Laman

Rabu, 22 Juni 2011

hari terakhirku..

"INI ADALAH HARI TERAKHIRKU, BUKAN HARI TERAKHIR UNTUK HIDUP, TAPI HARI TERAKHIR UNTUK MEMIJAKI TEMPAT INI."

"INI ADALAH HARI TERAKHIRKU, BUKAN HARI TERAKHIR UNTUK BERNAFAS, TAPI HARI TERAKHIR UNTUK MELIHAT WAJAH MEREKA"


Kenalkan, aku Caroline Aftar. aku ingin bercerita tentang kisah hidupku dimana aku harus mencoba untuk meninggalkan segalanya, segal kenangan yang tak ingin ku tinggalkan.

hampir genap 2 tahun aku mengenal mereka, aku mengetahui semua sifat mereka dan bahkan telah berteman akrab dengan mereka. tapi, karena hal ini, aku harus berusaha untuk meninggalkan mereka.

hari itu..

aku mendapat kabar bahwa aku akan pindah dari sekolah yang sangat ku cinta. sekolah yang ku cinta dan tempat yang sangat berharga.tempat aku berbagi canda tawa dengan mereka, tempat aku menemukan cinta dan mendapatkan banyak ilmu. tempat yang bisa dikatakan sangat bersejarah.

tempat ku untuk berbagi, aku harus tinggalkan.

"apa? adek mau pindah?" ujar temanku yang mendengar ceritaku. usianya cuma beda beberapa bulan denganku, dan aku lebih tua darinya, tapi karena kebiasaan ku manggil kakak, jadi dia memanggilku adek.

"iya kak, dek juga gak mau, tapi ya mau gimana lagi?! dek nurut aja kak" jawabku pelan

dunia diam sejenak dan tak berputar. begitu juga aku dan kak Mora. tiba-tiba,

"dek, jangan lupain kakak ntar ya!" dia langsung memelukku dan meneteskan beberapa air mata.

aku mencoba untuk menenangkan kak Mora, tapi sia-sia. kami larut dalam tangis.

pada saat itu, aku merasa sakit hati dengan seseorang yang sangat ku cinta dan ku percaya, jadi ku ingin menjauh darinya dan ku ingin untuk melupakannya. hal itu membuat kuat tekatku untuk menjauh darinya.

tapi, aku ingin mencintai seseorang terakhir dalam hidupku untuk di sekolah itu. telah lama aku memendamnya tapi sulit untuk aku ucap.

tiba-tiba, handphone ku berdering, saat ku lihat terdapat sebuah pesan dari seseorang yang ku incar, pesan itu berisi

"lin, kamu betulan mu pindah? apa kamu yakin dengan keputusan kamu? apa kamu nggak tau kalo kita semua sedih kalau kamu nggak ada? apa kamu tau kalo kamu berharga buat kita?"

hal itu membuat aku berfikir 2x. tapi percuma. aku tak menemukan jawaban untuk membantah. aku hanya bisa menuruti keinginan prang tuaku.

mendengar itu, semua teman-teman ku menjadi sedih. mereka menatapi ku dengan wajah yang tampak memintaku untuk berfikir lagi, aku cuma bisa berkata,

"maaf semua, keputusanku sudah bulat. tahun depan, aku tak akan di sini lagi"
"tapi lin.."
"maaf ya fah, itu udah gak bisa di ganti. aku tau apa yang kalian rasakan, tapi aku tak bisa berbuat banyak. tapi aku janji, aku akan menemui kalian di lain waktu! aku janji!!"

besoknya adalah hari penerimaan rapor, itu adalah hari terakhirku untuk berada di sini, teman-teman mengadakan acara sederhana yang sangat berkesan untukku. ada yang meneraktir ku es krim dan memberikan ku hadiah. aku hanya bisa membalas dengan secarik surat

"Aku sangat senang berada di sini. tapi, hal ini tak bisa membuatku bertahan lebih lama. aku tak ingin pisah dengan kalian semua, tidak kah kau tahu bahwa kaluan sngat berharga??

Di tempat ini, aku mendapat banyak teman, aku tahu setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. tapi, apa gunanya bertemu bila akan di pisahkan? apa gunanya aku mengenal dan bertemu kalian bila akan seperti ini?

Ini adalah hari terakhirku untuk berada di sini dan untuk menatap wajah kalian. jangan sedih, aku kan kembali. aku tak akan jauh dari kalian. aku tak ingin berpisah dengan kalian.

Ini adalah hari terakhirku untuk menginjakkan kaki di sini dan jangan lupakan aku. ku tak akan lupakan kalian. walau kita jauh, hatiku ada di samping kalian."


mungkin ini adalah surat terakhirku untuk mereka. selamat tinggal semua...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar