sejak itulah, mereka berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Cymon menjadi tukang semir, sedangkan Nagista menjadi penjual puding di pasar. setiap hari, mereka pergi bersamaan sekitar jm 6 pagi. karena jarak dari rumah mereka dengan pasar ditmpuh dalam waktu satu jam bila berjalan kaki. dan sekitr jam 4 sore, mereka kembali ke gubuk kecil yang merupakan rumah tempat tinggal mereka.
suatu ketika, ada sebuah kejadian perampokan di sebuah toko emas. dengan tak dengaja, Nagista melihat kejadian itu dan mengenali si pelaku. Nagista yang kan berteriak minta tolong itu diketahui oleh perampok itu. dan langsung Nagista berlari sekuat tenaga dan berteriak minta tolong kpda masyarakat pasar yang sedang bristirahat. ya.. hari itu memang hari jum'at dan siang bolong saat para laki-laki melaksanakan shalat jum'at begitu pul Cymon. sebelum pergi jum'at,
"gis, jaga diri baik-baik ya.." kata Cymon yang tampak merasa cemas akan hal yang tidak di inginkian.
"ya kak! kakak tenang saja. aku yakin, aku akan aman-aman saja." jawab Nagista dengan senyum manisnya
akhirnya si pelaku itupun mendapatkan Nagista yang niatnya akan di bunuh. kejadian itupun tampak oleh rakyat pasar. sektik itu pula, orang jmh yng pergi shalat jumat sudah pulang. terdingr teriakan warga pasar oleh Cymon. Cymon yang penasaran langsung berlari dengan sekencang-kencangnya. sesampainya di tempat terikan, Cymon langsung terkejut dan tak ingin Nagista kenapa-napa.
"kalau kamu berani, lawan aku! jangan beraninya sama adekku!" agak Cymon tanpa ada takut sedikitpu.
"huh! anak kecil seperti kamu bukan saingan ku! minggir sana! jangan ganggu jalanku" jawab perampok yang menadahkan pistolnya ke kepala Nagista sebagai sbuar gertakan.
Cymon pun langsung mengambil batu dan melemprkannya ke kepala perampok. seketika itu juga, Nagista langsung menggigit tangan perampok dengan sekuat tenaga. dan akhirnya Nagista terlepas dari dekpan si perampok. Nagista pun berlari menuju Cymon. tapi, perampok yang sedang emosi itu langgung menembakkan senjata api yang ada di genggamanya kearah Nagista. saat tembakan itu diluncurkan, Cymon langsung berlari kearah perampok itu untuk mengagalkan aksinya, tapi Cymon malah tertembak. melihat otu, Nagista langsung berlari dn memeluk Cymon yang terjatuh.
"gis, kakak akan menemui mama dan papa.. kamu jaga diri baik-baik ya. kakak yakin, nanti kamu akan bertemu kakak di surga. jaga diri baik-baik ya. kalau kamu ada masalah, kakak akan selalu bantu kamu. jangan pernah lupa sama kakak. jaga diri kamu" pesan terakhir yang dikeluarkan Cymon untuk Nagista dengan nada suara yang kedengarannya menyakitkan. tanpa sempat ada pengobatan, atau pamitan secara terhormat, Cymon telah meninggal akibat tembakan yang mengenai dadanya itu.
barulah polisi yang ditelpon oleh salah seorang warga pasar datang.
Nagista menangis sekencang-kencangnya. dan Nagista yang periang, menjadi seorang gadis kecil yang pemurung tanpa pernah mengeluarkan senyum sedikitpun..
Selamat jalan Cymon. semoga kamu selalu berada dalam ketenangan..
TH END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar