Anak kecil itu tampak sangat riang. Pasalnya ibu baru saja mengatakan akan mengajaknya ke pasar hari ini. Meskipun ia seorang anak laki-laki, tapi ia sangat menyukai pasar. Karena di sana ia dapat menemukan banyak sekali mainan, mulai dari mobil-mobilan tanpa remot, robot-robot dan permainan anak laki-laki lainnya untuk usia lima tahun.
Ia mengenakan pakaian terbaiknya dan patuh dengan semua
perkataan ibunya. Anak ini sangat menyayangi ibunya. Ayahnya meninggalkannya
sejak ia berusia satu tahun. Ayahknya kabur dari rumah dan tak pernah kembali.
Tak ada yang tahu pria itu kemana. Sejak saat itu, sang ibu berusaha banting
tulang cari nafkah demi menghidupi diri dan sang anak. Ia hanya menjadi tukang
jahit. Memang tak ramai atau bisa dikatakan sepi, tapi ia tetap berusaha.
Ketika pulang dari pasar, sang anak lebih bahagia lagi
karena ibu membelikannya robot power ranger yang mungkin hanya seukuran tangan
anak-anak. Tapi anak itu sangat menyukainya. Tak peduli sebesar apa hadiah
itu. Baginya, permberian ibu adalah segalanya. Saat perjalanan, ia memegang
mainannya di sebelah kiri dan memegang tangan penuh kasih sayang ibu di sebelah
kanannya.
Tiba-tiba di jalan sang ibu teringat sesuatu, ia lupa
membeli kunyit untuk member pada tahu yang menjadi menu makanan pada hari ini. Mereka
yang telah berada di luar keramaian pasar, segera balik ke dalam pasar . Tetapi
hanya ibu saja yang balik dengan alasan ingin cepat karena ia yakin sang anak
sudah lapar dan menitipkan sang anak pada pemilik toko yang berada di luar
pasar dan bisa dikatakan sedikit jauh dari pasar. Pemilik toko itu memang sabahat karibnya sejak bangku SMA dulu.
Sepuluh menit di tunggu, ibu tak kembali, dua puluh menit di
tunggu ibu juga tak kembali. Sang anak yang tadi riang dengan mainan baru kini
hanya duduk diam menatap mainannya. Ia merindukan ibu. Mengapa lama sekali.
Datang tetangganya yang menjemput anak itu. Ia mengatakan bahwa sang ibu
tertabrak truk ketika menyebrang menuju pasar dan segera di bawa ke rumah. Sang anak tetap tenang, sambil
berkata “ibu akan kembali, aku di sini saja menunggu ibu. Ibu akan menjemputku
di sini. Aku tak ingin membuat ibu pusing karena aku pergi tanpa ijin ibu”
Tetangganya hanya menangis menatapi kasihan pada anak itu.
Hingga dewasa, sang anakpun diasuh oleh pemilik took tersebut. Ia percaya
sang ibu akan kembali dan menjemputnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar