Kemarin ku mengenal seorang anak perempuan yang berasal dari keluarga super sibuk. Secara tak langsung ia juga mengikuti setiap kesibukan orangtuanya. Sebenarnya anak itu sangat lelah. Ia harus berangkat pagi-pagi sekali bersama orangtuanya bahkan sebelum adzan subuh sehingga tak jarang ia mengerjakan shalat subuh dengan mencari mesjid di jalanan.
Anak itu sangat mencintai malam, ia mengatakan kepadaku 'betapa bodohnya aku bila melewati satu malam saja. Karena malam itu sungguh tenang, dan pada saat itu aku benar-benar merasa tenang dan kembali hidup'. Entah hidup bagaimana yang dimaksudnya, tapi aku paham, anak perempuan itu butuh ketenangan dalam hidupnya. Tak jarang kedua orangtuanya pulang larut malam sehingga ia harus hidup sendiri di rumahnya itu. Tidak besar memang, tapi baginya bangunan itu cukup nyaman meski harus ditempatinya seorang diri hampir sehari penuh.
Ia begitu iri melihat temannya membawa bekal ke sekolah yang disiapkan oleh ibu masing-masing. Berpa kali anak itu membawa bekal dalam hdupnya? Sangat jarang. Apalagi ibunya yang menyiapkan bekal-bekal itu. Jarang sekali. ia juga iri kepada teman-temannya yang ketika pulang sekolah dan saat memasuki rumah, mereka dapat melihat ibunya memasak untuk keluarga dan dapat mencium aroma sedap itu. Kejadian itu jarang sekali dirasakan gadis kecil itu.
Ia pernah mengatakan, ia begitu bahagia ketika ibunya pulang lebih awal, mereka makan bersama di ruang tv. Gadis kecil it mencoba memulai pembicaraan. Tapi mereka terlalu kaku untuk berbicara, seperti orang yang baru saling mengenal. Dan ia mulai sadar betapa jauh orang tuanya meninggalkannya.
Ia rapuh, bahkan sangat rapuh. Ia selalu tak punya semangat hidup karena merasa benar-benar kehilang orang tua meskipun mereka masih hidup. Anak yang malang. Tapi ia benar-benar tegar. ia tertawa di depan teman-temannya seolah tak terjadi apa-apa.
Dulu ia pernah percaya dengan seseorang yang dianggapnya sahabat, tapi orang itu mengkhianati dan bahkan meninggalkannya. Hal itu tak hanya terjadi sekali, bahkan berulang kali. Sejak itulah ia mulai menutup hatinya untuk percaya dengan orang lain.
Tapi suatu waktu, ia bertemu dengan seorang pria. Pria itu dapat menenangkannya. Tak mudah untuk gadis itu bisa memercayai orang lain. Bahkan butuh waktu sekitar satu tahun untuk bisa percaya dengan seseorang, itupun tidak sepenuhnya. Tapi pria itu bisa membuatnya percaya begitu cepat.
Seperti mimpi. gadis itu mendapatkan mimpi indah yang panjang. saat itu ia mulai menyadari bahwa ia tak sendiri. Masih ada pria itu yang akan selalu bersamanya. masih ada pria itu untuk menyelesakan semua masalahnya, masih ada pria itu yang menghilangkan rasa sepinya, masih ada pria itu yang dapat ia percaya.
Seindah apapun mimpi yang kau dapat, semuanya akan berubah menjadi lebih buruk ketika kau sadar
Hingga suatu ketika, pria itu mengajak anak perempuan itu bermain sebuat permainan, yaitu tidak ada komunikasi selama satu minggu dengan alasan agar gadis itu bisa mandiri. Apa yang terjadi ketika gadis itu mendengar sebuah permainan gila itu? ia hanya terpaku. Kalau itu bisa membuat pria itu bahagia, ia tak akan menolak. satu minggu? Pria itu bahkan memperpanjangnya hingga hampir dua minggu. Gadis itu menerima tawaran itu dengan cepat. Mengapa gadis itu mau menerima tawaran pria yang mengaku akan selalu bersamannya? Bukankah menyedihkan bila permainan itu dimainkan?
Gadis kecil itu berpikir apa yang dikatakan pria itu benar. Ia memang harus mandiri, tak boleh bergantung pada siapapun. ia akan menjadi anak manja bila terbiasa. Tapi disisi lain, ia hanya menangis merasakan betapa pedihnya apa yang ia rasakan. Bukankah permainan ini mengajarkan ia mandiri? Kalau begitu, apa gunanya ia memercayai seseorang bila ia bisa mengahadapinya sendiri? Apa pria itu akan meninggalkannya? Mungkin saja. cepat atau lambat itu akan terjadi.
Ia hanya menangis sekuat yang ia bisa. Terus.. terus.. hingga kepalanya terasa sakit telah mengeluarkan tetesan air itu.
Pria tu benar, ia bergumam tetap membela permainan yang ditawarkan pria itu. ia memang harus mandiri. Ia tak mungkin belajar mandiri setelah pria itu meninggalkannya. Ia benar. Ia harus mandiri.
dicobanya sekuat tenaga untuk melupakan pria itu untuk sementara. Kenapa harus dilupakan? Alasannya sederhana, yaitu sakit sekali rasanya bila kau benar-benar jauh dari seseorang yang berarti untukmu. jadi bila kau bisa melupakannya, kau tidak benar-benar merasakan sakit itu karna mungkin kau lupa bahwa ia penting bagimu -mekipun sebenarnya ia tak akan pernah bisa melupakan pria itu. Permainan kini sedang berlangsung. entah ia sanggup atau tidak, setidaknya ia yakin, meskipun pria itu meninggalkannya suatu saat nanti, ia pasti meninggalkan gadis itu disaat yang tepat. Gadis itu tetap percaya dengan pria itu.
Tetap percaya..
Mungkin sekarang gadis itu menunggu waktu dimana pria itu akan meninggalkannya..
Mungkin saja..
Tapi bagaimanapun, ia tak benar-benar berharap waktu itu terjadi. ia hanya berharap dapat melewati dua minggu itu dengan sempurna dan kembali menemui pria yang ia percaya itu, kembali berbagi cerita seperti dulu yang selalu mereka lakukan.
percaya..
satu kata itu yang dipegang teguhnya..
berdoa saja semua harapanna menjadi nyata dan ia bisa kembali kedalam mimpi indah yang dulu pernah dirasakannya..
Anak itu sangat mencintai malam, ia mengatakan kepadaku 'betapa bodohnya aku bila melewati satu malam saja. Karena malam itu sungguh tenang, dan pada saat itu aku benar-benar merasa tenang dan kembali hidup'. Entah hidup bagaimana yang dimaksudnya, tapi aku paham, anak perempuan itu butuh ketenangan dalam hidupnya. Tak jarang kedua orangtuanya pulang larut malam sehingga ia harus hidup sendiri di rumahnya itu. Tidak besar memang, tapi baginya bangunan itu cukup nyaman meski harus ditempatinya seorang diri hampir sehari penuh.
Ia begitu iri melihat temannya membawa bekal ke sekolah yang disiapkan oleh ibu masing-masing. Berpa kali anak itu membawa bekal dalam hdupnya? Sangat jarang. Apalagi ibunya yang menyiapkan bekal-bekal itu. Jarang sekali. ia juga iri kepada teman-temannya yang ketika pulang sekolah dan saat memasuki rumah, mereka dapat melihat ibunya memasak untuk keluarga dan dapat mencium aroma sedap itu. Kejadian itu jarang sekali dirasakan gadis kecil itu.
Ia pernah mengatakan, ia begitu bahagia ketika ibunya pulang lebih awal, mereka makan bersama di ruang tv. Gadis kecil it mencoba memulai pembicaraan. Tapi mereka terlalu kaku untuk berbicara, seperti orang yang baru saling mengenal. Dan ia mulai sadar betapa jauh orang tuanya meninggalkannya.
Ia rapuh, bahkan sangat rapuh. Ia selalu tak punya semangat hidup karena merasa benar-benar kehilang orang tua meskipun mereka masih hidup. Anak yang malang. Tapi ia benar-benar tegar. ia tertawa di depan teman-temannya seolah tak terjadi apa-apa.
Dulu ia pernah percaya dengan seseorang yang dianggapnya sahabat, tapi orang itu mengkhianati dan bahkan meninggalkannya. Hal itu tak hanya terjadi sekali, bahkan berulang kali. Sejak itulah ia mulai menutup hatinya untuk percaya dengan orang lain.
Tapi suatu waktu, ia bertemu dengan seorang pria. Pria itu dapat menenangkannya. Tak mudah untuk gadis itu bisa memercayai orang lain. Bahkan butuh waktu sekitar satu tahun untuk bisa percaya dengan seseorang, itupun tidak sepenuhnya. Tapi pria itu bisa membuatnya percaya begitu cepat.
Seperti mimpi. gadis itu mendapatkan mimpi indah yang panjang. saat itu ia mulai menyadari bahwa ia tak sendiri. Masih ada pria itu yang akan selalu bersamanya. masih ada pria itu untuk menyelesakan semua masalahnya, masih ada pria itu yang menghilangkan rasa sepinya, masih ada pria itu yang dapat ia percaya.
Seindah apapun mimpi yang kau dapat, semuanya akan berubah menjadi lebih buruk ketika kau sadar
Hingga suatu ketika, pria itu mengajak anak perempuan itu bermain sebuat permainan, yaitu tidak ada komunikasi selama satu minggu dengan alasan agar gadis itu bisa mandiri. Apa yang terjadi ketika gadis itu mendengar sebuah permainan gila itu? ia hanya terpaku. Kalau itu bisa membuat pria itu bahagia, ia tak akan menolak. satu minggu? Pria itu bahkan memperpanjangnya hingga hampir dua minggu. Gadis itu menerima tawaran itu dengan cepat. Mengapa gadis itu mau menerima tawaran pria yang mengaku akan selalu bersamannya? Bukankah menyedihkan bila permainan itu dimainkan?
Gadis kecil itu berpikir apa yang dikatakan pria itu benar. Ia memang harus mandiri, tak boleh bergantung pada siapapun. ia akan menjadi anak manja bila terbiasa. Tapi disisi lain, ia hanya menangis merasakan betapa pedihnya apa yang ia rasakan. Bukankah permainan ini mengajarkan ia mandiri? Kalau begitu, apa gunanya ia memercayai seseorang bila ia bisa mengahadapinya sendiri? Apa pria itu akan meninggalkannya? Mungkin saja. cepat atau lambat itu akan terjadi.
Ia hanya menangis sekuat yang ia bisa. Terus.. terus.. hingga kepalanya terasa sakit telah mengeluarkan tetesan air itu.
Pria tu benar, ia bergumam tetap membela permainan yang ditawarkan pria itu. ia memang harus mandiri. Ia tak mungkin belajar mandiri setelah pria itu meninggalkannya. Ia benar. Ia harus mandiri.
dicobanya sekuat tenaga untuk melupakan pria itu untuk sementara. Kenapa harus dilupakan? Alasannya sederhana, yaitu sakit sekali rasanya bila kau benar-benar jauh dari seseorang yang berarti untukmu. jadi bila kau bisa melupakannya, kau tidak benar-benar merasakan sakit itu karna mungkin kau lupa bahwa ia penting bagimu -mekipun sebenarnya ia tak akan pernah bisa melupakan pria itu. Permainan kini sedang berlangsung. entah ia sanggup atau tidak, setidaknya ia yakin, meskipun pria itu meninggalkannya suatu saat nanti, ia pasti meninggalkan gadis itu disaat yang tepat. Gadis itu tetap percaya dengan pria itu.
Tetap percaya..
Mungkin sekarang gadis itu menunggu waktu dimana pria itu akan meninggalkannya..
Mungkin saja..
Tapi bagaimanapun, ia tak benar-benar berharap waktu itu terjadi. ia hanya berharap dapat melewati dua minggu itu dengan sempurna dan kembali menemui pria yang ia percaya itu, kembali berbagi cerita seperti dulu yang selalu mereka lakukan.
percaya..
satu kata itu yang dipegang teguhnya..
berdoa saja semua harapanna menjadi nyata dan ia bisa kembali kedalam mimpi indah yang dulu pernah dirasakannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar