Hidup itu luar biasa. Hal burukpun bisa jadi menyenangkan bila kita tahu cara menyikapinya. Caranya, menulis. Temukan keajaiban dalam setiap tulisanmu. Semoga kau juga menemukan keajaiban dalam tulisanku. Salam kenal dan selamat datang
Rabu, 16 Februari 2011
MASA LALU TAK TERLUPAKAN
1. MASALAH BESAR
“ya pa, tapi kan aku udah usaha tadi bersihin rumah ini” bentak Nada dengan suara yang tak kalah kerasnya.. Sepertinya telah terjadi sebuah pertengkaran yang dahsyat setengah mati antara Nada dan Papa kandungnya. “ tapi, kamu kerjanya percuma.. Papakan minta kamu buat nyuci piring dan bersihin kamar kamu.. Masa’ itu ja kamu gak bisa?? Papa jadi kecewa berat sama kamu” bentak papa yang membikin suasana semakin panas.. Nada yang waktu itu sedang sakit tentu saja tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan maksimal.. tapi, setidknya, dia telah mencoba memberikan yang maksimal kepada papanya yang pasti sangat letih setelah kerja seharian tanpa ada istirahat sedetik pun..
Besoknya, teriakkan itupun kembali terdengar.. tak kalah dahsyat dari kejadian yang kemarin.. tapi, yang kali ini pasti beda topic. “nad, kamu ini gimana sih?? Kan udah papa bilang.. kalo mau main, jangan sampai ngajak teman masuk kerumah ini.. apalagi pake acara sok-sok jenguk kamu lagi.. toh, sakit kamu kan gak parah.. Cuma minum obat 2-3 kali palingan udah sembuh..” ujar papa yang bikin hati Nada semakin trcabik-cabik.. sekarang, yang bisa Nada lakukan hanyalah diam dan berbaring di ranjang hadiah ulang tahunnya yang ke 7.
Ya.. enam tahun lalu, tepatnya saat dia berumur 8 tahun, tepat 1 tahun setelah ranjang itu diberikn, mama Nada mengalami kecelakaan saat pulang dari tmpat kerja menuju rumah yang tk sabar ingin cepat-cepat merayakan ulang tahun nada yang ke 8. Mamanya tewas saat mobil Honda Jazz yang bewarna mrah mantab itu lepas kendali saat melaju kencang dan tak sengaja menambrak bis yang sedang melaju kencang di hadapannya. Mama Nada pun tewas sketik di tmpat kejadian tanpa bisa mlihat acara ulang tahun anakny itu..
Kring…kring…!! Bunyi hp yang bordering keras yang memekikkan telinga.. itu ternyata telepon dari papa. Dengn senang dan merasa aka nada kejutan yang menyenangkan, Nada mengambil hp itu dan memencet tobol hijau yang terletak di bawah layar hp.
“hallo pa..!!” sapa Nada dengan suara aduhai senangnya.. tapi, yang terdengar hanya kehningan.. seprti tak ada yang mnanggapi sapaannya tadi.. “hallo pa..??” kini Nada suaranya berubah menjadi suatu tanda Tanya yang besar.. “ada apa sih pa?? koq ku sapa malah diam??” Tanya Nada dengan agak sedikit berteriak.. “maaf ya papa agak telat menjawabnya..” jwab papa dengan suara yang seperti siap nangis, atau lebih tepatnya sedang menangis. Tanda Tanya yang ada di fikirn Nada semakin bergejolak. Perasaanny pun sudah tak lagi nyaman.. “pa?? koq papa nangis?? Ada masalah apa pa?? papa lagi dimana sih pa??” Tanya beruntun Nada yang sedang menunggu jawaban dari papa.. “papa lagi dirumh sakit.. tapi, mama kamu telah berada di alam barunya” jawab papa dengan suara yang terisak-isak.. “maksud papa apa??? Jangan bilang kalo mama udah gak ada lagi!” nada semakin takut, semakin tak ingin mendengar kelanjutan cerita papa. “batul nak.. mama kcelakaan dan tak bisa tertolong lagi.. dan sekarang, papa dirumah sakit dan sebentar klagi akan membawa mama pulang” tambah papa yang terdengar seperti agak sedih.. Nada yang tak kuasa mendengarnya pun langsung mematikan telephon dn hanya bisa terduduk diam mengingat mama telah tiada. Dia sempat berfikir semua salahnya… karena dia telah memaksa mama untuk segera dating ke acara ulang tahunnya. Terduduk.. diam.. hening.. yang hanya terdengar adalah suara tangisan seorng anak yang tlah kehilangan orang tuanya..
2. KENANGAN YNG HILANG
“selamat ulang thun…selamat ulang tahun.. selmat ulangtahun Nada.. selamat ulang tahun…” terdengar dengan jelas suara papa dan mama yang membngunkn Nada dngn nyanyian yang sangt disenangi nada “selamat ulang tahun sayang.. semoga cepat besar.. jadi anak sukses dan berbakti kepada orang tua..!” langsung mama setelah nyanyiannya berakhir.. Nada pun langsung membuka matany lbar-lebar dan meniup lilin yang terdapat di kue tart ulang tahunnya dengan penuh harap. Tak lupa juga dengan MAKE A WISH..
tuhan. Ku ingin mepunyai seorang adik laki-laki yang imut dan baik padaku.. Itulah sepintas doa yang dipanjatkan Nada dalam hatinya. Nada adalah anak semata wayang dari papa dan mamanya. Tak jarang dia merasa kesepian karna tidak ada teman yang dapat diajaknya bermain. Makanya, dari dulu dia selalu berharp mempunyai adik laki-laki. Karena, kalau adik perempuan, pasti semua benda-benda yang dia miliki akan dirampas oleh adiknya.
Setelah memanjatkan sedikit doa yang menurutnya sangat berharga, papa dan mama pun mengecup keningnya. Kecupan hngat yang slalu dikenang oleh Nada sebagai kecupan terindah yang diberikan olh mamanya yang mungkin tidak akan pernah dia jumpai lagi untuk selamanya.. lalu, papa datng dengan mendorong ranjang yang baru sbagai hadiah ulang tahun Nada.. ranjang lucu yang bewarnan pink dengan hiasan bunga di setiap sisinya yang mmbuat mata Nada hanya dapat diam trpaku pada ranjang itu tanpa ada mengedipkan matanya sedikitpun. Itu adlah ranjang impian yang dia lihat pada saat jaln-jalan k mall dengan mama. Dia pernah mengatakan kepada Mama bahwa saat dia ulang tahun, dia ingin diblikan ranjang tidur seindah itu. Akhirnya dengan penuh doa dan harapan, impian tu pun tercapai.. akhirnya, dia mendapatkan ranjang impian yang dinanti-nanti itu.
Mungkin itulah sedikit dari sekian banyak kenangan indhnya bersama mama tercinta yang tak mungkin akan terulang atau akan trtambah lagi. Yang dapat dia lakukan sekarang adalah berdiam diri dan mengingat kenangan-knangn itu dengan menatap foto mama yang sangat cantik terletak indh di dining kamar yang juga bewarna pink seperti ranjang impian yang penuh kenangan itu. Alangkah cantiknya wajah mama dalam foto itu yang sedang memeluk Nada dengan penuh kasih sayang. Satu tetes, dua tetes dan akhirnya ribuan tetes air mata keluar dari mata indah Nada yang tak mungkin dapat terbendung lagi. Dan akhirnya, Nada pun tertidur. Tidur yang lelap. Dn hamper tak bisa di ganggu. Terasa seperti malaikat kecil yang sedang trtidur puas.
Kini Nada telah beranjak menjadi remaja dengan umu 14 tahunnya. Dan, mungkin itu juga kejadian buruk yang dia Alami. Hari ke 7 puasa, kelasnya mengadkan buka puasa bareng atau yang diknal bubar dengan bahasa gaul anak sekarang. “aku pergi ya pa..” kata Nada sambil mencium tangan papanya. Beberapa tahun belakangan ini, hubungan papa dan anak ini kiembali harmonis. Jarang sekli terdengar teriakan keras baik dari Nada atau dari papa. “ya nada.. hati-hati di jalan ya. Pulang jangan sendirian. Sama-sama pulang dengan teman ya nak!” jawab papa dengan menambahakan sedikit nasehat dibelakangnya. “yuk nad, kita pergi..” ajak Dino, salah seorang tman seklasnya yang juga telah berteman lama dengan Nada dari kelas satu sd. “Dinno pergi dulu ya om!” pamit Dino kepada papa Nada yang tampak sedikit berharap kepada Dino agar Nada jug dijaga dengan baik.
3. KEJADIAN YANG TAK TERDUGA
Mereka pun mulai berjalan ke rumah Bu Guru yang mnjadi tempat bubar yang akan di laksanakan. Dinno Cemion Gyophelar yang akrab disapa Dinno ini adalah anak laki-laki yang lumayan tampan, imut, dan juga pintar juga mempunyai wrna kulit putih untuk kalangan laki-laki. Tak khayal bila dia juga menjadi seleb terlaris di sekolahnya. Agak cool yang membikin banyak teman-teman bahkan adik kelas naksir padanya. Dia anak yang bertanggung jawab dn sering menjadi komandan upacara dalam Upacara bendera. Salah satu murid ksayangan guru karena sikapnya yang santun dan sangat memperhatikan pada saat pembelajaraan dan cukup aktif. Satu lagi yang tak kalah pntingnya, selalu menjadi juara umum di sekolahnya.
“din, lo ada gak suka ke cewe disekolahan kita?” tnya Nada dengn wajah yang agak nakal. “wah.. ngapaen lo tnya yang begituan?? Napa? Naksir ya lu ke gua??” hern Dinno yang hamper tampak seperti gugup saja. “ngaku lho.. dari kemaren-kemaren, lu kayak gak biasa aja.. seperti orang lagi gimana gitu..” ujar Nada ngan tekana suar yang agak sedikit nakal. “ih, apa-apaan sih lo? Gak da tu yng gua suka di sekolahan.. gak ada yang selevel ama gua.. selera gua tu pling rendah kaya’ Luna Maya. Mana ada cewk yang kayak gitu disekolahan” jelas Dinno den ngan menyembunyikan wajah malunya yang mmerh seperti terbakar api. “jangan boong lho! Sekarang kan puasa?” jelas Nada yang sepertinya ingin tahu akan semua keadaan ini. “ya deh. Gua ngaku.. gua emang suka ama seseorang. Tapi, gak bakal gua tembak sebelum gua SMA. Gak bakal gua bilang ke lu siapa orangnya” ujar Dinno panjang lebar. “hmm.. gua beraksi ne sebagai detective. Gua bakal menebak isi hati lho..” jelasnya dengan lagak biasanya sebagai detective. “tebak aja kalo bisa. Gua yakin gak bakalan bisa lu tebak” lanjutan pmbicaraan Dinno yang sepertinya sangat merahasia kan sekali siapa orangnya. “ya deh.. tenang aja.. kalo gua tau,gak bakal gua bilang ke yang lain” jelas Nada dengan menepuk Bahu Dinno.
Mereka pun berbicara mengganti topic. Mereka berjalan sembil tertawa ngakak yang tak jelas kapan kan berakhir twa keras itu.
Tapi, tak diduga-duga, saat mereka sedang berbicara dngan asiknya, ada sebuah mobil yang melaju kencang dan juga tampak oleng. Dan, mobil itupun menabrak mereka berdua. Kejadian itu tampak seoleh sekian banyak warga yang mlalui tempat itu pada saat pulang membeli ta’jil. Sopirny pun tewas seketika sedangkan Nada dan Doni mengalami luka serius yang harus cepat diobati. Para warga yng jug mengenal mereka pun member tahukan kabar itu kepada keluag merka dn juga langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat. IGD tempat yang dituju pertama kali untuk pertolongan pertama pada mereka. Dinno mengalmi patah tangan tak begitu berat yang dapat pulih kembali setelah melakukan terapi secara rutin dan priksa kedokter. Paling tidak akan pulih kembali dalam jangk waktu 1-2 bulanan.
“apakah bapak orang tua dari Nada Vitya Nagista?” Tanya dokter yang menangani Nada. “ya dok, saya bapaknya. Bagaimana dengan Nada dok? Apa dia aman-aman saja?” Tanya papa dengan beribu-ribu perasaan cemas dating menghampirinya. “ anak anda menglami bnturan dahsyat dikepalanya. Yang mungkin dapat membuatnya amnesia. Kemungkinan itupun begitu besar. Tapi, kami tidak dapat memastikan anak anda akan baik-baik saja. Sebaiknya dan berdoa seoga tuhan akan membantu kita semua. “ jawab dokter itu dengan tampang yang sangat menyedihkan. Papa tak berani berkata apa-apa lagi. Yang hanya dapat dilakukan papa adalah duduk dan berdoan yang tiada henti. Tak lama kemudian, seorang susterpun memanggil papa dengan suara yang lembut. “ Pak Paul, silahkn masuk, alhamdullillah anak anda telah sadar.” “baik lh sus.” Jawab ppa dengan wajah senang yang berseri-seri dan tak bbisa di sembunyikn lagi.
“Nada……….!” Teriak papa yang membikin Nada menjadi bingung. “maaf.. anda siapa? Saya siapa? Dn dimana saya?” Tanya Nada yang tampak asing dengn keadaan sekitar dan bhkan tidak mengenali papa dan dirinya sendiri. Seperti perkiran dokter. Nada selmat, tapi hilang ingata atau amnsia. Papa menjadi terkejut. Tuhan ada apa ini? Mengapa Nad tidak mengenal ku? Dan mengapa dia seprti tidak mengnal saya tuhan? Sesal papa yang tampak dengan raut wajah yang 180o beda dari yang tadi. Tak disangka-sangka anak kesayangan sematawayangnya tidak mengingatnya.
“pak, dokter memnggil anda” kt suster tadi kepada papa.
Papapun langsung bergegas k ruangan dokter. “ada apa dok?” Tanya papa yang tampak keheranan. “apa anada merasakan yang aneh dari anak anada?” Tanya dokter yang sepertinya mengetahui semuanya. “ya dok, anak saya kehilanga ingatan. Pa yang terjadi sebnarnya dok?” Tanya papa dengan mengeluarkan tangisan. “seperti yang saya katakana tadi, nak anda mngalami pendarahan yang luar biasa di kepalanya. Ada ssuatu yang terjasi dekepalanya yang menyebbkan dia amnsia dengan benturan dahsyat dikpalanya. “ “llu, bgimna cara mengembalikn ingatannya dok” Tanya papa dengan penuh harap. “anda mungkin bisa melakukan trapi secara rutin dan menceritakan kenanga-kenangan yang dianggap beharga baginy. Jadi, dia akan lebih cpat mengingat semua”. Jwab dokter dengan bersedikit teori. “dok, apakah saya boleh membwa anak saya pulang?” Tanya papa lagi. “anda bisa membawanya 2 atau 3 hari lagi. Keren, untuk saat ini, dia masih butuh prawatan dari pihak rumah sakit.” Jawab dokter menjelaskan panjang lebar.
to be continued..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar