setelah lama menunggu, malampun akhirnya datang. Kubuka lebar mataku yang tengah terkantuk agar tidak tertidur. Didepanku tersedia kopi panas serta makanan ringan yang akan membantuku serta menemaniku hingga sosok itu datang.
Waktu telah menunjukkan jan 12 pm. Mataku terasa sangat berat. Tanpa ku sadari aku telah tertidur dengan puasnya.
Sontak aku terjaga mendengar teriakan perempuan yang sangat keras berasal dari dapur. Tak ku hiraukan rasa takutku dengan berlari kencang ke arah sumber suara. Sesampainya di dapur, aku tak menemukan apapun yang janggal. Semua berada pada posisi biasanya.
Tapi, itu hanya beberapa menit saja. Semuanya berubah saat hujan deras tiba. Tiba-tiba di rumahku terdapat atap bolong persis seperti di kelasku.
Tapi, sesuatu yang anehpun tiba. Tetesan air merah mulai jatuh dari loteng yang bolong itu. tetes air itu tepat jatuh di hadapanku. Ku setuh air itu,
dan setelah ku sadari itu adalah darah.
Terdengar suara wanita yang sedang tertawa. Sontak bulu kudukku merinding dan aku tidak bisa melangkahkan kaki untuk melarikan diri. Tubuhku kaku. Tak dapat digerakkan.
“jangan tunjukkan wajah cemasmu bila melihatnya.”
Aku benar-benar teringat dengan perkataan bapak penjaga sekolah. Aku hanya
dapat mengucapkan satu kata dalam hatiku
“jangan takut.. ayo kevy!! Kamu nggak boleh takut!!” ucapku penuh semangat dalam hati.
“huh! Ternyata kamu anak yang bernama kevy yang telah melihat sosok asliku yang berada di atas loteng bolong di kelasmu! Sial sekali nasibmu hari ini.
Bersiaplah untuk mengakhiri semua hidupmu” jawab sosok itu yang berada persis di sampingku sambil berbisik pelan di telingaku.
Tak bisa ku berkata-kata. Keringatku semakin banyak. Mataku tertutup. Buku kudukku merinding. Sekali lagi, aku terkaku.
“tampaknya kau ketakutan anak muda! Ayo lah.. ini terakhir kalinya kau dapat melihat sosok asliku yang akan mengakhiri hidupmu tepat pada mala mini” ujarnya dingin.
Ku beranikan diriku untuk mengucapkan beberapa kata agar dia tidak tampak wajahku yang sangat ketakutan. Seperti kata bapak penjaga “jangan sampai dia tahu kalau kamu sedang cemas”
“huh.. tidak! Aku tidak cemas ataupun takut. Yang aku herankan adalah, mengapa aku? Ku rasa, aku tak pernah melihat wajahmu itu” jawabku tenang
“huh! Kau tidak melihat? Jangan bohong padaku. Ingat! Ini adalah detik terakhir mu untuk hidup di dunia ini. Jangan katakana wujud asliku pada orang yang akan kau hantui selanjutnya!” jawabnya yang tampak marah.
“Sungguh! Aku tak pernah melihat wajahmu!” jawabku heran
“huh!! Kevy..kevy!! sulit bicara denganmu! Apa benar kau tak pernah melihat wanita menggunakan baju seragam guru yang ada di sekolahmu bekerja dengan membawa sebuah obor yang bercahaya putih pagi-pagi di sekolahmu?? Aku dan obor putihku??” tanyanya lagi
Aku diam sejenak. Lalu aku kaget! Aku benar memang sudah melihatnya melintas di depan kelasku! Aku melihatnya. Obor aneh yang bercahaya putih!!
“Mengapa kau tampak kaget kev?? Betul kan kau sudah melihatnya?”
“ya! Aku memang sudah melihatmu! Tapi, siapa kau sebenarnya?”
“kau orang awam yang tidak tahu apa-apa. Aku adalah FOREA POELA. Apa kau kenal?”
“ibu forea! Aku tahu. Kau adalah mantan kepala sekolah di sekolahku. Yang meininggal tanpa sebab tepat di lokalku”
“huh! Ternyata kau tahu juga! Sungguh malang nasibku yang mati karena penjaga sekolah yang bodoh itu serta Riwa yang tak tau apa-apa”
“Maksud mu?”
“ya! Dulu aku, Riwa dan leo si penjaga sekolah yang bodoh itu adalah sahabat akrab, tapi tidak lagi setelah mereka melakukan sesuatu yang sangat ku benci”
“apa itu?”
“mereka mengetahui bahwa ku adalah seorang pecundang dan penakut. Saat itu, mereka menyuruhku dating ke sekolah dengan alas an ada urusan kerja. Waktu ku datang, mereka menyuruhku masuk ke lokal mu sekarang. Mereka mengerjaiku dengan meninggalkan aku sendiri di kelas itu dan mengunciku hingga aku ketakutan. Lalu mereka datang dengan nada suara yang tertawa keras. Aku yang ketakutan pun berubah menjadi emosi lalu berniat untuk membunuh mereka. Tapi, aku memang sangatlah bodoh. Saat mereka ku rasa sudah mati, akupun pulang dngan tubuh berlumuran darah. Bodohnya aku yang membiarkan penjaga sekolah menusukku dengan pisau hingga aku mati.”
“huh! Sungguh mengerikan” jawabku tenang
“memang! Akhirnya aku tewas di lokalmu. Aku tak tahu pasti apa alasannya membunuhku. Tapi aku merasa mereka berencana untuk membunuhku karena iri dengan jabatanku yang menjadi kepala sekolah terkenal! Lalu merka menyimpan jasadku di loteng kelasmu. Tepatnya loteng bolong itu merka bikin untuk memasukkan tubuhku. Serta menggunakan pengawat agar jasadku tidak berbau”
“jadi, kau yang menabrak ibu iwa hingga masuk rumah sakit?”
“yup, Benar sekali anak muda! Aku ingin sekali membalaskan dendamku padanya. Tapi, sial! Leo segerang menolongnya!”
“tapi, apa hubungannya dengan ku? Aku yang tidak mengetahui cerita itupun menjadi seorang korban”
“anak muda, kau telah mengetahui sosok diriku! Tak seorangpun yang ku ijinkan untuk melihat tubuhku”
“jika itu inginmu, bunuhlah aku! Setidaknya aku mengetahui tubuhmu yang bau itu dengan jiwa penakutmu yang mengandalkan kekuatan membunuhmu”
“Kevy Diole Tiepha, ucapkan permohonan terakhirmu! Aku akan mengabulkannya, kecuali jika kau ingin bebas, tak akan ku selamatkan.”
“aku mohon, setelah kau membunuhku, jangan ganggu sekolahku lagi! Jangan ganggu bapak penjaga dan juga bu iwa! Serta jangan ganggu teman-temanku yang merasa ketakutan bila berada di kelas dan lenyaplah kau dari dunia ini”
“baiklah kevy! Saatnya kau untuk mati”
Tak terasa, akupun telah tewas. Nama indah ku Kevy Diole Tiepha terpajang rapi di batu nisanku. Teman-taman tampak sedih dengan kematian ku. Tapi, tak ada dari mereka yang mengetahui panyebab kematian ku. Tapi, ku rasa bu iwa dan bapak penjaga mengetahui penyebab kematian ku. Satidaknya aku merasa sangat lega melihat atap kelas yang tak pernah terbuka lagi. Sekarang bu
FOREA POELA telah tak ada lagi di loteng itu. loteng bolong itu adalah markas ku sekarang dan untuk selamanya. Aku bisa melihat teman-temanku belajar dengan tenang dan bahagia. Serta, aku bisa berbagi tempat tinggal serta bersahabat dengan arwah gentayangan lainnya seperti aku.
Hidup itu luar biasa. Hal burukpun bisa jadi menyenangkan bila kita tahu cara menyikapinya. Caranya, menulis. Temukan keajaiban dalam setiap tulisanmu. Semoga kau juga menemukan keajaiban dalam tulisanku. Salam kenal dan selamat datang
Minggu, 23 Januari 2011
Sabtu, 22 Januari 2011
misteri atap kelas yang bolong
pagi itu aku anak yang selalu datang telat ke sekolah tiba-tiba saja jadi yang pertama datang.
ada sesuatu yang tampak berbda dari lokal ku. yaitu atap bolong yang tak tau apa penyebabnya. tapi, aku merasa kemarin tidak ada apa-apa. bahkan tidak ada tanda-tanda kalau akan mau tanggal. pakunya masih tertempel erat.
huh.. tidak urusan ku.. hmm..walaupun gitu, aku juga masih penasaran tentang atap itu. dulu aku memang pernah mendengar dari penjaga sekolah kalau atap kelas aku itu sering bolong.. tapi, kalau siang tertutup.
aneh kan?? inilah saatnya aku mengeluarkan insting detective aku untuk memcahkan kasus itu..
aku mulai mengeruk informasi dari teman-teman yang sering datang pagi.. mreka sih katanya nggak melihat atap itu. tapi ada salah satu dari mereka yang pernah melihat atap itu. cila yang mengaku pernah melihat itu.
"aku pernah liat kev!! tapi pas paginya. pas teman2 udah banyak, aku nggak ngeliat lagi.. aneh banget.." ujar cila pada ku.
hm.. kasus yang sangat menyenangkan.
besoknya aku coba datang lebih pagi. jam 5.50 pagi. untuk daerah aku, itu sangat pagi. aku minta kunci lokal ke penjaga sekolah. tapi, aku terdian setelah penjaga sekolah mengatakan
"hati-hati jika sendirian di kelas! dia akan datang"
apa maksudnya ya?? heran aku jadinya. apa itu sebuah petunjuk?? mungkin saja. aku tak begitu memikirkan perkataan itu. yang aku fikirkan adalah kenapa bisa ada atap yang bolong itu.
ku buka pintu kelasku. ku tatap ke pojok atas. dengan sedikit senyum pedas aku mengatakan "betul dugaanku"
atap itu tampak bolong seperti biasanya. ku letakkan tas ku di mejaku, lalu ku beranjak ke dekat atap yang bolong itu.ku tatap lekat2 loteng itu. aku tampak begitu kaget setelah melihat cahaya terang yang ada di loteng itu.aku dekati lagi loteng itu. lalu ku ambil meja sebagai piujakan ku untuk melihat cahaya itu.
tapi anehnya, beberapa menit kemudian, tak tampak cahaya itu lagi. terdengarlah suara triakan yang sangat keras dari belakang. tepatnya dari sebelah rumah penjaga sekolah.
ku berlari sekuat tenaga untuk melihatnya. sesaat sampai di sana, aku tak melihat apapun. hanya penjaga sekolah yang sedang menyapu dengan sapu lidi kesayangannya.
"ada apa kev?? kenapa brlari?? kamu melihatnya?? hha" tegur penjaga sekolah dengan senyum pedanya
"tidak pak. saya hanya mendengar teriakan. apa bapak tidak mendengarnya?" tanya aku heran
"suara teriakan? suara wanita?" jawab pak penjaga yang tampak ketakutan.
"betul pak! apa bapak mendengarnya?" tanya ku lagi
"eh.. tidak.. aku tidak mendengar apa-apa. tapi, bila kau mendengarnya, tunggulah dia nanti malam saat bulan purnama dirumahmu. jangan tunjukkan wajah cemasmu bila melihatnya. karena dia tak segan untuk membunuh orang yang hampir atau telah mengetahui dirinya." jawab pak penjaga yang lagi-lagi dengan senyum pedasnya
akupun tersenyum ramah dan segera meninggalkan bapak penjaga yang tampak mengetahui dengan segala ssuatu yang ada di sekolah ini.
"menghampiri ku malam ini? apa maksudnya" tanya ku dalam hati
"malam ini memang malam purnama. tapi, mengapa aku?? apakah aku hampir atau sudah mengetahui sosok itu??"
ujar ku heran dengan sedikit tersenyum pedas
satu persatu tman berdatangan dan aku memulai klasku pada hari ini. pelajaran prtama adalah matematika.buk Riwa atau akrab di sapa buk Iwa. buk iwa baru saja keluar dari rumah sakit. karena kecelakaan dengan sebuah mobil yang saat ditemukan tidak ada pengendaranya. buk iwa memang sudah lama mengajar di sekolah ini. dan buk iwa sdikit banyaknya pasti tahu tentang sekolah ini serta misteri atap bolong yang sekarang sudah tertutup dengan sendirinya.
kelas matematika pun selesai. aku berlari mengejar buk iwa yang menuju kantor
"buk saia boleh bertanya sesuatu??" tanya ku yang tampak ragu
"boleh kev. tanya apa kamu?" jawab ramah bu iwa
"gini bu. apa sekolah kita ada sesuatu yang misterius di sekolah kita? seperti teriakan seorang perempuan?" tanyaku pada bu iwa
"lho, kev! kok tumben kamu bertanya seperti itu. kalau masalah itu, ibu juga kurang tahu." jawab ibu iwa
"sebab, tadi [agi pas saia datang ke sekolah, saia mendengar teriakan perempuan. kalau masalah mobil kosong yang menabrak ibu itu gimana?" tanya ku lagi
"kalau itu ibu juga tidak begitu tau. ibu duluan ya kev. dadah" jawab ibu iwa singkat
bu iwa langsung perge entah kemana. tampaknya buk iwa tampak kagak dengan pertanyaan ku..
spertinya bapak penjaga dan buk wa mengetahui semua dibalik kasus aneh ini.
heh.. saatnya untuk menunggu sosok itu yang akan datang untuk membunuhku di malam harinya..
to be continued..
ada sesuatu yang tampak berbda dari lokal ku. yaitu atap bolong yang tak tau apa penyebabnya. tapi, aku merasa kemarin tidak ada apa-apa. bahkan tidak ada tanda-tanda kalau akan mau tanggal. pakunya masih tertempel erat.
huh.. tidak urusan ku.. hmm..walaupun gitu, aku juga masih penasaran tentang atap itu. dulu aku memang pernah mendengar dari penjaga sekolah kalau atap kelas aku itu sering bolong.. tapi, kalau siang tertutup.
aneh kan?? inilah saatnya aku mengeluarkan insting detective aku untuk memcahkan kasus itu..
aku mulai mengeruk informasi dari teman-teman yang sering datang pagi.. mreka sih katanya nggak melihat atap itu. tapi ada salah satu dari mereka yang pernah melihat atap itu. cila yang mengaku pernah melihat itu.
"aku pernah liat kev!! tapi pas paginya. pas teman2 udah banyak, aku nggak ngeliat lagi.. aneh banget.." ujar cila pada ku.
hm.. kasus yang sangat menyenangkan.
besoknya aku coba datang lebih pagi. jam 5.50 pagi. untuk daerah aku, itu sangat pagi. aku minta kunci lokal ke penjaga sekolah. tapi, aku terdian setelah penjaga sekolah mengatakan
"hati-hati jika sendirian di kelas! dia akan datang"
apa maksudnya ya?? heran aku jadinya. apa itu sebuah petunjuk?? mungkin saja. aku tak begitu memikirkan perkataan itu. yang aku fikirkan adalah kenapa bisa ada atap yang bolong itu.
ku buka pintu kelasku. ku tatap ke pojok atas. dengan sedikit senyum pedas aku mengatakan "betul dugaanku"
atap itu tampak bolong seperti biasanya. ku letakkan tas ku di mejaku, lalu ku beranjak ke dekat atap yang bolong itu.ku tatap lekat2 loteng itu. aku tampak begitu kaget setelah melihat cahaya terang yang ada di loteng itu.aku dekati lagi loteng itu. lalu ku ambil meja sebagai piujakan ku untuk melihat cahaya itu.
tapi anehnya, beberapa menit kemudian, tak tampak cahaya itu lagi. terdengarlah suara triakan yang sangat keras dari belakang. tepatnya dari sebelah rumah penjaga sekolah.
ku berlari sekuat tenaga untuk melihatnya. sesaat sampai di sana, aku tak melihat apapun. hanya penjaga sekolah yang sedang menyapu dengan sapu lidi kesayangannya.
"ada apa kev?? kenapa brlari?? kamu melihatnya?? hha" tegur penjaga sekolah dengan senyum pedanya
"tidak pak. saya hanya mendengar teriakan. apa bapak tidak mendengarnya?" tanya aku heran
"suara teriakan? suara wanita?" jawab pak penjaga yang tampak ketakutan.
"betul pak! apa bapak mendengarnya?" tanya ku lagi
"eh.. tidak.. aku tidak mendengar apa-apa. tapi, bila kau mendengarnya, tunggulah dia nanti malam saat bulan purnama dirumahmu. jangan tunjukkan wajah cemasmu bila melihatnya. karena dia tak segan untuk membunuh orang yang hampir atau telah mengetahui dirinya." jawab pak penjaga yang lagi-lagi dengan senyum pedasnya
akupun tersenyum ramah dan segera meninggalkan bapak penjaga yang tampak mengetahui dengan segala ssuatu yang ada di sekolah ini.
"menghampiri ku malam ini? apa maksudnya" tanya ku dalam hati
"malam ini memang malam purnama. tapi, mengapa aku?? apakah aku hampir atau sudah mengetahui sosok itu??"
ujar ku heran dengan sedikit tersenyum pedas
satu persatu tman berdatangan dan aku memulai klasku pada hari ini. pelajaran prtama adalah matematika.buk Riwa atau akrab di sapa buk Iwa. buk iwa baru saja keluar dari rumah sakit. karena kecelakaan dengan sebuah mobil yang saat ditemukan tidak ada pengendaranya. buk iwa memang sudah lama mengajar di sekolah ini. dan buk iwa sdikit banyaknya pasti tahu tentang sekolah ini serta misteri atap bolong yang sekarang sudah tertutup dengan sendirinya.
kelas matematika pun selesai. aku berlari mengejar buk iwa yang menuju kantor
"buk saia boleh bertanya sesuatu??" tanya ku yang tampak ragu
"boleh kev. tanya apa kamu?" jawab ramah bu iwa
"gini bu. apa sekolah kita ada sesuatu yang misterius di sekolah kita? seperti teriakan seorang perempuan?" tanyaku pada bu iwa
"lho, kev! kok tumben kamu bertanya seperti itu. kalau masalah itu, ibu juga kurang tahu." jawab ibu iwa
"sebab, tadi [agi pas saia datang ke sekolah, saia mendengar teriakan perempuan. kalau masalah mobil kosong yang menabrak ibu itu gimana?" tanya ku lagi
"kalau itu ibu juga tidak begitu tau. ibu duluan ya kev. dadah" jawab ibu iwa singkat
bu iwa langsung perge entah kemana. tampaknya buk iwa tampak kagak dengan pertanyaan ku..
spertinya bapak penjaga dan buk wa mengetahui semua dibalik kasus aneh ini.
heh.. saatnya untuk menunggu sosok itu yang akan datang untuk membunuhku di malam harinya..
to be continued..
Classmeth sevent g!
Di smt 2 kelas 7 dulu, lazz vent g ikut classmeting yg di isi dngan berbagai acara oleh 0sis… acaranya dapat dikatakan seru..
Diantara nya :
1. sepak b0la ria
2. catur
3. scareball
4. tarik tambang
5. spelling beEe
And ngga klah lagi ada uga
6. pensiEee
Semua acara kmi ikuti,, mulai dri tarik tambang ampe yang terakhir pensi… yang paling bikin kesel buat anak ce.. tarik tambang… “ kalah….” Nyebelin amat…,,
n yg paling berkesan buat nak 7.g sepak bola ria..
Pemaen na anak cwok… yg dri 7,g yg ikut : r0bi.., dia kapten loo, terus hadi ,, amir ,, david ,, alib ,, ‘n uga pemaen cadangan veRland ^^…
Waktu trus berjalan,, akhir na kami masuk final… melawan nak klz 7.c ( klau nggak salah… ). Wah disini sngat menegang kan buat kami para pndukung dari 7.g…,, karna,,, pada saat babak pertama lawan kami mencetak gol…,, it sangat membuat kmi kcewa besar …,, tapi kmi akan tetap menjadi pendukung setia dari 7.g…,,
Hmpir habis waktu babak pertama, kmi blom uga mencetak gol..
Waktu istirahat pun datang,,… kami buat perjanjian….
"kalau kalian menang,, kami akan belikan kalian minuman..,,," eh…,, ternyata waktu istirahat merea minta air… yaaa,, terpaksa kami belikan… tapi,, kalau mereka menang nanti, akan kami beliin pop ice *minuman favorite anak 7g….
Waktu istirahat abis… saat nya main lgi. sebelum mreka masuk ke lapangan. Kami semua berdo’a bersama-sama… agar kami menjadi juara nya… di sanalah kami semua merasakan kekompakan kami…
mereka pun ber main….
Hmmmm.. udah hmpir hbis waktu babak ke 2 belom jugaa ada yg mencetak gol… ehh, ternyata eh ternyata ni ya… david mencetak goo00ooolll…. Semuana senang… ng’ lama kmudian, waktu pun habies… ternyata main nya 1 sama…
Syukur aja dapit tdi mencetak goll… dapit ….,, dapit …,, pinter u9a maen bola yaw…
Sekarang masuk ke acara selanjut na… apaa lah nama nya lupa…,,
Memasukkan bola ke dalam gawang 3 kali…,, setiap group di beri kesempatan memasukkan bola ke dalam gawang…
Ternyata kami masuk 3… n yg lawan kami Cuma masuk 2… horeeee akhir na kami menang….,, nggak sia2 selama ne mereka maen bola di dalam kls. pot bunga pecah..”n bingkai photo pecah…
Kmi merayakan ke menangan kami d dalam kls…
Eh… ternyata si kapten ingat sama perjanjian kami. yaaaa, terpaksa kami yg cewek ngumpulin duit buaat beliin meraka kukubima… tapi itu ngga masalah… sebab nggak sebanding sama perjuangan mereka…
Tapi… di balik keberhasilan kami, kami masih merasa sedih… karna walas tercinta kami nggak liat aksi para pemaen bola dari lazz vent g!. tapi nggak apa2 deh ntar kami bakal kabarin miss lili… pasti bangga sama kami semua…
Nahh. hari rabu nya pensi… smuanya pada amburadul… karna nggak siap n ada juga yg ikut pensi yg ikut lomba laen… jadi na kacau balau deh…
Tapi pada saat kami menampilkan pensi kami… perfech abies… semua penonton pada tepuk tangan…
Kami lat. Pensi Cuma 3 hari… awal na kami nggak yakin akan sempurna… tapi ternyata sempurna…
Lagi-lagi berkat kekompakan kami… kami berhasil menjadi juara 2… n membuat drama tentang kerajaan lazZ vent g!.
Tapi, sayang seribu sayang,miss lili tidak melihat hasil kerja keras kami…
Hhmmmm … ternyata kami bagitu kompak dalam menghadapi semua na… sehingga kami berhasil meraih kesuksesan… tapi apakah klz 8 nanti kami akan bersama kembali… untuk meraih berbagai prestasi laen na….???
Harapan kami 7.g bersama kembali di klz 8 nanti… yang akan di ubah menjadi 8.g….,,
Rasanya nggak bisa kalau ng bersama 7.g lagi…. kekompakan kami begitu erat… sekarang personil 7.g berkurang… fari pindah ke pekanbaru… it sangat membuat kami sedih… m……
Goo000ooo sevent g! goo00oo0o
itu lah kekompakan gua waktu kjelas 7 dulu. cerita itu teman gw yang bikin. tapi gw udah dapat izin buat nge share.. harapan gw seperti yang dicerita ini nggak jadi kenyataan.. kita nggakselokal lagi.. padah mencar2.. tapi, nggak apalah. bagi gua, 7g kenangan yang terindah.. nggak peduli mau pisah atau nggak, gua tetap 7g.. ^^
Selasa, 18 Januari 2011
aku & kedua alamku

Siang ini, matahari sangatlah terik. Tapi, cahaya yang menyilaukan itu tidak ku rasakan sedikitpun. Tubuhku terasa sangatlah ringan untuk mengais sampah-sampah yang terkumpul di tempat pembuangan sampah tepatnya sekitar 2 kilo dari gubuk kemuh kecil yang ku tingggali. Ya! Pemulung adalah pekerjaanku. Bergelut dengan bau sampah tidak masalah bagiku demi untuk menghidupi diriku dan kedua adik-adikku.
Besoknya, ku tatapi lekat-lekat wajah adik-adikku yang sepertinya baru saja selesai manangis atas kecelakaan yang menimpaku kemarin. Aku pulang terlalu larut sehingga aku merasakan sakit kepala yang amat sangat. Aku singgah sebentar ke sebuah toko untuk membeli makanan yang bisa dikatakan murah. Ketika pulang dari toko itu, tubuhku terasa berputar-putar sehingga aku tak bisa berjalan dengan sempurna. Terdengarlah olehku bunyi yang sangat keras dari sebuah mobil yang berada dibelakangku. Setelah bunyi itu berhenti, tubuhku terlontar sangat jauh. Kepala ku terbentur dengan sesuatu benda yang sangat keras yang kurasa benda itu adalah batu besar. Setelah itu semua, aku merasakan tubuhku melayang sehingga aku tidak dapat merasakan apa-apa. Tapi, aku bisa mendengar suara teriakan orang-orang dengan sangat keras..
“Woy, Jangan kabur lu! Dasar lu orang tabrak lari! Tanggung jawab woy!!” kata salah seorang saksi mata yang sepertinya melihatku. Hmm.. ternyata orang itu tabrak lari. Betul betul orang yang tak punya tanggung jawab.
Para warga yang melihatku pun langsung menggendong dan membawaku ke rumah sakit. Yup! Tanpa sadar, aku ternyata bisa mlihat diriku yang sedang dibawa kerumah sakit. Bagaimana bisa aku melihat diriku?? Jawabannya sangat mudah! Yang melihat diriku bukanlah aku. Tapi, nyawaku atau arwahku. Aku melihat diriku terbujur kaku yang tampak tak sadarkan diri. Akupun pergi berlari menuju gubukku tanpa menghiraukan kabar jasadku.
Kumasuki gubuk tanpa membuka pintu, cukup dengan menembus dinding gubuk. Tak ada satupun yang dapat melihatku, tapi semua orang dapat merasakan kehadiranku.
“Kak Kay, kok kak Zota lama sekali sih pulangnya? Aku jadi ngerasa sesuatu yang nggak nak nih!” ujar Feqa, adik perempuanku yang paling kecil.
“betul Feq. Kakak juga heran. Kakak juga merasakan hal nggak enak nih. Apa jangan-jangan, kak Zota…??” balas Kay yang belum sudah.
“hu, Kak Kay!! Jangan fikir yang nggak-nggak deh! Nggak boleh kayak gitu.. perkataan adalah doa. Jadi, kalo mau ngomong yang baik-baik donk! Jangan doain kak Zota yang nggak-nggak!” sambut Feqa yang memutuskan pembicaraan Kay.
“ya deh dek! Kakak minta maaf. Sekarang kita doa aja ya. Semoga kak Zota aman-aman aja. Huaahh!!! Udah jam 9 malam Feq. Kalo udah ngantuk, mendingan kamu tidur dulu. Biar kakak yang tunggu kak Zota pulang. Lagian, wajah kamu udah ngantuk kayaknya. Ok feq..?!” kata Kay dengan nada suara yang sangat menunggu kehadiranku.
Melihat pembicaraan itupun, aku serasa ingin menangis. Ingin rasanya aku berada di dekat merake dan tidur malam bersama mereka. Aku ingin sekali mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Tapi??? Baiklah. Aku akan mengatakan kepada mereka untuk menenangkan hati mereka yang sedang gelisah.
“Feq.. Kay.. Kakak disini baik-baik saja kok! Kalian nggak usah cemas ya! Kakak janji, besok kakak akan pulang. Kay, kamu nggak usah tunggu kakak pulang. Lebih baik kamu tidur saja dulu. Selamat tidur adik-adikku yang sangat kucintai. Mimpi indah ya!” ujarku kepada mereka dengan meneteskan beberapa butir air mata
“Feq, apa kamu mersakan kehadiran kak Zota?” Tanya Kay yang tampaknya hampir menangis.
“aku merasakannya kak. Aku merasakan kak Zota berbicara padaku bahwa kak Zota aman-aman saja. Hatiku merasa sangat tenang kak.” Jawab Feqa dengan senyum manisnya sambil menghentikan jalannya menuju kamar.
“syukurlah kalau kamu merasakannya. Baiklah! Sekarang kamu tidur ya! Mimpi indah feqa ku sayang” ujar Kay dengan nada suara yang sepertinya telah mempunyai jiwa sebagai kakak pelindung bagi Feqa.
Mendengar percakapan itu, tak kuasa rasanya aku meninggalkan mereka. Aku masih sangat menyayangi adik-adikku. Tak kuasa aku membiarkan meraka berjuang hidup dalam keadaan yang tak mudah seperti yang dibayangkan. Butiran air matapun telah mengalir deras di pipiku. Ingin kurangkul kedua adikku. Ingin aku berada tidur di samping mereka. Tapi aku tak bisa.
“dek! Jaga diri ya!”
Akupun meninggalkan adikku dan pergi melihat diriku (tepatnya tubuhku) yang terkapar dirumah sakit. Kutatapi diriku yang tampak lusuh dengan dihiasi cat warna merah yang disebut darah di atasnya. Salah satu dari tanganku dimasukan sebuah jarum yang dihubungkan dengan sebuah benda yang tampak mengeluarkan garis-garis yang naik turun. Aku tak tau apa gunanya alat itu, yang pasti aku melihat orang-orang selalu melihat alat itu.
Duduk lah disebelahku Jode yang sedang tertidur, Sahabatku yang sama-sama pergi untuk mencari uang di tempat kumuh itu. Tapi, bagaimana dia bisa tahu aku ada disini? Perasaan saat aku berjalan, aku tidak menemukannya! Ahh!! Tak penting. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana aku bisa hidup kembali dan bisa bertemu dengan adik-adikku! Bagaimana bisa aku mengulang hidupku lagi??
Jode pun terbangun dari tidur nyenyaknya? Apakah dia terbangun karena kehadiranku? Wah, tapi ku rasa tidak mungkin! Bisa jadi Jode terbangun karena sudah tidak ngantuk lagi.. Tapi, mana mungkin? Sekarang kan baru jam 11 malam? Alah, tak usah difikirkan!
“udah banggun. Jod”? Tanya salah seorang orang yang tidak ku kenal. Tapi mungkin kenalan Jode.
“iya mas! Mas, tolong jaga Zota ya! Aku mau ke rumah Zota dulu. Mau memberitahukan kadaan Zota ke adik-adiknya.” Pinta Jode ke orang itu.
“jod? Apa kamu nggak salah tuh? Udah malam kan. Kasian kamu ganggu adik-adiknya tidur.” Bantah orang itu.
“nggak apalah mas. Lebih kasihan lagi kalau adik-adiknya nggak tahu keadaan Zota. Mereka harus tahu secepat mungkin mas! Aku pergi dulu mas.” Ujar Jode dengan keras kepalanya.
“heyy!!!!.. huhftt.. malah pergi.. nggak apa lah! Hati-hati jod.” Jawab pelan pria itu.
Apa?? Jode mau ngadih tau ke adik-adik aku? Jangan lah Jod! Kasihan kan merekanya!! Apa reaksi mereka mendengat aku ada dirumah sakit?? Tak bisa aku bayangkan.
Diperjalanan, aku terus mengikuti kemana Jode pergi. Dia berjalan cepat tapi sesekali berhenti dan mengusap keringatnya. Bukan!! Itu bukan keringat! Tapi air matanya. Tak ku sangka ternyata Jode juga menangisi kejadian ini. Nada suaranya seperti terisak-isak.
Sesampainya sampai ke gubukku ku, Jode menarik nafas perlahan dan mengetuk pintu rumahku. Tokk..tokk.. terdengar suara keras dari pintu gubukku. Feqa yang mendengar itupun langsung merasa takut dan segera membangunkan Kay yang tampak terlelap.
“kak kay! Ayo bangun.. ada orang diluar. Aku takut sendirian ayo bangun kak!” kata Feqa yang tampak ketakutan.
Merekapun langsung keluar dengan pelan-pelan. Bunyi ketukan pintu itupun semakin keras dan mereka semakin ketakutan.. Dengan tangan yang masih gemetaran, Kay memberanikan diri untuk membuka pintu. Sedangkan Feqa berada di belakangnya.
“1…2……3!!!! Fiuh.. Kak Jode ternyata. Ada apa kak? Kok malam-malam kesini?? Terus, kok matanya sembab kayak baru siap nangis gitu??” Tanya Feqa yang tampak keheranan dengan perasaan yang seikit lega..
“oh ya kak, ngomong-ngomong, kakak ngeliak kak Zota nggak? Dari tadi kak Zota belum pulang-pulang juga. Aku takut kak Zota kenapa-napa!” Tanya Kay lanjut.
Mendengar kedua pertanyaan adik-adikku, aku melihat Jode yang tampaknya sedang membendung air mata. Apa Jode merasa sedih atas keadaan aku dan adik-adikku?? Aku tidak tahu pasti. Yang aku tahu adalah Jode ingin memberitahukan keadaanku pada adik-adikku. Reaksi mereka????? Aku tak ingin melihatnya.
Akupun sedikit menjauh dari Jode, Kay dan Feqa. aku harus bisa melihat kenyataan ini meski aku dalam bentuk nyawa bebas yang melayang.
“dek, sebenarnya kakak takut mengatakan semuanya. Tapi kalian juga harus mengetahuinya. Kak Zota….??!!! KECELAKAAN!” dengan nada suara yang sepertinya sedikit berteriak sembil menangisi semuanya..
Feqa dan Kay pun langsung menangis. Feqa.. airmata harus mengalir dipipi indah yang mulus itu. Sedangkan Kay, melupakan perkataan yang ku ucapkan kepadanya “laki-laki tak boleh menangis, sayang”. Apakah tidak ada respon lain selain menangis apabilka mendengar kabar seperti itu?? adik-adikku sayang, jangan menangis. Kakak ada disini. Kaka janji tidak akan meninggalkan kalian. Apapun yang terjadi, kakak janji. Walupun itu tak mungkin adanya.
“terus, sekarang kak Zota dimana?? Apa kak Zota masih hidup? Kak Zota kan pernah berjanji pada kita bahwa tak akan meninggalkan kita berdua saja!! Ya kan kak Kay?” ujar Feqa yang tampak polos dengan ucapannya itu.
“kak Zota masih selamat. Tapi kak Zota masih koma. Kakak tak yakin kak Zota bisa selamat. Tapi, kakak akan selalu berdoa agar kak Zota bisa berada di sini lagi. Sekarang, kita istirahat dulu. Besok kita akan melihat keadaan kak Zota. Jangan khawatir. Disana ada yang menjaga kak Zota kok.” Ucap Jode yang ingin menenangkan adik-adikku.
Akupun langsung berlari meninggalkan mereka. Aku langsung meilaht tubuhku yang tertidur lemah. Aku berdoa kepadaMu. Aku mohon kepadaMu. Aku sangat mencintai adik-adikku. Jadi, biarkanlah aku bersama mereka. Aku mohon. Kupanjatkan doaku padaNya sembari melihat tubuhku dan memikirkan adik-adikku.
“ya Allah.. hamba tahu hamba adalah makhluk yang lemah. Tidak ada apa-apanya dibandingkanmu ya Allah. Hamba mohon, biarkanlah hamba hidup 1 kali saja ya Allah. Hidup dan mati hamba hanya padamu. Bersembah sujud ku padaMu ya Allah. Hamba mohon, kabulkan ya Allah”
Begitulah pintaku padaNya. Aku berusaha tidur di atas tubuhku agar aku dan tubuhku bisa bersatu lagi. Tapi, percuma. Apakah ini akhir hidupku?? Apakah ini akhir hidupku?? Hanya itulah yang dapat ku ucapkan.
Seketika itu, sebuah tali besar yang tampak bercahaya putih menghampiriku dan membawaku terbang. Ku lepaskan tali ini dari tubuhku, tapi tali itu semakin membawaku keatas. TERBANG. Itulah yang selalu ingin ku rasakan. BEBAS. Itulah harapanku selama ini. Ketika aku erasa ditarik keatas, aku merasakan keduanya.
Tempat yang indah, luas dan damai. Disitulah aku berhenti. Kutatapi keadaan disekitarku. Langkahku terhenti ketika ku melihat sebuah makhluk besar berambut panjang yang acak-acakkan. Tampang yang sangat mengerikan itu membuat ku berbalik arah dan membuatku menanbah kecepatan untuk berlari dan ingin meninggalkan tempat ini. Gagal. Satu kata itu yang menjadibhasilnya. Tempat itu sangat luas. Tak bisa aku kabur dari sini.
“zota..” bunyi suara yang sangat halus
“siapa disana?? Ada apa?? Ku mohon.. jangan ganggu aku.. aku tidak pernah menakut-nakuti kalian. Jangan takuti aku.” Jawabku yang sangat ketakutan.
“zota, putar badanmu. Lihat siapa di belakangmu” suara itu datang lagi.
Akupun berputar badan dan memicingkan mataku. Aku tidak ingin melihat makhluk itu. aku sangat takut. Ibu.. aku takut. Aku sangat takut. Aku ingat bagaimana saat ibu melindungiku ketika aku merasa sangat ketakutan. Aku harap, ibu ada disampingku saat ini dan melindungiku.
“zota, buka matamu sayang. Tak usah takut. Aku tidak akan jahat padamu” suara itu terdengar lagi. Dengan pelan, kubaka mataku itu. ku hilangkan rasa takutku.
“kyaaaaaa!!!!! Kamu siapa???” teriakku takut. Makhluk aneh itu ternyata. Suaranya saat indah. Tapi, aku tetap takut melihat wajahnya.
“jangan takut Zot. Aku adalah malaikat yang akan mengabulkan keinginanmu atas izinNya. Kamu tak usah cemas. Lihatlah yang ada di sebelahku.” Suruh malaikat itu.
“ibu!!!!!!! Tapi, bagaimana bisa??” Tanya ku heran.
“zota, ibu selalu ada di sisimu. Ibu mengetahui apa yang menimpamu sekarang. Malaikat ini mnyuruh ibu yang sedang cemas dengan keadaan mu untuk bertemu kamu.” Jawab ibu.
“betul Zota.. ibumu ada disini. Begitupun dengan tubuhmu” ucap malaikat itu.
“tubuhku yang tampak lemah. Tak yakin rasanya bila aku bisa hidup lagi. Aku tak yakin!” ucapku dengan sedikit senyum kecil yang memaksa dengan air mata indahku.
“apa bila benar itu maumu, Dia masih akan memberimu hidup.percayalah padaNya. Dia telah medengar doa tulusmu itu. jangan menangis. Pandangilah tubuhmu baik-baik sembari berdoa padanya.” Suruh malaikat itu.
Aku masih tidak yakin akan keberadaanku di alam itu. aku juga tidak yakin bahwa aku selamat. Tapi, aku melaksanakan perintah dari suara itu. ku tatapi jasadku lekat-lekat sembari berdoa padanya. Tiba-tiba…. Kyaaaa!!!! Aku terjatuh.. tepatnya aku ditarik oleh tubuhku yang tengah menungguku di tempat tidur itu..
“argghh!!! Sakit sekali..” ujarku pelan.
Adik-adik yang tampak sedih langsung menghapus air mair matanya dan segera menghampiriku dengan memeluk tubuhku. Sakit masi ku rasakan.
“buka matamu pelan-pelan.” Ujar dokter yang berada di kamarku
Dengan pelan kubuka mataku, kupandang indahnya dunia yang sempat terhenti. Kupegang kepalaku yang masih dibalut perban dengan rasa sakit yang masih terasa.
“kak zota!!!!” sontak Feqa dan Kay.
“kak, aku sangat merindukan kakak.. aku ingin melihat kakak yang ceria lagi. Dan akhirnya aku masi bisa melihatnya” ujar Kay dengan wajah senangnya..
Senangnya hatiku bisa melihat mereka lagi. Serta Jode, sahabat setiaku. Kutatapi Jode dengan senyumku yang mengucapkan terimakasih.
“Biaya nya bagaimana? Aku tidak punya uang!!! Dan, berapalama aku sudah disini?” tanyaku dengan sedikit cemas.
“kamu sudah koma selama 5 hari. Kalo soal biaya, kamu tenang saja. Aku telah berkompromi dengan dokter yang ada disini. Syukur salah satu dokter ingin membayarnya” ucap Jode dengan senyum senang.
Terima kasih tuhan. Engkau telah memberihan sebuah pengalaman baru kepadaku. Terima kasih enkau telah memberikanku hidup lagi. Tak akan kulupakan apa yang terjadi pada hidupku ini. Inilah kisah ku yang akan kumulai. Kenangan yang lama, akan menjadi kenangan indah yang akan selalu kukenang. AKU DAN KEDUA ALAMKU.
Langganan:
Postingan (Atom)
