Laman

Senin, 29 Juli 2013

Empat.. Lima.. Enam.. Permainan Dihentikan

Gadis kecil itu kembali menceritakan apa yang dirasakannya padaku. Hari-harinya terasa begitu lama, kau tahu mengapa? tentu saja karena sesuatu yang kau anggap tidak menyenangkan akan berlangsung sangat lama. Bandingkan bila kau merasakan sesuatu yang menyenangkan, kau merasa setiap detiknya terasa sangat cepat. kadang kau beranggapan hidup tidak adil, karena penderitaan selalu lebih lama dari kebahagiaan. Sebenarnya waktu itu berjalan sama saja cepatnya, hanya saja ketika kau bahagia, kau tidak menyadari waktu itu bergerak, tapi ketika kau terpuruk, kau merasakan waktu itu lama bergerak karena kau selalu menunggu kapan penderitaan itu meninggalkanmu.

Apa yang dapat kau simpulkan? Intinya, kau egois. ralat, semua manusia itu egois, mengapa? karena kita hanya ingin merasakan kebahagiian saja tanpa ingin merasakan sedikit saja penderitaan. Dan jika penderitaan itu datang, kau akan berkeluh kesah, mengumpat bahkan menyalahkan nasib yang tengah kau terima.

Begitulah yang dirasakan anak perempuan itu. Ia selalu menunggu kapan penderitaan hasil dari permainan itu berakhir. Mungkin ia hanya duduk manis di depan kaca memerhatikan matahari berganti dengan bulan, bulan berganti dengan matahari dengan seksama. Tapi sayang, buka itulah yang dikerjakaannya. Sepenuh apapun isi pikiran gadis itu, setidaknya ia paham hidupnya bukan untuk menatap dua benda yang bercahaya di waktu yang berbeda  itu.

Hari pertama...
Kelam memang rasanya tanpa seseorang yang selalu kau dengar suaranya meski itu melalui telepon genggam. Ia yakin permainan itu memang masih berlangsung, bukan yakin, tapi tahu pasti. tapi pikirnnya memaksanya untuk memercayai bahwa permainan itu telah usai, buktinya saja ia selalau memerhatikan telepon itu dengan harapan mendapat telepon dari pria itu.Percuma, telepon genggam itu tak pernah berdering baik itu menunjukka ada telepon darinya atau pesan darinya. Sesekali hp itu berdering. Ia berharap penuh pada deringan itu. Tapi percuma, bukan pria itulah yang menghubunginya. Mungkin gadis itu harus meneguhkan hatinya bahwa pria itu tak akan pernah berdering di telepon genggamnya.

Mungkin saja -semoga hanya selama permainan gila ini berlangsung. Bersyukurlah karena ada kata "Setidaknya", contoh : setidaknya permainan ini tidak berlangsung selamanya. Setidaknya... Bila iya mungkin gadis itu belum siap menahan semua perasaannya untuk menjadi gila yang melebihi permainan aneh itu

Hari kedua...
Benar-benar seperti mati. ..
Gadis itu memang tak pernah mati ataupun mati suri, ia tidak benar-benar tahu bagaimana rasa mati yang sebenarnya. Tapi ia hanya berlogika saja "jika  seseorang mati, berarti ia tak dapat lagi merasakan apa-apa" singkat memang pemikiran itu. Ia tak merasa senang, bahkan sedihpun tak dirasakannya, ia mati rasa. Ia tak dapat merasakan apa-apa, apa itu artinya? Singkat saja, gadis itu seperti mati. dan lagi SETIDAKNYA ia tak benar-benar mati. Bahkan ia tak ingin mati. Alasannya, karena ia masih ingin menemui pria itu, bertemu dengan pria itu berbicara dengan pria itu bahkan ia tak ingin meninggalkan pria itu -atau sebaliknya

Ntah apa lebihnya pria yang kini memenuhi angannya. Ia tak begitu paham. Yang gadis itu tahu adalah ketenanga. Ia merasakan ketenangan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Kesederhanaan pria itu membuatnya larut dalam mimpi indahnya. Senyum pria itu?? Yang benar saja, mungkin kah sebuahbsenyuman dapat membuat seseorang mencair? Gadis itu bukan es balok, aku tahu benar bahwa gadis itu manusia. Tapi bagi gadi itu, senyum pria yang sederhana itu jauh dari kata sederhana. Luar biasa. Baginya, senyum ini mampu membuatnya mencair. Jangan bayangkan gadis itu mencair menjadi air, tapi bayangkan hatinya yang telah membatu kembali mencair ketika pria itu tersenyum padanya. Ketika hatinya mencair, gadis itu dapat kembali merasakan apa itu perasaan. Dan beryukurlah permainan ini berhasil membuat hati kembali membatu...

Hari ketiga...
Gadis itu tidak terlalu merasaka kesepian dimalam hari. Setidaknya kejadian dimalam itu membuat rasa rindunya terobati. Dengan seksama, ditatapnya halaman jejaring sosial pria itu. Ia baca semua apa yang ditulis oleh pria itu. Pikirannya salah! Berhari-hari ia bergelut dengan pikiran egoisnya, "Untuk apa memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkannya" tulisan dalam halaman pria itu membuatnya sedikit lega. Pria itu masih mengingat lagu yang sering mereka nyanyikan. Itu lebih dari cukup untuk menandakan pria itu masih memikirkannya -meski hanya terlintas beberapa detik saja dalam benaknya.

Foto profil pria telah diganti. tak ada salahnya untuk dilihatnya foto itu. Ia benar-benar tak sadar bahwa saat itu, ia tersenyum sangat tulus dari hatinya, ia kembali melihat pria itu meski hanya melalui foto. Ia bersyukur masih bisa menatap pria itu, pria yang selalu di nantinya untuk dapat bertemu suatu saat nanti. Memang suatu saat nanti, ntah kapan waktunya tiba. Ia hanya berharap. Mungkin di hari perpisahan itu. Mungkin saja... 

Hari keempat ...
Telepon genggamnya berdering sebentar. ia tidak memerhatikan karena hatinya keras mengatakan itu bukannya telepon pria -mekipun sebenarnya ia masih berharap. Telepon itu berdering lagi, masih tetap diacuhkannya. Berdering lagi, masih tetap berpura-pura tidak tahu. Berdering lagi, dan saat itulah ia mulai beranjak dari kasurnya dan mengambil telepon genggam itu. Astaga, yang benar saja, pria itu yang menelponnya dari tadi! ralat, hanya missed call. Tak peduli apa namanya, setidaknya pria itulah yang membuat telepon genggamnya berdering beberapa detik yang lalu. gadis itu masih berpikir, mungkin saja pria itu salah tekan atau tak sengaja menelponnya. Ia masih bersikukuh untuk tidak menghubungi pria itu sampai tak lama setelah itu, teleponnya berdering lagi. kali ini sebuah pesan singkat. Pria itu mengatakan ingin mengakhiri permainan ini.

Kau tahu apa yang terjadi pada gadis itu? ia hanya diam. Bahkan wajahnya tampak kosong. Ia tak tahu harus bagaimana. ia diam sejenak. Dibaca ulangnya pesan itu, kali ini ia baru sadar, berarti saat ini dan mungkin seterusnya ia boleh menghubungin pria itu lagi. Berkiriman pesan singkat atau saling menelepon. Otaknya berpikir cepat untuk memerintahkan gadis itu bahagia. ia tak menyangka hari itu berjalan sangat cepat. Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Memang mereka telah menjanjikan permainan itu berlangsung selama hampir dua minggu, tapi gadis itu tak peduli. Masa bodo dengan jadwal permainan itu, ia kembali merasakan kebahagiaan. ia kembali merasakan hidup.

Tak percuma ia berusaha sabar, ia kini mendapatkan buah manis hadiah kesabarannya..

tak usah kau takut menanti, gadis lemah itu saja berhasil menunjukkan penantiannya tak sia-sia. Berarti kau juga tak akan gagal dalam setiap episode penantian hidupmu.

Gadis itu berharap, Tuhan, semoga pria itu tidak memberikan permainan atau apalah yang mengerikan lagi padaku...

ia adalah gadis yang selalu berharap. Ia gadis lemah yang selalu berlindung dibalik harapannya. Ia tak pernah berhenti berharap karena hidupnya memang ditakdirkan untuk berharap...

ucapan terima kasih dari gadis itu untuk pria yang setia dalam pikirannya... 

Kamis, 25 Juli 2013

Satu.. Dua.. Tiga.. Permainan Dimulai

Kemarin ku mengenal seorang anak perempuan yang  berasal dari keluarga super sibuk. Secara tak langsung ia juga mengikuti setiap kesibukan orangtuanya. Sebenarnya anak itu sangat lelah. Ia harus berangkat pagi-pagi sekali bersama orangtuanya bahkan sebelum adzan subuh sehingga tak jarang ia mengerjakan shalat subuh dengan mencari mesjid di jalanan.

Anak itu sangat mencintai malam, ia mengatakan kepadaku 'betapa bodohnya aku bila melewati satu malam saja. Karena malam itu sungguh tenang, dan pada saat itu aku benar-benar merasa tenang dan kembali hidup'. Entah hidup bagaimana yang dimaksudnya, tapi aku paham, anak perempuan itu butuh ketenangan dalam hidupnya. Tak jarang kedua orangtuanya pulang larut malam sehingga ia harus hidup sendiri di rumahnya itu. Tidak besar memang, tapi baginya bangunan itu cukup nyaman meski harus ditempatinya seorang diri hampir sehari penuh.

Ia begitu iri melihat temannya membawa bekal ke sekolah yang disiapkan oleh ibu masing-masing. Berpa kali anak itu membawa bekal dalam hdupnya? Sangat jarang. Apalagi ibunya yang menyiapkan bekal-bekal itu. Jarang sekali. ia juga iri kepada teman-temannya yang ketika pulang sekolah dan saat memasuki rumah, mereka dapat melihat ibunya memasak untuk keluarga dan dapat mencium aroma sedap itu. Kejadian itu jarang sekali dirasakan gadis kecil itu.

Ia pernah mengatakan,  ia begitu bahagia ketika ibunya pulang lebih awal, mereka makan bersama di ruang tv. Gadis kecil it mencoba memulai pembicaraan. Tapi mereka terlalu kaku untuk berbicara, seperti orang yang baru saling mengenal. Dan ia mulai sadar  betapa jauh orang tuanya meninggalkannya.

Ia rapuh, bahkan sangat rapuh. Ia selalu tak punya semangat hidup karena merasa benar-benar kehilang orang tua meskipun mereka masih hidup. Anak yang malang. Tapi ia benar-benar tegar. ia tertawa di depan teman-temannya seolah tak terjadi apa-apa.

Dulu ia pernah percaya dengan seseorang yang dianggapnya sahabat, tapi orang itu mengkhianati dan bahkan meninggalkannya. Hal itu tak hanya terjadi sekali, bahkan berulang kali. Sejak itulah ia mulai menutup hatinya untuk percaya dengan orang lain.

Tapi suatu waktu, ia bertemu dengan seorang pria. Pria itu dapat menenangkannya. Tak mudah untuk gadis itu bisa memercayai orang lain. Bahkan butuh waktu sekitar satu tahun untuk bisa percaya dengan seseorang, itupun tidak sepenuhnya. Tapi pria itu bisa membuatnya percaya begitu cepat.

Seperti mimpi. gadis itu mendapatkan mimpi indah yang panjang. saat itu ia mulai menyadari bahwa ia tak sendiri. Masih ada pria itu yang akan selalu bersamanya. masih ada pria itu untuk menyelesakan semua masalahnya, masih ada pria itu yang menghilangkan rasa sepinya, masih ada pria itu yang dapat ia percaya.

Seindah apapun mimpi yang kau dapat, semuanya akan berubah menjadi lebih buruk ketika kau sadar

Hingga suatu ketika, pria itu mengajak anak perempuan itu bermain sebuat permainan, yaitu tidak ada komunikasi selama satu minggu dengan alasan agar gadis itu bisa mandiri. Apa yang terjadi ketika gadis itu mendengar sebuah permainan gila itu? ia hanya terpaku. Kalau itu bisa membuat pria itu bahagia, ia tak akan menolak. satu minggu? Pria itu bahkan memperpanjangnya hingga hampir dua minggu. Gadis itu menerima tawaran itu dengan cepat. Mengapa gadis itu mau menerima tawaran pria yang mengaku akan selalu bersamannya? Bukankah menyedihkan bila permainan itu dimainkan?


Gadis kecil itu berpikir apa yang dikatakan pria itu benar. Ia memang harus mandiri, tak boleh bergantung pada siapapun. ia akan menjadi anak manja bila terbiasa. Tapi disisi lain, ia hanya menangis merasakan betapa pedihnya apa yang ia rasakan. Bukankah permainan ini mengajarkan ia mandiri? Kalau begitu, apa gunanya ia memercayai seseorang bila ia bisa mengahadapinya sendiri? Apa pria itu akan meninggalkannya? Mungkin saja. cepat atau lambat itu akan terjadi.

Ia hanya menangis sekuat yang ia bisa. Terus.. terus.. hingga kepalanya terasa sakit telah mengeluarkan tetesan air itu.

Pria tu benar, ia bergumam tetap membela permainan yang ditawarkan pria itu. ia memang harus mandiri. Ia tak mungkin belajar mandiri setelah pria itu meninggalkannya. Ia benar. Ia harus mandiri.

dicobanya sekuat tenaga untuk melupakan pria itu untuk sementara. Kenapa harus dilupakan? Alasannya sederhana, yaitu sakit sekali rasanya bila kau benar-benar jauh dari seseorang yang berarti untukmu. jadi bila kau bisa melupakannya, kau tidak benar-benar merasakan sakit itu karna mungkin kau lupa bahwa ia penting bagimu -mekipun sebenarnya ia tak akan pernah bisa melupakan pria itu. Permainan kini sedang berlangsung. entah ia sanggup atau tidak, setidaknya ia yakin, meskipun pria itu meninggalkannya suatu saat nanti, ia pasti meninggalkan gadis itu disaat yang tepat. Gadis itu tetap percaya dengan pria itu.

Tetap percaya..

Mungkin sekarang gadis itu menunggu waktu dimana pria itu akan meninggalkannya..

Mungkin saja..

Tapi bagaimanapun, ia tak benar-benar berharap waktu itu terjadi. ia hanya berharap dapat melewati dua minggu itu dengan sempurna dan kembali menemui pria yang ia percaya itu, kembali berbagi cerita seperti dulu yang selalu mereka lakukan.

percaya..

satu kata itu yang dipegang teguhnya..

berdoa saja semua harapanna menjadi nyata dan ia bisa kembali kedalam mimpi indah yang dulu pernah dirasakannya..

Senin, 22 Juli 2013

Hidup itu Indah

Hidup itu indah, selalu indah. Tapi saat kau merasakan penderitaan, kau mulai bertanya? Apakah penderitaan itu indah? Seperinya aku tak pernah menganggap penderitaan itu indah! Kau pasti akan berkata seperti itu. 

Ya itulah hidup. Kau selalu  merasakan indahnya hidup dengan berbagai rasa.

Seperti ketika kau menyicicipi tiga skop es krim stroberry. Kau sangat menikmatnya, bukan? Apa alasan yang tepat mengapa kau menikmatinya? Semua itu karena kau tidak hanya menikmati satu rasa yang sama. Kau dapat merasakan manis terkadang kau merasakan asam. Ketika semua bersatu di lidahmu, saat itulah kau merasakan es krim itu terasa nikmat.

Bayangkan apa yang terjadi bila kaumencicipi satu rasa yang sama dalam jumlah yang luar biasa? Kau akan muak? Tentunya. Seperti kau menyicipi sepuluh bar cokelat kualitas internasional yang harganya sangat mahal. Luar biasa sekali bila kau bisa menghabiskannya. Sebelum kau menghabiskan bar-bar yang luar biasa itu, kau akan lebih dahulu dihampiri dengan rasa muak.

Apa yang dapat kau simpulkan baris tulisan pendek yang sederhana ini? Sempurna! Kau akan merasakan kebahagiaan bila kau juga merasakan penderitaan. Karna bila semua rasa bergabung akan membentuk satu rasa baru, yaitu Kebahagiaan.

Pikirkan, apa yang kau lakukan ketika semua masalah menghampirimu seperti hantu yang bergentayangan? Kau akan mencari pelarian seperti melakukan sesuatu hal yang kau anggap dapat melampiaskan semua rasa kesalmu. Mugkin saja  kau akan berteriak sekuat yang kau bisa hingga pita suaramu putus dan harus dioperasi, kau juga bisa berlari sejauh yang kau bisa. Satu lagi, kau juga bisa menulis apa yang kau rasakan.  Bisa kau tulis dalam coretan pena, dalam setiap ketikan pun bisa kau lampiaskan.

Mulailah kembangkan imajinasi indahmu ketika kau tidak dihampiri kebahagiaan. Buatlah kebahagiaanmu dengan cara mu sendiri. Asalkan cara yang kau gunakan tidak menyalahi aturan yang ada, kau bebas berkarya. Hidup itu indah, sekali lagi, campkan kalimat itu dalam hatimu.         

Selamat menikmati indahnya hidup.Biarkan anganmu berkeliling dunia mencicipi semua rasa kehidupan.

Selamat menikmati indahnya hidup. Biarkan semua rasa bercampur menjad satu dalam lidahmu. Ungkapkan setiap rasa itu dalam tumpahan kata yang akan kau tulis ataupun yang akan kau ucapkan.

Selamat menikmati indahnya hidup. Karena dengan menikmati tetes rasa kehidupan kau akan mengerti hidup yang sebenarnya