Laman

Rabu, 15 Juni 2011

aku benci diri dan hidupku

pagi ini terik sang surya sangat menyilaukan. aku tak bisa berlaku apa-apa. hanya bisa menanmpung tangan dan duduk di trotoar menanti belas kasihan seseorang yang ingin memberikan ku sedikit recehan yang ada di kantung mereka. sebenarnya, bukan ini lah pekerjaan yang ku inginkan. sukses, cantik, kaya, dan bisa membeli apa saja yang diinginkan, kriteria itulah yang aku inginkan. tapi, gempa dan tsunami aceh itu telah menggalaukan harapanku. dulu, aku adalah bunga desa yang terkenal di tempat tinggak ku, kini aku orang yang paling jelek di antara mereka. bangunan rumahku telah melumpuhkan kaki dan merusak paras cantikku.

kini, setiap harinya aku harus "ngesot" kurang lebih 1 km dari istana ku.

suatu ketika, aku melihat seseorang pria tampan yang duduk di sebelahku. pria itu sangat ramah. menyapa ku dengan senyum lembutnya

"pagi ini panas ya, tak seperti biasa" sapa ramah pria itu

semulanya aku hanya terdiam. tak pernah ada sebelumnya pria tampan yang mau menyapa ku ramah bila melihat wajahku sekarang. aku beranikan diriku untuk menjawab sapaan yang myngkin hanya sekali setelah wajahku berubah.

"i..iya.. panas sekali" jawab ku sedikit gugup.

lalu pria itu pergi meninggalkan aku. aku sedih sekali. karena jarang ada yang menyapaku. bebrapa menit kemudian, pria itu datang dengan membawa minuman

"kalau panas, pasti kamu haus. iya kan?" tanyanya dengan senyum melebar, dan tangannya memberi ku minuman yang sudah lama tak ku minum. bisa di taksir harga 10.000 satu botolnya.

"untuk ku?" tanya ku meyakinkannya

"tentu saja. kalo tidak, untuk siapa?" jawabnya sambil tertawa

aku merasa malu dan tidak mengambil minuman itu karena ku merasa minuman itu terlalu mahal untukku. pria itu menatap wajahku lekat-lekat

"ayo, ambillah. aku sengaja membelikan ini untukmu. aku mohon kamu mau terima" pintanya dengan penuh harap.

"tapi,," sebelum melanjutkan kalimatku, dengan tegas, dia menyambung pembicaraan

"ayolah! aku mohon" harapnya

aku hanya bisa meraih botol itu sembari bercakap-cakap. walaupun baru kenal, tapi kami sangatlah akrab.

"astaga zik, udah jam 12. aku harus ke kantor. ada miting jam 1. dadah! bertemu lagi ya besok di sini" lalu dia segera pergi.

2 jam yang sangat menyenangkan dalam hidupku. setelah bertemu dengannya, aku sangat bahagia, setelah dia pergi, aku ingin menangis. apakah aku? ah! tidak mungkin. aku dengannya??? seperti langit siang dan malam yang tak akan pernah menyatu. sepertinya dia orang sibuk. terlihat jelas dari saku bajunya yang terdapat sebuah surat resmi, mata yang tampak sedikit layu, mungkin karena dia begadang. mata merah seperti sehabis mengetik lama di depan layak komputer lipatnya.

aku tahu siapa namanya. aku tahu sekarang bahwa dia bernama gyoma. nama yang bagus untuk orang kaya seperti dia. sedangkan aku, zika. nama yang sangat jelek. wajahnya, astaga!!!!!! tampan sekali. tadi dia mengenakan kemeja biru dengan dasi abu-abu dan celana jeans hitam. dia tampak menjinjing jas abu-abu yang tampoak sangat keren bila dia menggunakannya.

seminggu kami selalu bertremu seperti itu. akhirnya dia mengetahui latar belakang ku. kami sudah mengenal jauh satu sama lain.

"gyo, besok mau ya datang ke sini sekitar jam 5 sore. aku ingin mengatakan hal penting" tegas ku sambil dengan yakin untuk mengungkapkannya.
"aku usahakan ya" ucapnya tampak ragu, tapi masih sempat tersenyum ramah.

besoknya, dengan mengenakan pakaian terbaikku, meskipun tak terlalu bagus dan aku berdandan rapi, aku menuju tempat biasa dan menunggunya. 3 jam sudah aku termanggu menatap jalanan dan menunggu kehadirannya. tapi, tetap tidak ada. aku mulai putus asa. mataku sudah bengkak menahan air mata. tapi, harapan ku tetap saja hancur. dengan rasa kecewa, aku mencoba "ngesot" ke rumah ku. tapi, aku berniat untuk berhenti sebentar untuk duduk di sungai sambil menanti bintang.

tapi, saat diperjalanan, aku melihat seorang pria tampan yang sedang duduk berdampingan wanita cantik di kursi pelaminan. hal yang sangat membuatku menngis adalah dimana aku melihat bahwa pria itu adalah GYOMA. ternyata, dia melupakan janji nya kepadaku. aku merasa sangat kecewa. maku menyadari bahwa aku hanyalah wanita jelek dan bodoh yang berharap dapat bersama pangeran. aku sudah lupa diri siapa aku? manusia bodoh.

AKU BENCI DIRI DAN HIDUPKU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ku ucap keras saat aku hanya sendiri menatap bintang di sungai yang sangat indah. aku segera berfikir bahwa surga itu indah. aku menceritakan semua kejadian itu pada bintang, dan bintang tampak berkedip sambari berkata "sabar!!" tapi, menurutku,,?

ku ambil pisau lipat yang terdapat di selala-sela bajuku, lalu aku telah terbang dan bebas. sekarang aku tak mungkin bisa bertemu dia. mungkin aku akan masuk koran yang akan dibacanya esok hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar