Malam..
Satu kata yang sebahagian orang menyukanya dan sebahagian lagi tidak. Tentu saja aku tak sendirian. Aku percaya, di luar sana juga banyak orang-orang yang menyukai malam sepertiku. Bahkan ada yang lebih fanatik dengan malam lebih dari aku mencintai malam.
Malam itu…
Tenang. Aku dapat merasakan dunia yang sebenarnya ketika
malam. Dunia yang tenang tanpa ada hiruk pikuk dunia siang yang memekakkan
telingaku, yang membutakan mata, membisukan lidah, membunuh indra penciumku
untuk mencium aroma ketenangan serta sempurna mematikan saraf-saraf kulitku
sehingga panas terbakar serta dinginnya hujan badaipun aku tak lagi bisa
merasakan.
Malam itu..
Hening. Tak perlu aku membebani pikiranku dengan bunyi
manusia yang berkomentar dengan sibuk perkerjaan yang dihadapinya, tentang tak
puasnya pengunjung rumah makan terhadap pelayan yang telat mengantarkan makanan atau member makanan
yang salah dan yang lain apalah itu namanya. Telingaku tak perlu lagi mendengar
klakson kendaraan yang selalu berbunyi ketika lampu lalu lintas telah
menunjukkan hijau.
Malam itu..
Nyaman. Sebahagian besar manusia menghabiskan waktu
istirahatnya disaat malam. Mereka bisa merasakan kenyamanan malam dengan kasur
empuk dan selimut tebal bulu angsa yang lembut ketika ingin tidur lelap setelah
seharian sibuk dengan siangnya. Ketika
malam, semua beban pikiran segera hilang. Mereka tak perlu memikirkan apa-apa
yang dapat mengganggu malam yang nyaman itu. Karena hanya saat malam lah beban
pikiran keluar dari pikiran mu dan tak ingin datang mengganggumu.
Malam itu..
Ajaib. Percaya atau tidak, malam itu seperti ada kekuatan magis yang membuatmu menjadi lebih bahagia dibandingkan malam bila kau menyadarinya. Ketika malam datang, kau melihat gelapnya malam seakan itu menghipnotismu untuk merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Kau akan sadar bahwa dunia tak pernah begitu kejam padamu. Ketika siang selalu menghardik dan mencaci makimu, jangan sedih. Malam masih ada dan setia untukmu. Karena malam mempunyai tugas, yaitu membuatmu merasa lebih baik dari siangmu.
Malam itu..
Indah. Ketika kau pulang dari tempat mu bekerja, les atau sebagainya saat malam hari, jangan segan untuk menatap keatas. Di sana ada bulan, di sana ada bintang. Mereka indah sekali. Langitnya perwarna hitam dengan sedikit tinta taburan biru pekat di dalamnya. Latar kanvas yang indah untuk bintang-bintang dan bulan bersandar. Bintang yang berkelap-kelip seaka berkedip padamu. Ia berusaha untuk meyakinkanmu semua akan baik-baik saja. Dan ketika kau melihat bulan sabit, itu adalah senyuman malam untuk menghiburmu. Ketika bulan purnama itu, itu menandakan bahwa kau adalah sempurna seperti bulan purnama yang bulat sempurna. Mereka selalu mengatakan bahwa kau adalah luar biasa.
Malam itu..
Sempurna.. Ia memberimu ketenangan, keheningan, kenyamanan, keajaiban serta keindahan. Malam itu sempurna. malam itu luar biasa. Mereka tak dapat kau beli. mereka hanya dapat kau tunggu dan kau tunggu setelah rutinitas siangmu berhasil kau kalahkan. Malam itu sempurna.. sangat sempurna
Itulah alasanku menyukai malam. Tak ada alasanku untuk membenci malam. Karena ketika malam, aku merasa kembali baangkit dari siang yang menguburku hidup-hidup dalam rasa lelah. Dan saat malamlah, aku merasakan bahwa aku adalah aku, bahwa aku luar biasa seperti bulan dan bintang katakan. Dan saat malamlah, aku bisa kembali bersemangat untuk melaksakan kehidupan siangku pada esok hari..
LOVE NIGHT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar