Laman

Selasa, 05 November 2013

Aku Menunggumu, Ibu


Anak kecil itu tampak sangat riang. Pasalnya ibu baru saja mengatakan akan mengajaknya ke pasar hari ini. Meskipun ia seorang anak laki-laki, tapi ia sangat menyukai pasar. Karena di sana ia dapat menemukan banyak sekali mainan, mulai dari mobil-mobilan tanpa remot, robot-robot dan permainan anak laki-laki lainnya untuk usia lima tahun.

Ia mengenakan pakaian terbaiknya dan patuh dengan semua perkataan ibunya. Anak ini sangat menyayangi ibunya. Ayahnya meninggalkannya sejak ia berusia satu tahun. Ayahknya kabur dari rumah dan tak pernah kembali. Tak ada yang tahu pria itu kemana. Sejak saat itu, sang ibu berusaha banting tulang cari nafkah demi menghidupi diri dan sang anak. Ia hanya menjadi tukang jahit. Memang tak ramai atau bisa dikatakan sepi, tapi ia tetap berusaha. 

Ketika pulang dari pasar, sang anak lebih bahagia lagi karena ibu membelikannya robot power ranger yang mungkin hanya seukuran tangan anak-anak. Tapi anak itu sangat menyukainya. Tak peduli sebesar apa hadiah itu. Baginya, permberian ibu adalah segalanya. Saat perjalanan, ia memegang mainannya di sebelah kiri dan memegang tangan penuh kasih sayang ibu di sebelah kanannya.

Tiba-tiba di jalan sang ibu teringat sesuatu, ia lupa membeli kunyit untuk member pada tahu yang menjadi menu makanan pada hari ini. Mereka yang telah berada di luar keramaian pasar, segera balik ke dalam pasar . Tetapi hanya ibu saja yang balik dengan alasan ingin cepat karena ia yakin sang anak sudah lapar dan menitipkan sang anak pada pemilik toko yang berada di luar pasar dan bisa dikatakan sedikit jauh dari pasar. Pemilik toko itu memang sabahat karibnya sejak bangku SMA dulu.

Sepuluh menit di tunggu, ibu tak kembali, dua puluh menit di tunggu ibu juga tak kembali. Sang anak yang tadi riang dengan mainan baru kini hanya duduk diam menatap mainannya. Ia merindukan ibu. Mengapa lama sekali. Datang tetangganya yang menjemput anak itu. Ia mengatakan bahwa sang ibu tertabrak truk ketika menyebrang menuju pasar dan segera di bawa ke rumah. Sang anak tetap tenang, sambil berkata “ibu akan kembali, aku di sini saja menunggu ibu. Ibu akan menjemputku di sini. Aku tak ingin membuat ibu pusing karena aku pergi tanpa ijin ibu”

Tetangganya hanya menangis menatapi kasihan pada anak itu. Hingga dewasa, sang anakpun diasuh oleh pemilik took tersebut. Ia percaya sang ibu akan kembali dan menjemputnya.

Minggu, 03 November 2013

I DO LOVE NIGHT


Malam..
Satu kata yang sebahagian orang menyukanya dan sebahagian lagi tidak. Tentu saja aku tak sendirian. Aku percaya, di luar sana juga banyak orang-orang yang menyukai malam sepertiku. Bahkan ada yang lebih fanatik dengan malam lebih dari aku mencintai malam.

Malam itu…
Tenang. Aku dapat merasakan dunia yang sebenarnya ketika malam. Dunia yang tenang tanpa ada hiruk pikuk dunia siang yang memekakkan telingaku, yang membutakan mata, membisukan lidah, membunuh indra penciumku untuk mencium aroma ketenangan serta sempurna mematikan saraf-saraf kulitku sehingga panas terbakar serta dinginnya hujan badaipun aku tak lagi bisa merasakan.

Malam itu..
Hening. Tak perlu aku membebani pikiranku dengan bunyi manusia yang berkomentar dengan sibuk perkerjaan yang dihadapinya, tentang tak puasnya pengunjung rumah makan terhadap pelayan yang  telat mengantarkan makanan atau member makanan yang salah dan yang lain apalah itu namanya. Telingaku tak perlu lagi mendengar klakson kendaraan yang selalu berbunyi ketika lampu lalu lintas telah menunjukkan hijau.

Malam itu..
Nyaman. Sebahagian besar manusia menghabiskan waktu istirahatnya disaat malam. Mereka bisa merasakan kenyamanan malam dengan kasur empuk dan selimut tebal bulu angsa yang lembut ketika ingin tidur lelap setelah seharian sibuk dengan siangnya.  Ketika malam, semua beban pikiran segera hilang. Mereka tak perlu memikirkan apa-apa yang dapat mengganggu malam yang nyaman itu. Karena hanya saat malam lah beban pikiran keluar dari pikiran mu dan tak ingin datang mengganggumu.

Malam itu..
Ajaib. Percaya atau tidak, malam itu seperti ada kekuatan magis yang membuatmu menjadi lebih bahagia dibandingkan malam bila kau menyadarinya. Ketika malam datang, kau melihat gelapnya malam seakan itu menghipnotismu untuk merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Kau akan sadar bahwa dunia tak pernah begitu kejam padamu. Ketika siang selalu menghardik dan mencaci makimu, jangan sedih. Malam masih ada dan setia untukmu. Karena malam mempunyai tugas, yaitu membuatmu merasa lebih baik dari siangmu.

Malam itu..
Indah. Ketika kau pulang dari tempat mu bekerja, les atau sebagainya saat malam hari, jangan segan untuk menatap keatas. Di sana ada bulan, di sana ada bintang. Mereka indah sekali. Langitnya perwarna hitam dengan sedikit tinta taburan biru pekat di dalamnya. Latar kanvas yang indah untuk bintang-bintang dan bulan bersandar. Bintang yang berkelap-kelip seaka berkedip padamu. Ia berusaha untuk meyakinkanmu semua akan baik-baik saja. Dan ketika kau melihat bulan sabit, itu adalah senyuman malam untuk menghiburmu. Ketika bulan purnama itu, itu menandakan bahwa kau adalah sempurna seperti bulan purnama yang bulat sempurna. Mereka selalu mengatakan bahwa kau adalah luar biasa.

Malam itu..
Sempurna.. Ia memberimu ketenangan, keheningan, kenyamanan, keajaiban serta keindahan. Malam itu sempurna. malam itu luar biasa. Mereka tak dapat kau beli. mereka hanya dapat kau tunggu dan kau tunggu setelah rutinitas siangmu berhasil kau kalahkan. Malam itu sempurna.. sangat sempurna

Itulah alasanku menyukai malam. Tak ada alasanku untuk membenci malam. Karena ketika malam, aku merasa kembali baangkit dari siang yang menguburku hidup-hidup dalam rasa lelah. Dan saat malamlah, aku merasakan bahwa aku adalah aku, bahwa aku luar biasa seperti bulan dan bintang katakan. Dan saat malamlah, aku bisa kembali bersemangat untuk melaksakan kehidupan siangku pada esok hari..

LOVE NIGHT