bekerja banting tulang demi membantu perekonomian keuarga serta membantu ayahnya yang hanya tukang becak yang penghasilannya tidaklah tetap..
ternyata, dibalik sibuknya kegiatan hariannya, ternyata dia mempunyai sebuah kebiasaan yang selalu dilakukannya sebelum berjualan.. berpacu-pacu dengan temannya yang bernama rina sebagai pelanggan pertama yang membeli sala lauak yang terkenal lezat ditengah pasar. karena, kata sipemilik toko, apabila diantara mereka menjadi pelanggan pertama, akan mendapatkan 10 sala lauak dengan gratis.. meskipun hanya membeli satu sala lauak.. hari ini nino, besoknya rina.. nino, lalu rina..
rina adalah teman akrab nino sejak kecil. dia selalu membantu nino dalam berjualan. satu sekolahan dan satu ngaji. tapi, kalau soal rebutan sala lauak, gak ada yang namanya bantu membantu..
tak terasa, nino telah beranjak dewasa.. yang dulunya masih sd, sekarang telah sma. hanya beasiswa lah yang membantu sekolahnya hingga saat ini.. orang tua yang sakit-sakitan membuatnya semakin giat berusaha dangen sepenuh tenanga.. berusaha mendapatkan uang demi membeli obat dan membawa orang tuanya ke dokter..
rina masih tetap menjadi teman sejatinya. walalupun dewasa, tapi dia tak pernah meluapakan pertempuran demi 10 sala lauak bersama rina.
hari pertama masuk sma.. sangatlah senang rasanya bertemu teman baru.. ternyata, disekolahnya ada anak seorang pengusaha yang terkenal di kota tempatnya tinggal.. dan begitu pula daerah sekitar.. perbedaan deraja itu yang membuatnya malu dengan dirinya sendiri.. anak perempuan yang cantik jelita dan tidak sombong itu mampu memikat hatinya. ya.. Violet.. nama yang indah bagi nino..
walaupun rumahnya bisa dibilang dekat dengan rumah Violet, tapi dia tak pernah sekali-kali mecoba mendatanga rumahnya. pada suatu ketika, dia satu kelas dengan violet dan tempat duduknya pun berdekatan.. nino meemberanikan dirinya untuk berkenalan dengan violet. akhirnya dia pun mulai berteman baik dengan violet..
rina yang merupkan teman sejatinya juga merupakan teman curhat baginya.. hanya rina yang mengerti dengan perasaan dan keadaannya.
"rin, kamu tau kan violet anak perusahaan terkenal itu?"
"ya. aku tau.. emangnya ada pa?? kamu nksir ya sama dia??" tanya balik rina yang membuat nino menjadi malu
"iya nih aku ska sama dia. tapi, aku tak yakin bisa dapatin ia. diakan perempuan yang cantik, baik, kaya dan pintar. pasti banyak yang mau sama dia.. sedangkan aku, hanya anak yang miskin dan tak punya apa2.." jawabnya dengan meendahkan dirinya..
"apa?? kamu gak ingatnya.. setiap ujian kelulusan, kamu selalu mendapat perinkat nomor satu di kota kita.. apa yang mau kamu malu kan dengan diri kamu?? kamu juga tampan. baik lagi.. kamu itu laki-laki yang paling the best yang pernah aku kenal.. jadi, kamu gak perlu mau dengan diri kamu!" jawab rina dengan membangga2kannya..
belajar dengan giat.. bekerja dengan giat.. selalu dikerjakannya..
pada saat ujian nasional.. nino belajar denga sekuat tenaga untuk mempertahankan gelrnya sebagai pemegang nilai tertinggi sekota tempatnya tinggal mulai dari sd sampai smp..
ternyata, untuk ketiga kalinya, lulus ujian dengan nilai tertinggi sekota tempatnya tinggal dapat dia raih.. sebuah kebanggan tersendiri bagi dirinya dan juga keluarganya... walaupun miskin, bukan berarti kita miskin ilmu.. rina pun merasa sangat bangga karena mempunyai teman yang baik dan juga sangat pintar..
akhirnya, dia menjadi mahasiswa udangan ari salah satu universitas teknik yang terbaik di indonesia..akhirnya dia kuliah untuk menamatkan s1 nya di bandung dan untuk sementara berpisah denganrina dan violet.. semenjak saat itu, pasar terasa sangat sepi, pertempuran memperebutkan sala lauak tidak terasa lagi..
tapi, waktu berjalan begitu cepat.. tak terasa 4 tahn telah berlalu.. dan saatnya nino kembali ke kampung asalnya nan melamar violet menjadi istrinya.. dengan penuh perjuangan dan beberapa cobaan, akhirnya nino mendapatkan violet..
setelah itu, mereka pun pindah ke jakarta dan nino menjadi programer yang sukses.. banyak orderan yang menantinya.. pasarpun terasa sepi. tak ada lagi pertempuran.. rina yang selalu bermain bersama nino, ini merasakan kesepian,, tak ada teman bermain.. tapi, bila rina merinduka sahabatnya itu, hanya satu tempat yang dapat menghiburnya.. yaitu sebuah pohon besar yang berada di dekat tempat jualan sala lauak tersebut. karena saat masih kecil, mereka membuat ukiran nama di pohon itu.. yang bertuliskan
"nino adalah sahabat rina.. dan rina adalah sahabat nino"
sebuah kata yang dapat membuat rina merasakan nino ada di sampiingnya.. bukannya cinta.. tapi perasaan sahabat. hanya itu yang dirasakan rina kepada nino.. karena, bagi rina kehilang sahabat sejati jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan orang yang dicintai...
bertahun2 ditunggu nnino.. tapi tak kunjung datang.. padahal nino telah berjanji,, setiap 1 tahun, dia akan mengunjungi rina ditempat sala lauak.. tapi 3 tahun sudah berlalu tanpa ada kabar dari nino.. tapi,rina tak pernah menunggu dia masih tetap menanti nino dengan penuh harap. walaupun terihat tidak mungkin, tapi rina tetap memegang janji.. walaupun agak sedikit melenceng, tapi rina tetap yakin...
5 tahun berlalu.. tapi, rinna yang menunggu tak pernah menemukan nino.. rina pun mulai merasa bahwa perkataan nino hanya omong kosong belaka..
besoknya, pagi2 sekali rina mengunjungi penjual sala lauak di kedainya dan membantu uni itu membuka kadainya.. sekitar jam 6, datanglah soerang lelaki datang dengan mantel hujan dan mobil mewahnya.. kebetulan hari itu hujan lebat.. terdengar suara
"buk, beli sala lauaknya 10.." kata lelaki itu.
lalu uni penjual itupun mengambil sala itu.. dan seketika terdengar suara
"buk, saya pelaggan pernama untuk paginya ini!" sahut suara tersebut.. suara yang tak asing di dengar oleh ibuk penjual sala lauak. suara yang selalu di tunggunya dan akhirnya terdengar juga.. suara nino..
"nino...!! heran si ibuk dan langsung memeluk nino.. merekapun larut dalam suasana haru yang telah lama dinanti.... tapi, tak lama kemudian, seseorang perempuan yang duduk di kursi belakang dengan menggunakan topi memotong pembicaraan..
"kayaknya kamu salah.. akulah pelanggan ibuk yang pertama, rina.." katanya sambil tersenyum dan membuka topinya..
"nino.. akhhihrnya kamu datang juga" kaanya lagi dengan air mata yang keluar..
nino pun berlari dan menghampiri nini
"maaf aku terlalu lalai dengan janjiku, tapi aku tdak akan pernah melupakan janjiku" sahutnya yang tampak senang akan kehadiran rina di hadapannya..
melepaskan rasa rindunya, merekaun kembali berjualan kantong kresek.. meskipun nino telah menjadi orang kaya yang sukses, tapi dia tetap tidak berubah sedikitpun..
APAPUN YANG TERJADI, JANGAN PERNAH MELUPAKAN PERSAHABATAN.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar