Bukalah hari yang
menyenang kan bagikku. Tapi mungkin malam ini akan menjadi malam yang
membahagiakan untuk ku. Aku berjanji akan menjadi orang pertama yang
membirikannya ucapan selamat. Malam ini dia akan menelfonku. Kami akan banyak
berbincang-bincang mengenai sekolah dan Pra UN esok. Semoga dia senang dengan
ucapan yang ku beri
Senin, 28 november
2011
Aku berhasil. Tepat jam
0 tadi pagi aku mengucapkan ucapan selamat padanya sebagai orang yang pertama. Dia
tampak senang dan menunggu hadiah dariku. Aku hanya bisa memberikan hadiah itu
saat ku berada di sampingnya dan mungkin itu beberapa minggu atau bahkan
beberapa bulan lagi. Aku tak peduli berapa lama aku harus menunggu untuk
bertemu dengannya, tapi aku akan memberikan hadiah yang sangat dia inginkan.
Ujian hari ini tidak
begitu buruk. Mungkin karena dukungan darinya.
Selasa, 29 november
2011
Hari ini ujian ku
sukses. Tapi aku masih seperti biasa. Selalu menangis karena tak ada satupun
yang menghargai ku. Mereka selalu saja menghinaku. Tetapi pada saat ujian
berlangsung, mereka begitu baik kepadaku hanya karena sebuah jawaban. Mereka tak
pernah mengetahui perasaan ku. Akankah mereka seperti ini untuk selamanya? Apa aku
memang tak pantas untuk dihargai? Apa karena postur tubuh ku seperti anak-anak,
jadi mereka tidak menghargaiku dan menganggap ku hanyalah anak hingusan yang
tak bisa apa-apa?
Kamis, 1 desember 2011
Maaaf kemarin aku
tidak mencoret helain kertas mu. Aku kehilanganmu. Lagi-lagimereka
menyembunyikan dan membacanya. Mereka menghinaku. Mereka menganggapku anak
cengen yang hanya bisa berbicara pada lembaran kertas yang mereka ucap tak
berguna. Tidakkah mereka tahu bahwa kau adalah sahabat ku yang sebenarnya? Kau tulus
mendengarkan semua tentangku. Mereka? Aku hanya bisa bersabar. Aku tahu aku ini
siapa. Aku memang tak selevel untuk mereka. Mengemis di hadapan meraka mungkin
membuat harga diri ku semakin rendah. Kini aku akan mulai menjauhkan diri dari
mereka
Sabtu, 3 desember 2011
Bahagia rasanya saat
ku berada di sampingnya. Ku merasakan kehangatan dan kenyamanan yang tak pernah
ku rasakan sebelumnya. Aku sangat mencintainya. Beruntung sekali rasanya ku
memilikinya. Hanya dia yang mengerti aku. Meski kini dia telah berada sangat
jauh, aku tak peduli. Aku akan selalu berkunjung ke tempat lama ku menuntut
ilmu demi dia. Aku memberikan hadiah yang sangat ia inginkan. Bahagia sekali
saat melihatnya tersenyum manis di hadapanku. Ucapan terima kasihnya saat ini
masih ku kenang hingga sekarang. Tapi hari bahagia ini harus segera berakhir. Saat
nya ku pergi dan meninggalkanya. Hal ini membuat butiran embun dimataku
berjatuhan. Hanya bisa memandangnya melalui anganku. Apakah hari bahagia itu
bisa terulang kembali?
Rabu, 7 desember 2011
Dini hari tadi, dia
menelfonku dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku. Dia orang yang
pertama mengucapkannya. Keluargaku memberikan ku berbagai hadiah yang sangat ku
impikan. Tapi, kepalaku sangatlah pusing saat jam pelajaran. Aku tak
mendapatkan kesenangan. Tapi aku sangat bahagia hari ini. Semoga aku menjadi
gadis yang lebih dewasa dari sebelumnya
Senin, 12 desember
2011
Aku benci mereka. Tak ada
satupun dari mereka yang memperdulikanku? Apa aku adalah anak mereka? Mengapa meraka
tidak menyayangiku seperti mereka menyayangi saudara ku? Mengapa mereka tega
mengucapkan kata benci kepada ku? Apa yang aku lakukan sehingga mereka tak
menganggapku anaknya lagi? Aku selalu berupaya membuat mereka bahagia. Teman-teman
masih saja tak mendengarkan ku. Aku sangat benci semua manusia di dunia. Tak ada
yang mengerti ku. Tak ada yang mau mendengarkan ku kecuali dia. Karena dial ah aku
merasa lebih baik. Aku ingin diadi sampingku dan aku ingin menangis di
pundaknya.
Kamis, 15 desember
2011
Aku sudah tak tahan
lagi. 3 tahun ku jalani hidup seperti ini. Aku tak tahan untuk mendengar
hinaan,cacian, makian, dari mereka semua. Aku tak tahan hidup. Tekatku sudah
bulat. Aku akan mengakhiri kisah yang sangat memalukan ini. Aku tahu mungkin
tuhan benci kepadaku. Aku lemah, aku tak setegar mereka. Anggaplah aku anak
kecil. Aku hanya kalian mengetahui, bahwa tanpa aku, kalian akan merasa hampa,
kosong, dan kekosongan. terima kasih atas cinta dan sayang yang kau berikan. tak pernah ku lupa akan kehangatan itu dan semua kenangan kita. jangan tangisi aku. ku yakin kau akan lebih bahagia dengan yang lain. everything going to happen, i always love u
Itu adalah hari terakhirku menulis di buku berwarna pink
itu. Itulah akhir kisahku. Kini ku dapat melihat mereka menatapi kesalahannya.
Hariku berakhir di diary

Tidak ada komentar:
Posting Komentar