Laman

Rabu, 31 Desember 2014

Memories

Kemarin, aku Putri Naima. Hampir semua orang yang akrab denganku manggil aku Puti. Terserah saja sih, selagi itu nggak buruk banget artinya, nama tetaplah sebuah nama. Hari ini adalah satu dari sekian banyak hari yang terkesan buat aku.

Setelah ngumpul dengan teman dan seniorku, aku pulang ke rumah nenek ku. Dulu, aku sempat tinggal dengan nenek, kakek serta kakak dan abangku. Orang tua ku kerja di luar kota. Paling pulangnya dua kali seminggu. Itu waktu usia aku masih 6 tahunanlah. Aku masih jadi anak manja yang menangis rindu orang tua. Aku nangisnya setelah ngambil wudhu, jadi nggak jelas banget. Ternyata aku salah. Kakakku tahu kalau aku sedang menangis. Kakakku itu sangat cantik, baik dan sangat sempurna dibanding aku. Bukan bermaksud memuji, tapi itu memang kenyataan. Ia mencoba untuk menghiburku dan itu berhasil.

Beberapa tahun kemudian, aku pindah ketempat orang tuaku bekerja. Itu artinya, aku sudah tak tinggal lagi bersama kakek dan nenek. Tak ada maksud untuk mengada-ada, tapi aku benar-benar senang karena aku sudah tak jauh lagi dengan orang tuaku.

Dan lagi, beberapa tahun setelah itu, aku pindah ke rumah baru yang kotanya sama dengan kota rumah nenekku. Seperti yang aku bilang, aku ke rumah nenek dan bertemu nenek. Kini kondisinya jauh dari yang dulu. Apapun itu, aku tak ada alasan untuk tidak menyayangi nenekku. Kakek udah tak ada lagi. Jadi rumah itu kini dihuni oleh nenek serta pemanku dan keluarganya.

Ketika sampai disana, aku menyalami nenek dan membantu nenek dalam kegiatannya. Tampaknya nenek sudah lelah dan ingin tidur. OK, aku senang karena nenek bisa istirahat.segera aku menuju galeri di rumah itu dan aku menemukan banyak sekali foto-foto lama disana. Ada foto nikahan papa dan mamaku. Mamaku sungguh sangat cantik. Nenekku juga. Mereka sungguh luar biasa. Lalu foto papa ketika wisuda dan banyak foto lainnya.

Mendadak aku ingin kelantai atas, ke markasku. Dari sana aku bisa menyaksikan matahari yang akan tenggelam, kehidupan jalan yang penuh dengan lalu lalang dan banyak lagi yang lainnya. Sungguh indah sekali. Sudah berapa lama aku tidak melakukan Hobi ku itu? Lebih dari satu tahun? Astaga! Sudah berapa lama aku tak mengunjungi rumah nenek? Berapa lama aku melewatkan keindahan jalanan di sore hari?

Aku segera kembali ke bawah setelah abangku memanggilku dan menyuruhku turun karena adzan maghrib akan berkumandang. Ketika aku menuruni tangga, entah mengapa semua kenangan masa lalu kembali di benakku. Mereka menjadi satu dan sukses aku menjadi tak tahu apa-apa lagi. Aku memasuki kamar nenek dan melihat sebuah foto keluarga besarku. Waktu itu, fotografer memindahkanku menjadi posisi berdiri di antara nenek dan kakek serta posisi lamaku diganti oleh sepupuku. Yang membuat aku menangis adalah, posisi lamaku ada posisi tempat keluargaku. Bila sepupuku menggantikannya, aku seperti tak punya keluarga dan ia sepertia anak dari orang tuaku apabila orang melihat foto itu sekilas. Tahulah bagaimana pikiran bocah yang masih 5 tahun.

Mendadak aku menangis. Aku sungguh merindukan kenangan lama yang dulu ku anggap tak menyenangkan itu. Kenangan itu sangat menyengkan. Andai saja dapat ku ulang.. Tapi itu tidak mungkin. Life must go on, so do i. Iya kan?

Kimi saatnya aku menapaki masa depanku dan.. Membuat semuanya menjadi jauh lebih indah..

Love you my family, And i always do

Tidak ada komentar:

Posting Komentar