Mungkin bagi sebahagian orang, kenangan itu hal yang biasa. Tapi tidak dengan ku. Kengangan adalah sesuatu yang sangat berharga. Kenangan adalah segalanya. Karena aku memiliki banyak atau sangat banyak kenangan di sekolah serta rumah-rumah ku dulu. Awal ku merasa kan cinta, awal aku menjalin persahabatan, awal aku mempunyai musuh dan guru terdekat ku adalah di tempat ku dulu.
Aku selalu mengingat aku berlari, tertawa dan membicarakan masalah yang akan di selesaikan dengan sahabatku. Awal aku mendapatkan semua sahabatku dan menjadi lawan dalam peperangan. Awal aku menemukan cinta ku. Sedikit lucu, tapi itu hal yang sangat bahagia. Awal aku dekat dengan guru-guru ku, curhat dengan guru yang ku rasa dekat, baik masalah cinta ataupun keluarga.
Duduk bersama di depan kelas sambil menyanyikan lagu-lagu yang saat ini masih ku kenang. Setiap ku mendengar lagu itu ingin rasanya aku menangis dan kembali mengulang masa lalu. Tapi itu hanya sebatas kenangan ibarat bintang di langit yang sulit untuk bisa di gapai.melihat wajah mereka lagi? Aku belum tentu yakin.
Tempat aku meraih semua prestasi dan masa kejayaanku. Mengikuti ajang perlombaan, walaupun tidak menang, tapi setidaknya aku bisa menambah kengangankumemenangkan dua kali perlombaan dan mendapatkan dua piala yang dipajang di etalase sekolah ku, setidaknya aku bisa membanggaan sekolahku tercinta.
Andai kata aku bisa menglang semua lagi, mungkin aku akan menggagalkan keputusan yang telah di ambil ini. Aku tak ingin jauh dar orang-orang yang encintaiku dan yang aku cintai. Mendapatkan indpirasi untuk mencipatakan sebuah lagu, kini rasanya tak ada yang bisa dijadikan inspirasi. Hidup kelam dan hampa tanpa adanya hiasan dan warna indah kehidupan yang dulu.
Aku coba untuk tertawa dengan hidup baru ku, tapi aku merasa semuanya hanya sia-sia. Tanpa mereka, aku hanyalah sehelai benang yang tak beguna keberadaannya tanpa adanya jarum jahit. Dengan tetesan air mata, aku menjalani hidupku selanjutnya. Beribu tetes tiap harinya. Andai saja yang mengerti aku, mungkin dia akan menangis bahkan terisak-isak merasakan semuanya.
Kenangan yang ku miliki mempunyai semangat hidup dan harapan tinggi. Kenangan saat aku dan mereka menunggu angkutan umu yang akan mengantarkan kami pulang hingga pukul 6 sore, di dalam angkutan umum, kami tertawa seingga tiada sediki kekosongan yang kami rasakan. Selalu ada mereka yang dapat menghiburku, nangis di hadapan mereka sambil saling merasakan apa yang mereka rasakan.
Ku hanya dapat berharap, aku dapat mengulangnya lagi. Walaupun aku merasa ini semua tak mungkin, tapi setidaknya aku tidak akan pernah meupakan semua kenanganku. Karena dengan kenanganku lah, aku bisa seperti ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar