih Hafiz, walau kamu tak datang, aku cukup senang karna adikmu bisa datang dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun padaku. Seorang anak kecil yang tengah malam berjalan dari rumahnya ke kediamanku tampak sangat mustahil, tapi ini mungkin saja terjadi.

“kamu gak masuk? Udah malam lho!”
“nggak apa kak. Aku harus buru-buru”
“ok dek, makasi ya. Sampaikan salam kakak buat hafiz.”
“iya kak, sama-sama.”

Walaupun hanya bocah kecil, tapi pada saat itu, aku merasakan hafiz ada di dekatku dan mengawasi gerak-gerikku. Hafiz, kamu di mana? Apa kamu melupakanku? Kenapa tidak kamu langsung yang mengucapkannya? Apa kamu mengetahui aku sangat merindukanmu?
Memang, setelah tamat SMP, Hafiz melanjutkan SMAnya di Singapura bersama tantenya yang berada di sana. Dia mendapatkan beasiswa dari pemerintah akibat kepintarannya. Aku sangat sedih saat mengetahui aku dan dia sudah berada sangat jauh.

Aku dan dia memang tak pernah pacaran, tapi aku masih menyimpan banyak perasaan kepadanya. Andai saja kini dia mengetahui perasaan ku. Semoga dia tak menemukan wanita cantik yang dapat merebut hatinya. Teman-teman banyak yang mengatakan kalau sebenarnya hafiz sangat mencintai ku, tapi dia tidak ingin mengatakan padaku karena dia tak berani. Kania pun juga mendukungku dengan hafiz meskipun dia tahu, dia juga sangat mencintai hafiz seperti yang ku rasakan.

Walaupun dia kini di negeri yang jauh, setidaknya aku masih bisa merasakan kehadirannya yang selalu bersamaku, mengawasiku dan menenangku disaat ku suntuk. 3 kali setahun aku dapat bertemunya di Jakarta. Rindu yang membludak ini hanya bisa ku tahan dengan tertawa bersama teman. Tapi saat kesendirian menyertai ku, banyangan nya kembali teringat dalam anganku.

***

Hari kelulusanpun datang, dengan nilai yang cukup membanggakan, aku dapat lulus dan membuat orang tuaku bangga. Hafiz berjanji, 1 minggu setelah hari kelulusan, dia akan datang dengan membawa sebuah kejutan untukku.

***

Tepat 1 minggu setelah hari kelulusan, aku menunggu kedatangan Hafiz dengan kejutannya. Di cafe tempat kita sering duduk, mengumpul dan merupakan tempat kenangan kita.

Tak lama setelah ku menunggu, datanglah pria tampan itu dengan wanita yang di gandengnya.
Apa? Apa ini yang dia katakan kejutan? Kekasih baru yang di dapatkannya sangat cantik. Beda sekali denganku. Aku langsung menangis melihat semua ini.

“tar, kamu kok nangis?”
“nggak kok, Cuma senang aja bisa ketemu kamu”

Ku tak berani mengucapkan yang sebenarnya. Kemesraan mereka mmbuatku sangat cemburu. Apa bila ini hadiah yang di maksudkannya, lebih baik ku tak datang dari pada aku harus tersiksa seperti ini. Saat ku Tanya apa mereka pacaran, hafiz hanya menjawab kami teman akrab. Apakah teman akrab itu harus selalu berdua dan membuat ku sakit hati? Sungguh tak bisa ku melihat kenyataan ini. Ku hanya bisa ikut tersenyum ketika mereka tersenyum. Hanya 1 jam bertemu, aku berpamitan pulang.

“haf, aku pulang dulu ya. Kasihan mama di rumah sendirian.”

Tanpa ada jawaban “IYA” dari hafiz, ku segera berlari sambil menangis. Telah lama ku menunggu nya, telah lama ku pendam perasaan ini, telah lama ku ingin bertemu, tapi ini yang dia berikan padaku. KAMU NEGRTI NGGAK PERASAAN KU…… wanita itu menggunakan kalung yang sama dengan kalung pertama yang dia berikan padaku. Apa tujuan dan niat dia sebenarnya? Dia ingin menyakiti hati ku? Dia ingin membuat ku terluka? Seberapa bencikah dia pada ku?

Dari komik detektif conan yang ku baca, kini ku manyadari dan ku akui bahwa cinta itu NOL. dikalikan dengan berapapun, hasilnya hanya penderitaan.

Sesampai dirumah, ku mulai menangis dan melempatkan bantal sebagai pelampiasan kesal ku. Kenapa dia tak mengetahui perasaan ku? Mengapa dia begitu ingin menyakitiku??

1 minggu hafiz berada di Jakarta, aku tak pernah menemuinya lagi setelah kejadian itu. Semua pesan, surat darinya ku hapus dan tak ku balas. Sakit hati ini betul sangat membutakan hati ku. Untuk apa aku menunggu bertahun-tahun demi harapan yang tak pasti ini? Untuk apa aku menunggu demi cinta hampa ini??

UNTUK APA AKU HIDUP BILA HANYA BERISIKAN PENDERITAAN??

Kini adalah saat dimana hafiz akan kembali ke singapur. Ingin rasanya aku menemuinya, tapi aku tak ingin menemuinya. Dan tak ku sangka, sms yang berisikan “aku akan kembali ke singapur, jaga diri baik-baik. Rajin belajar. Ku ingin melanjutkan kuliah di singapur dan ku harap aku akan bertemu dengan mu di singapur dan kita akan bersama-sama disana. Hanya kau dan aku.” Akan menjadi pesan terakhir yang ku dapatkan darinya.

***

Pagi yang mendung itu, ku tonton berita yang menyatakan bahwa terjadi kecelakaan pesawat. Seketika ku menyadari bahwa pesawat itu adalah pesawat yang di tumpangi hafiz saat perjalanan pulang menuju singapur. Dan yang lebih menyesal adalah pada kecelakaan pesawat itu, tidak ada satupun yang selamat.

Ku menangis sekencang mungkin dan ku pergi menuju rumah hafiz yang di Jakarta, mereka tampak berduka dan sangat kehilangan karena seorang hafiz yang sangat mereka banggakan harus lebih dahulu pergi meinggalkan mereka.


Ibunya yang dengan perlahan menuju kearahku langsung memelukku dengan penuh tangis.

“hafiz tewas tar. Hafiz tewas. HAAAAAFFIIIZZZZ!!!!” teriak seorang ibu yang tak ingin kehilangan anaknya.

Adiknya langsung memegang tanganku dan membawaku ke kamar hafiz. Saat aku masuk, aku melihat diatas mejanya terdapat foto ku bersamanya. Aku langsung menangis melihat foto itu. Raihan mengambil secarik kertas yang berada di laci mejanya. Kertasnya tampak lusuh.

“sebenarnya, sejak smp bang hafiz ingin memberikan surat ini ke kakak, tapi dia sangat tak berani. Dia takut kakak menolaknya. Sampai sekarang dia sangat mencintai kakak. Sebenarnya dia tak ingin ke singapur. Tapi, papa dan mama menyuruhnya untuk pergi kesana demi ilmu”

“tapi dek, dia sudah tak mencintai kakak lagi. Dia telah mendapatkan wanita lain”

“sebenarnya dia tak mencintai wanita itu. Hanya paksaan dari tantenya. Bang hafiz menyuruh dek malam-malam mengucapkan selamat ulang tahun ke kakak karena dia sangat sanyang dan mencintai kakak”

“tapi, mengapa dia tak menelfon atau mengirim email dan pesan?”

“karna dia terlambat mengucapkannya, dia takut. Kalau dia mengecupkan terlambat, kakak akan marah kepadanya. Bisa dikatakan, dia adalah orang yang sangat mencintai kakak dan paling tulus mencintai kakak apa adanya. Hanya saja dia sedikit tak berani” ucap raihan yang sengat sedih sambil memberikaku surat itu dan meninggalkanku sendirian di kamar hafiz.

Awan tertawa ria, dan rembulan tersenyum ramah
Ku tertunduk malu dengan perasaanku
Ku raih bintang untuk ungkapkan ini padamu
Sang raja surya memberikanku kekuatan
Ku ucap rasa cinta yang tertahan
Ku ucap dengan keyakinan dan kesetiaan
ku harap bintang malam ini menyampaikan pesan
sayup sayup sampai terdengar di telingamu
ku senantiasa merindukamu dan mencintaimu hingga ku tiada

membaca surat itu, ku terduduk dan meratapi semuanya. Andai saja ku ungkap perasaan ini, tiada penyesalan yang tercipta.
Hafiz!!!!! Ku ingin di alam sana kau mengetahui bahwaku sangat mencintamu, sayangat menyayangi mu. Ku ingin kite bersama hingga akhir hayat.

***

5 tahun kemudian

“Haha, Fauzan.. kamu ni ada-ada aja”

“aku serius. Aku sayang banget sama kamu.”

“tapi aku mencintai seseorang yang sampai sekarang ku tak bisa melupakannya”

Datang angin yang berbisik di telingaku, terima saja dia bila itu membuatmu bahagia. Jangan fikirkan aku. Aku tak akan bisa kau lihat lagi. I love u.

“baiklah zan, aku juga mempunyai rasa yang sama denganmu”
“kamu serius?”
“iya, sungguh”
“I love u”
“love u tu”

Haf, walau sekarang aku bersama fauzan, tapi ku tak akan pernah meluupakanmu karna aku sangat mencintaimu.


Sabtu, 25 Juni 2011

best think that i love

i have tought about the best thing
i have wrote the good story about my live
i have saw that fantastic phenomen
i have life in this earth

no more one talk to me that i'm loser
no more one talt to me thati'm distroyer
everyone talk to me that i'm the wealht
that hide under the land

i feel better than before
i love my life
because of that i wanna life for always

thanks god you gave me the good think in my life
thanks for ya
that have gave me the best thing that i love

i feel my soul
free without load
i feel happy
but i was death

i wanna life back
to see ya
to find ya
that have change my life to be better

waktu terindah

sebuah waktu yang terindah
waktu-waktu yang berlalu
andai saja bisa terulang
perpisahan tak kan terjadi di hidupku

perpisahan memang menyedihkan
tapi hanya tuk sementara

begitu yang kita alami
waktu yang kita lalui penuh canda tawa
dan canda tawa

yang tak mungkin akan terulang
tak mungkin akan terulang
di hidupku
di hidupku

kini air mata mengalir dipipiku
terasa sangat menyedihkan
perpisahan pasti kan terjadi
tapi tak tuk selamanya

seakan berubah

sore yang melelahkan
akan ingin ku ulang
dan entah mengapa bisa
ku tak tau akan dunia

diwaktu ku sedih dia selalu ada
menghiburku dengan senyuman manisnya
dan kini mengapa bisa terjadi
sikapnya berubah seakan ku tak kenal dia

ku ingin dia kembali
seperti masa lalu
yang slalu ada di sisiku
kapan dan apapun terjadi

ku tak pernah bisa membencinya
masih melekat rasa persahabatan
tak akan hilang walaupun kau berubah
tapi ku kan slalu buatmu kembali sempurna

aku tak berhasil merubah sikapnya
tapi ku kan selalu tetap berusaha
walalu sangat sulit untuk melakukan
tapi kakn berusaha demi persahabatan kita..

Rabu, 22 Juni 2011

hari terakhirku..

"INI ADALAH HARI TERAKHIRKU, BUKAN HARI TERAKHIR UNTUK HIDUP, TAPI HARI TERAKHIR UNTUK MEMIJAKI TEMPAT INI."

"INI ADALAH HARI TERAKHIRKU, BUKAN HARI TERAKHIR UNTUK BERNAFAS, TAPI HARI TERAKHIR UNTUK MELIHAT WAJAH MEREKA"


Kenalkan, aku Caroline Aftar. aku ingin bercerita tentang kisah hidupku dimana aku harus mencoba untuk meninggalkan segalanya, segal kenangan yang tak ingin ku tinggalkan.

hampir genap 2 tahun aku mengenal mereka, aku mengetahui semua sifat mereka dan bahkan telah berteman akrab dengan mereka. tapi, karena hal ini, aku harus berusaha untuk meninggalkan mereka.

hari itu..

aku mendapat kabar bahwa aku akan pindah dari sekolah yang sangat ku cinta. sekolah yang ku cinta dan tempat yang sangat berharga.tempat aku berbagi canda tawa dengan mereka, tempat aku menemukan cinta dan mendapatkan banyak ilmu. tempat yang bisa dikatakan sangat bersejarah.

tempat ku untuk berbagi, aku harus tinggalkan.

"apa? adek mau pindah?" ujar temanku yang mendengar ceritaku. usianya cuma beda beberapa bulan denganku, dan aku lebih tua darinya, tapi karena kebiasaan ku manggil kakak, jadi dia memanggilku adek.

"iya kak, dek juga gak mau, tapi ya mau gimana lagi?! dek nurut aja kak" jawabku pelan

dunia diam sejenak dan tak berputar. begitu juga aku dan kak Mora. tiba-tiba,

"dek, jangan lupain kakak ntar ya!" dia langsung memelukku dan meneteskan beberapa air mata.

aku mencoba untuk menenangkan kak Mora, tapi sia-sia. kami larut dalam tangis.

pada saat itu, aku merasa sakit hati dengan seseorang yang sangat ku cinta dan ku percaya, jadi ku ingin menjauh darinya dan ku ingin untuk melupakannya. hal itu membuat kuat tekatku untuk menjauh darinya.

tapi, aku ingin mencintai seseorang terakhir dalam hidupku untuk di sekolah itu. telah lama aku memendamnya tapi sulit untuk aku ucap.

tiba-tiba, handphone ku berdering, saat ku lihat terdapat sebuah pesan dari seseorang yang ku incar, pesan itu berisi

"lin, kamu betulan mu pindah? apa kamu yakin dengan keputusan kamu? apa kamu nggak tau kalo kita semua sedih kalau kamu nggak ada? apa kamu tau kalo kamu berharga buat kita?"

hal itu membuat aku berfikir 2x. tapi percuma. aku tak menemukan jawaban untuk membantah. aku hanya bisa menuruti keinginan prang tuaku.

mendengar itu, semua teman-teman ku menjadi sedih. mereka menatapi ku dengan wajah yang tampak memintaku untuk berfikir lagi, aku cuma bisa berkata,

"maaf semua, keputusanku sudah bulat. tahun depan, aku tak akan di sini lagi"
"tapi lin.."
"maaf ya fah, itu udah gak bisa di ganti. aku tau apa yang kalian rasakan, tapi aku tak bisa berbuat banyak. tapi aku janji, aku akan menemui kalian di lain waktu! aku janji!!"

besoknya adalah hari penerimaan rapor, itu adalah hari terakhirku untuk berada di sini, teman-teman mengadakan acara sederhana yang sangat berkesan untukku. ada yang meneraktir ku es krim dan memberikan ku hadiah. aku hanya bisa membalas dengan secarik surat

"Aku sangat senang berada di sini. tapi, hal ini tak bisa membuatku bertahan lebih lama. aku tak ingin pisah dengan kalian semua, tidak kah kau tahu bahwa kaluan sngat berharga??

Di tempat ini, aku mendapat banyak teman, aku tahu setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. tapi, apa gunanya bertemu bila akan di pisahkan? apa gunanya aku mengenal dan bertemu kalian bila akan seperti ini?

Ini adalah hari terakhirku untuk berada di sini dan untuk menatap wajah kalian. jangan sedih, aku kan kembali. aku tak akan jauh dari kalian. aku tak ingin berpisah dengan kalian.

Ini adalah hari terakhirku untuk menginjakkan kaki di sini dan jangan lupakan aku. ku tak akan lupakan kalian. walau kita jauh, hatiku ada di samping kalian."


mungkin ini adalah surat terakhirku untuk mereka. selamat tinggal semua...

Rabu, 15 Juni 2011

aku benci diri dan hidupku

pagi ini terik sang surya sangat menyilaukan. aku tak bisa berlaku apa-apa. hanya bisa menanmpung tangan dan duduk di trotoar menanti belas kasihan seseorang yang ingin memberikan ku sedikit recehan yang ada di kantung mereka. sebenarnya, bukan ini lah pekerjaan yang ku inginkan. sukses, cantik, kaya, dan bisa membeli apa saja yang diinginkan, kriteria itulah yang aku inginkan. tapi, gempa dan tsunami aceh itu telah menggalaukan harapanku. dulu, aku adalah bunga desa yang terkenal di tempat tinggak ku, kini aku orang yang paling jelek di antara mereka. bangunan rumahku telah melumpuhkan kaki dan merusak paras cantikku.

kini, setiap harinya aku harus "ngesot" kurang lebih 1 km dari istana ku.

suatu ketika, aku melihat seseorang pria tampan yang duduk di sebelahku. pria itu sangat ramah. menyapa ku dengan senyum lembutnya

"pagi ini panas ya, tak seperti biasa" sapa ramah pria itu

semulanya aku hanya terdiam. tak pernah ada sebelumnya pria tampan yang mau menyapa ku ramah bila melihat wajahku sekarang. aku beranikan diriku untuk menjawab sapaan yang myngkin hanya sekali setelah wajahku berubah.

"i..iya.. panas sekali" jawab ku sedikit gugup.

lalu pria itu pergi meninggalkan aku. aku sedih sekali. karena jarang ada yang menyapaku. bebrapa menit kemudian, pria itu datang dengan membawa minuman

"kalau panas, pasti kamu haus. iya kan?" tanyanya dengan senyum melebar, dan tangannya memberi ku minuman yang sudah lama tak ku minum. bisa di taksir harga 10.000 satu botolnya.

"untuk ku?" tanya ku meyakinkannya

"tentu saja. kalo tidak, untuk siapa?" jawabnya sambil tertawa

aku merasa malu dan tidak mengambil minuman itu karena ku merasa minuman itu terlalu mahal untukku. pria itu menatap wajahku lekat-lekat

"ayo, ambillah. aku sengaja membelikan ini untukmu. aku mohon kamu mau terima" pintanya dengan penuh harap.

"tapi,," sebelum melanjutkan kalimatku, dengan tegas, dia menyambung pembicaraan

"ayolah! aku mohon" harapnya

aku hanya bisa meraih botol itu sembari bercakap-cakap. walaupun baru kenal, tapi kami sangatlah akrab.

"astaga zik, udah jam 12. aku harus ke kantor. ada miting jam 1. dadah! bertemu lagi ya besok di sini" lalu dia segera pergi.

2 jam yang sangat menyenangkan dalam hidupku. setelah bertemu dengannya, aku sangat bahagia, setelah dia pergi, aku ingin menangis. apakah aku? ah! tidak mungkin. aku dengannya??? seperti langit siang dan malam yang tak akan pernah menyatu. sepertinya dia orang sibuk. terlihat jelas dari saku bajunya yang terdapat sebuah surat resmi, mata yang tampak sedikit layu, mungkin karena dia begadang. mata merah seperti sehabis mengetik lama di depan layak komputer lipatnya.

aku tahu siapa namanya. aku tahu sekarang bahwa dia bernama gyoma. nama yang bagus untuk orang kaya seperti dia. sedangkan aku, zika. nama yang sangat jelek. wajahnya, astaga!!!!!! tampan sekali. tadi dia mengenakan kemeja biru dengan dasi abu-abu dan celana jeans hitam. dia tampak menjinjing jas abu-abu yang tampoak sangat keren bila dia menggunakannya.

seminggu kami selalu bertremu seperti itu. akhirnya dia mengetahui latar belakang ku. kami sudah mengenal jauh satu sama lain.

"gyo, besok mau ya datang ke sini sekitar jam 5 sore. aku ingin mengatakan hal penting" tegas ku sambil dengan yakin untuk mengungkapkannya.
"aku usahakan ya" ucapnya tampak ragu, tapi masih sempat tersenyum ramah.

besoknya, dengan mengenakan pakaian terbaikku, meskipun tak terlalu bagus dan aku berdandan rapi, aku menuju tempat biasa dan menunggunya. 3 jam sudah aku termanggu menatap jalanan dan menunggu kehadirannya. tapi, tetap tidak ada. aku mulai putus asa. mataku sudah bengkak menahan air mata. tapi, harapan ku tetap saja hancur. dengan rasa kecewa, aku mencoba "ngesot" ke rumah ku. tapi, aku berniat untuk berhenti sebentar untuk duduk di sungai sambil menanti bintang.

tapi, saat diperjalanan, aku melihat seorang pria tampan yang sedang duduk berdampingan wanita cantik di kursi pelaminan. hal yang sangat membuatku menngis adalah dimana aku melihat bahwa pria itu adalah GYOMA. ternyata, dia melupakan janji nya kepadaku. aku merasa sangat kecewa. maku menyadari bahwa aku hanyalah wanita jelek dan bodoh yang berharap dapat bersama pangeran. aku sudah lupa diri siapa aku? manusia bodoh.

AKU BENCI DIRI DAN HIDUPKU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ku ucap keras saat aku hanya sendiri menatap bintang di sungai yang sangat indah. aku segera berfikir bahwa surga itu indah. aku menceritakan semua kejadian itu pada bintang, dan bintang tampak berkedip sambari berkata "sabar!!" tapi, menurutku,,?

ku ambil pisau lipat yang terdapat di selala-sela bajuku, lalu aku telah terbang dan bebas. sekarang aku tak mungkin bisa bertemu dia. mungkin aku akan masuk koran yang akan dibacanya esok hari.

Minggu, 15 Mei 2011

its too late to say

perasaan atau cinta terpendam kadang sangat menyakitkan. apalagi terpendam sampai bertahun-tahun. begitu juga dengan keysa.tanpa keberanian untuk mengungkapkan perasaannya pada sahabat dan juga cinta terpendamnya.

sebelum penyesalan terjadi.

dulu mereka tidak saling kenal.hal unik lah yang mempertemukan mereka. saat mendaftar ke sekolah sma faforit di tempat itu, kesha yang merupakan murid yang pintar itupun mengikuti test. begitu juga dengan galuh. murid pintar di smp nya. mereka tidak saling knal setelah romi, teman kesha mempertemukan mereka berdua. kesha tidak merasakan apa-apa kepada galuh dan sebaliknya. walau hanya sebentar, ksha sempat bertanya

kesha : kemarin rangking berapa?
galuh : ranking 2
kesha : waw! sama dong sama gw. rata-rata lu berapa?
galuh : 91

kesha terdiam sejenak karena rata-rata nilainya diatas kesha yang hanya 89. galuh pun pergi mengejar romi. galuh memiliki tampang yang bisa dikatakan tampan. selain itu, dia juga jago di bidang olah raga terutama lari.

setelah kejadian itu, mereka tidak saling bertemu. kesha pun telah lupa dengan tampang galuh. besonya, ksha melihat cowo cakep bersepeda menuju sekolah favorit itu untuk mendaftar, tapi kesha lupa-lupa ingat wajah anak itu. padahal itu adalah galuh.

hari penentuan pun datang. akhirnya kesha pun lulus masuk ke sekolah itu dan masuk ke lokal unggul. dengan paras wajah bahagia, dia memulai harinya yang telah mejadi murid sma. kesha di lokal 10-1. hal yang sangat mengjutkan adalah dia selokal dengan galuh. akhirnya dia dapat mengingat wajah galuh.

awalnya mereka tidak akrab. tapi karena satu kelompok dalam sebuah mata pelajaran,akhirnya mereka dekat dan mnjadi sahabat. dalam kelompok itu, mereka sangat akrab dan kompak. mreka bertukaran nomor hp sambil tertawa.

setelah mendapatkan nomor hp kesha, galuh menelfon nomor tersebut.
KRIIINGG

telfon pun berbunyi. tapi kesha yang saaat itu sedang kluar, tidak sempat menganggat telfon itu. galuh menelfon 5 kali. tapi tak ada jawaban. setelah sampai di rumah, ksha langsung meng cek hp nya yang ternyata terdapat 5 misscalls. kesha pun mengirim sms kepada galuh

kesha : gal, sory ya. tadi gw keluar gak bisa ngangkat telfon lu. ada apa gal?
galuh : nggak kok. gw cuma mastiin kalo ini beneran nomor lu. gua fikir lu boongan, tenyata nggak

mereka pun larut dalam smsan. begitu juga di hari kemudiannya. semakin hari, mereka semakin akrab.

tapi, dalam hati yang paling dalam ksha mencintai galuh. tapi, dia tak berani mengungkapkannya karena ksha telah mempunyai pasangan. dan, pasangan nya itu berteman baik dengan galuh. terpaksa dia pendam perasaan itu. karena keakraban mereka, banyak yang telah menebak perasaan kesha kepada galuh. tapi galuh mencoba untuk menangkis kabar itu.

kesha hanya diam. hanya bberapa orang yang mengetahui perasaan. teman-temannya itu mencoba untuk menyelidiki perasaan galuh kepada kesha. saat ditanya, galuh hanya tertawa dan malu-malu. teman-temannya pun menyimpulkan bahwa gakuh juga mencintai kesha. tapi, ksha tetap membungkam mulutnya karena belum yakin dengan pernyataan teman-temannya.

saat kesha telah yakin perasaan galuh kpadanya, ada saja yang membuat kesha sakit hati. pagi menyembunyikan cahaya terangnya, dunia ikut menangis akan pedih yang dirasakan kesha. di depan matanya, galuh menembak cewe yang berteman dengan kesha. kesha mengatahui bahwa cewe itu jauh lebih cantik di banding dia. tapi, kesha juga cukup cantik, mengapa bisa??

kesha yang sangat murung itupun mencoba untuk berdiam diri di kamar, mencoba untuk tersenyum di hadapan galuh yang sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tetng perasaan kesha.

kesha mencoba mengikhlaskan galuh. smentara galuh berusha untuk menjodohkan kesha dengan sahabatnya yang juga mencintai kesha. hati kesha seakan. karena kesha yang berusaha ingin mlupakan galuh itupun mulai merelakan galuh dan mencoba untuk bersama patra, sedangkan saat itu dia masih bersama sem.

ksha dan patra pun telah menjadi sahabat sperti halnya saat kasha bersahabat dengan galuh. beberapa hari kmudian, kesha dan galuh pergi sekolah bersama dengan angkot dan galuh yang membayar ongkos itu. galuh yang biasanya duduk di sebelah supir, sekarang entah mengapa duduk sdi sebelah kesha. karena saat itu angokt penuh, terpaksa mereka dudk sempit-sempitan dan berdekatan.

kesha mencoba bertanya kpada galuh tentang hubungannya

kesha : gal, gimana hubungan lu sama dia?
galuh : aman kok
kesha : syukur deh (mncoba untuk tersenyum)

akhirnya mereka sampai di sekolah. saat mereka datang, teman-teman menrtawakan mereka karena dia anggap siap kencan.

kesha yang saat di angkot itu memperthatikan gerak gerik galuh yang salting tertawa ringan. tapi dia coba untuk tidak mengungkapkan perasaannya.

akhirnya datang hari kenaikan kelas, kesha mencoba untuk menunggu kedatangan galuh yang tak kunjung datang. sementara itu kesha dan patra telah jadian sedangkan galuh saat itu sedang lajang. sungguh sakit hati kesha karna setiap dia mempunyai pacar, galuh selalu single.

hal yang tak di inginkan tiba

galuh : kelas berapa lu kes?
kesha : 11 ipa 2
galuh : wah kita sama donk.

kesha saat itu sangat bahagia karena 1 kelas lagi dengan galuh, tapi,

galuh : kita sama kalau gua gak pindah sekolah
kesha : maksud?
galuh : gua pindah, gw gak sekolah di situ lagi.

ksha menangis. saat dia ingin menyatakan perasaan kepada galuh, galuh telah pergi. cinta 1 tahun itu terkubur terpaksa harus di pendam untuk selamanya. 2 insan yang etrnyata saling dicintai, tidak akan pernah bersatu lagi.

Selasa, 10 Mei 2011

cerita awal lagu gw

gua nisa safira imran untuk sekarang, gw masih kelas 2 smp. gw termasuk anak yang fanatic banget sama lagu. sejak gw kelas 6 sd, gua udah ngarang lagu. dan sekarang jumlah lagu karangan gw 8. tapi, gw gak pernah mempublish lagu gw. kalo ada acara di sekolah, baru gw publish.

gw dapet inspirasi bikin lagu dari teman dan cerita gw. kadang gw ngakak kalo ingat masa2 gw yang mikir sendirian di kelas buat cari inspirasi, terus kebikin banyak lagu. lagu gw yang paling terkenal di sekolah itu "seakan berubah". lagu ini menceritakan tentang persahabatan gw. gw dulu pernah punya teman cwo. gw n teman gw cwe plus dia. jadi kita 3 orang. dulu gw sama dia itu dkat banget. yang paling gua ingat itu dia sering salah manggil nama gw. nisa, dia manggil LISA.. aneh kan? terus, manggil gw nis n terkahir ca. itu soib gw yang dulu paling baik banget. tapi, dia udah berubah aja sesuai dg lirik lagu gw

"diwaktu ku sedih dia selalu datang
menghiburku dengan senyuman manisnya
tapi kini mengapa bisa terjadi
sikapnya berubah seakan ku tak kenal dia"


dari lirik lagu gw itu jelas kalo itu menceritakan tentang persahabatn yang kayaknya hampir hancur. dan juga di part ke 2 lagu gw, gw nulis
"ku tak pernah bisa membencinya
masih melekat rasa persahabatan
tak akan hilang walaupun kau berubah"


walau gitu, gw gak pernah benci ke dia. walau dia brubah skalipun. gua tetap nganggap dia sahabat gua. walau sekarang udah gak satu sekolahan lagi.

terus, di lagu gw yang baru gw bikin, "sorry from me" lagu ini menceritakan tentang kesalahan gw sama "sahabat" gw dulu. di teks ini menjelasin banget kalo gw pengen minta maaf
"sorry from me honest from my heart"

and, ada lirik yang bilang kalo dia tetp 1 di hati gw "everything will happend you always just one in my heart"


kalo untuk lagi ini, teman2 belum banyak yang tau karna belum gw publish. trus gw juga pernah bikin lagu "kacau balau" bareng teman2 kelas 7 gw. samapai sekarang, tu lagu gak kelar2. cuma baru di reff doank. hha. hebat benner gw bikin lagu 1 tahun gak kelar2!!

and, gw pernah waktu dulu ngerasain indahnya hidup. gw senang banget karna suatu n lain hal. gw juga curhat ke lagu gw "the best thing that i love" di lagu itu menceritakan gw yang berterima kasih banget sama allah atas karunia yang di berikannya
"i feel better than before i love my live
because of that i wanna life for always
thank god, you geve me the good thing in my life
best thing that i love"


musik adalah hidup gawa. lagu telagu telah mengalir di darah gw. kalo gw curhat, gw cuma curhat ke lagu. because, music is avrything!!

Selasa, 26 April 2011

Terimakasih telah menjadi sahabatku

Baribu orang yang membenciku
Beribu orang yang rasnya ingin mencaciku
Beribu orang yang ingin memukulku
Tapi, hanya ada satu orang yang selalu ada di sisiku

Dia yang selalu ada disisiku kapan dan apapun terjadi
Hanya dia yang sangat baik kepadaku
Takku sangka masih ada orang yang peduli padaku
Dan, dialh sahabat yang paling beharga di hidupku

Datang sebuah sms yang selalu saja menyalahkanku
Dan ku menangis, Merasa terpukul
Tapi, saketka itu, dia menelephone ku
Dan aku kembali tertawa

Kau adlah sahabatku
Jngan pernh tingglkan aku sndiri dlm kegelapan
Karena kau lah aku jadi bangkit
Tanpa mu, ku tak tahu apa yang akan terjadi

Terima kasih ku ucapkan padamu
Terima kasih kau telah menjadi sahabat sejatiku
Ku janji tak akan mengkhianatimu
Dan, akn ku jaga selalu persahbatan kita hingga ku tiada