Malam..
Malam.. Dan hanya malam yang dapat menenangkan fikiran disaat semuanya terasa
berbeda. Berbeda atau berubah? Atau bahkan menghilang? Mata yang tadi terpejam
kini mulai terbuka perlahan dan memperlihatkan sepasang bola mata yang tampak
tak begitu bahagia, tapi menyembunyikan sedikit kekesenangan. Desahan panjang
terdengar setelah minghirup udara malam yang sejuk.
Mengharapkan air
mengalir keatas, tak akan mungkin. Tak akan terjadi meski dunia dapat
dihentikan
Kepalanya
terasa sangat berat tak mengijinkannya untuk bangkit dari perasaan yang dia
sendiri tak bisa menebak. Hanya berfikir, dan mengingat apa yang terjadi. Masih
memaksakan otaknya berfikir, terbanyang seulas senyum yang sangat dirindukannya
dan bahkan sangat dinantikaannya.
Dimana
dia berada? Dimana pemilik senyum itu berada? Apa itu hanya mimpi? Tidak! Dia benar-benar
melihat senyum itu. Dia benar-benar melihatnya disaat matahari mulai
bersembunyi. Seyum yang damai. Senyum yang dapat melupakan masalahnya sejenak.
Hanya sejenak.. Dan saat senyum itu menghilang, semuanya kembali seperti
semula. Beban hidup mendatanginya setelah senyum itu pergi, tepat setelah
senyum itu tak dilihatnya lagi.
Dimana
pemilik senyum itu berada?
Pertanyaan itu membuat otaknya tak bisa
berfikir dan tak bisa bernafas. Pertanyaan itu membuatnya tak berdaya. Tubuhnya
terbaring pulas dan tak dapat mendengar keributan disekitarnya. Yang kini dapat
dilakukan hanya menutup lembaran hasil pemikirannya
